Open Trip: Tren Liburan Hemat atau Cara Baru Dapat Teman?

Saya mahasiswa aktif Jurusan D4 Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital Universitas Negeri Jakarta, memiliki minat pada bidang komunikasi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Fara Ananda Pratiwi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Belakangan ini, open trip makin digemari para traveller, terutama anak muda yang mau liburan tapi budget terbatas. Dari Instagram sampai TikTok, banyak yang cerita serunya ikut trip bareng orang-orang asing tapi pulang jadi teman. Tapi sebenarnya open trip itu solusi praktis atau cuma tren yang dilebih-lebihkan?

Mengenal Konsep Open Trip
Open trip artinya kita gabung ke rombongan wisata yang dibuka untuk umum—bukan hanya bareng teman sendiri, tapi satu grup dengan orang-orang yang belum dikenal. Biasanya perjalanan ini diorganisir oleh penyedia jasa travel atau tour leader profesional yang sudah menyiapkan semua kebutuhan: transportasi, penginapan, tiket masuk destinasi, hingga jadwal kegiatan. Biayanya pun lebih murah karena sistem patungan untuk semua fasilitas. Cocok buat yang pengen jalan-jalan tanpa repot nyusun itinerary sendiri atau booking satu per satu.
Daya Tarik Visual dan Tren Media Sosial
Open trip sering dipromosikan dengan foto-foto keren bareng rombongan di pantai, gunung, atau air terjun. Banyak penyedia jasa travel membuat konten estetik yang bikin orang tertarik. Tagar #OpenTrip pun ramai di media sosial. Influencer juga sering berbagi pengalaman ketemu teman baru atau bahkan “gebetan” selama trip.
Manfaat untuk Pengalaman Sosial
Selain lebih hemat, open trip itu cara asyik melatih skill sosial. Kita belajar toleransi sama orang berbeda karakter, kompromi soal jadwal, bahkan bisa saling jaga di perjalanan. Buat yang biasanya introvert atau malu kenalan, ini kesempatan bagus buat latihan lebih terbuka. Banyak yang bilang serunya bukan cuma di tempat wisatanya, tapi di obrolan selama perjalanan.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Meski terlihat seru, open trip juga punya tantangan. Jadwal biasanya padat dan kurang fleksibel, karena harus menyesuaikan semua peserta. Belum lagi kalau ternyata satu grup kurang cocok atau ada yang kurang disiplin waktu. Karena itu, penting pilih penyedia trip yang terpercaya, baca review dulu, dan pastikan itinerary sesuai minat.
Open Trip Cocok untuk Siapa?
Open trip bisa jadi solusi hemat dan seru buat liburan, apalagi kalau ingin dapat teman baru. Tapi bukan berarti cocok untuk semua orang. Kalau lebih suka privasi atau fleksibel ubah rencana, mungkin trip pribadi lebih pas. Intinya kenali gaya traveling sendiri—yang penting liburannya dinikmati, biar pulang bawa kenangan, bukan drama.
