Kupas Tuntas 8 Tanda Kecerdasan Anak di Acara Moms Mingle

A Pisces born in 1990. A mom and a wife. Currently blogging in faradiladputri.com to document my life stories and also share information with others :)
Tulisan dari Faradila Danasworo Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sebagai orang tua, kita tentu ingin anak tumbuh dengan sehat, bahagia dan menjadi pribadi yang cerdas. Hal yang kerap menjadi pertanyaan adalah seperti apa sih anak yang cerdas itu? Kalau anak saya seperti ini, sudah bisa dibilang cerdas belum ya? Bisa tidak sih kecerdasan dilatih?
Beruntung saya bisa menghadiri acara Moms Mingle bersama kumparanMom dan juga Enfagrow A+ untuk mengupas tuntas 8 tanda kecerdasan anak. Penasaran kan apa saja? Ada banyak informasi yang saya dapatkan di acara tersebut. Tentu saya akan tulis lengkap di tulisan ini, jadi silakan dibaca terus ya.

Acara Moms Mingle: 8 Tanda Kecerdasan Anak diselenggarakan tidak jauh dari tempat tinggal saya di Bogor, yaitu di Grand Savero Hotel Bogor pada hari Minggu tanggal 18 Agustus 2019. Pada acara ini, turut hadir salah satu family psychologist favorit saya, yaitu Roslina Verauli M.Psi, Psi.
Selain Ibu Vera, hadir juga narasumber yang menjadi sebuah household name di Indonesia, siapa lagi kalau bukan Selvi Ananda dan Jan Ethes! Selvi juga bercerita mengenai cara ia mendidik Jan Ethes menjadi anak yang menggemaskan dan lucu.
Acara dimulai dengan pembukaan dan sesi tanya jawab oleh MC. Tidak lama kemudian, MC memanggil Chief Editor kumparanMom sekaligus moderator pada talkshow, Prameshwari Sugiri (Imesh).
Mbak Imesh menjelaskan bahwa di acara Mom’s Mingle ini, selain belajar ilmu baru dari pakar terpercaya, kita juga dapat networking dan bertukar pikiran dengan para ibu lainnya. Yes, I love the concept of moms empowering other moms.
Mengenal #8TandaCerdas
Sesi selanjutnya dilanjutkan oleh pemaparan oleh Roslina Verauli M.Psi, Psi. Ibu Vera menjelaskan bahwa sebenarnya kecerdasan merupakan hal yang sukar didefinisikan, bahkan oleh para pakar. Yang jelas, ada pengaruh dari genetik dan juga lingkungan. Secara genetik, kromosom X menurunkan kecerdasan, sisanya adalah stimulasi dan faktor lainnya.
Faktor lain yang dapat mempengaruhi kecerdasan adalah :
Faktor keluarga - pendidikan ibu dan ayah ternyata menentukan kecerdasan;
Faktor lingkungan rumah - ada kegiatan bermain kah? Semakin banyak kegiatan bermain, maka semakin berkembang pemikiran anak. Jangan membuat anak berhenti bertanya, itu hanya akan menghambat kecerdasan;
Faktor sekolah - kualitas sekolah yang bagus dan kualitas guru mempunyai peran penting
Faktor di luar keluarga - teman main;
Faktor lingkungan tempat tinggal dan komunitas - dengan siapa kita akan bertemu akan membuat stimulasi dengan lingkungan sekitar.
Ibu Vera menjelaskan bahwa kecerdasan memang memiliki banyak definisi, namun secara umum ada kecerdasan akal dan juga kecerdasan emosional. Kedua hal ini bisa dikembangkan menjadi 8 sifat yang ditunjukkan oleh anak yang cerdas. Lantas apa saja sih 8 tanda kecerdasan anak?
Fokus - memfokuskan pikiran pada satu pemikiran atau tugas. Dapat dilatih dengan kemampuan konsentrasi yang baik;
Empati - perpaduan sikap dan respon afektif dan kognitif terhadap apa yang dialami orang lain;
Inisiatif - anak berani berpikir dan mencoba, tidak terbatas pada kerangka asli atau hal-hal biasa. Anak-anak dengan kemampuan ini dapat menangani banyak informasi dan dapat menjadi berbeda atau menonjol dari yang lain;
Komunikasi - mampu mengekspresikan diri mereka dengan jelas dan percaya diri kepada orang-orang di sekitar mereka;
Sosial - kemampuan untuk berinteraksi, beradaptasi, dan bersosialisasi dengan orang-orang di sekitar;
Pengendalian Diri - menumbuhkan kesabaran dalam hidup serta mengajarkan bagaimana mengendalikan emosi;
Memori - dapat mengingat kegiatan atau hal-hal yang terjadi di sekitar mereka, agar dapat belajar lebih baik;
Problem Solving - proses di mana otak menggunakan pengalaman yang terkait dengan beberapa stimulasi dan informasi atau lingkungan untuk menangani suatu situasi.
FYI, setiap usia mengembangkan kecerdasan dengan cara yang berbeda-beda. Perkembangan tertinggi berada di umur 2-3 tahun hingga 5 tahun. Sehingga inilah mengapa periode emas dapat dikatakan terjadi di 2 tahun pertama kehidupan.
Pola bermain anak juga ternyata menentukan pola kecerdasan. Sebagai contoh, anak 1 tahun bisa main sendiri atau bermain soliter. Menginjak umur 2 tahun, anak masih bermain masing-masing namun polanya sama antara satu anak dengan yang lain (main paralel). Lalu hal ini akan berkembang ke bermain bersama dan seterusnya.
Cara Melatih Kecerdasan Anak
Mengenali dan melatih kecerdasan anak memang suatu hal yang penting. Menurut riset, kecerdasan bisa ditingkatkan loh. Hal inilah yang mampu meningkatkan kemampuan anak dalam berpikir.
Salah satu tips yang diberikan Ibu Vera adalah dengan memulai dari lingkungan rumah. Diharapkan ada Ibu yang senantiasa terlibat dan mengajak anak berinteraksi. Anak kelak akan bahagia dan hormon stressnya berkurang. Hal ini akan memberikan otak kesempatan untuk berfungsi optimal untuk belajar. Oiya, Ibu juga harus rileks dan bahagia juga ya biar anak juga tertular bahagia.
Nah kalau merasa anak kurang dalam salah satu aspek diatas, jangan khawatir. Silakan melihat panduan yang diberikan oleh Enfaclub bagaimana cara untuk meningkatkan dan melatih 8 tanda kecerdasan pada anak.
Sharing Session Bersama Selvi Ananda
Selain belajar dari pakar, pada acara kemarin kita berkesempatan mendengarkan sharing session dari Selvi Ananda mengenai caranya mendidik Jan Ethes. Hal yang selalu dipegang oleh Selvi adalah ia tidak membandingkan anak dengan orang lain dan menuntut terlalu banyak kepada anak. Setiap anak memiliki kemampuan dan kecerdasan yang berbeda, sehingga Selvi membiarkan Ethes untuk mengerjakan aktivitas yang disukai olehnya.
Memang banyak hal yang digemari oleh anak balita yang lahir tahun 2016 ini, seperti bermain dengan lego, merawat hewan peliharaan serta aktif kesana-kemari. Saat acara, kita dapat melihat tingkah laku Ethes yang menggemaskan saat bermain di dekat Ibunya.
Ibu Vera kemudian menambahkan bahwa anak usia 2 hingga 6 tahun memang disebut playing years atau usia bermain. Jadi anak akan menjadi cerdas melalui kegiatan permainan yang sedang dilakukan. The door of learning is true movement. Jadi semakin cerdas anak, maka Ibu juga akan semakin lelah hahaha. Semangat Moms!
Sekian kupas tuntas 8 tanda kecerdasan di acara Moms Mingle bersama kumparanMom dan #EnfagrowAPlus. Semoga apa yang saya tulis dapat bermanfaat untuk para orang tua yang sedang mengoptimalkan kecerdasan anak. Thanks for reading!
