Mengapa Self-Care Penting di Tengah Tekanan Organisasi Kampus?

Mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Farah Alfin M tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa kuliah sering dipandang sebagai waktu yang tepat untuk mengembangkan diri dan memperluas jaringan. Namun, banyak mahasiswa terlibat dalam organisasi kampus yang alih-alih memberikan manfaat, justru dapat menjadi sumber tekanan yang signifikan. Dalam menghadapi tekanan organisasi kampus, pentingnya self-care sebagai strategi untuk menjaga kesehatan mental dan emosional. Self-care dapat membantu mahasiswa mengelola stres dan menemukan keseimbangan yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan kampus yang lebih sehat.
Organisasi Kampus dan Tekanannya
Tidak sedikit mahasiswa yang mempunyai pandangan bahwa organisasi dapat memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang, memperluas jaringan, dan mendapatkan pengalaman yang berharga. Meskipun demikian, tidak sedikit dari organisasi-organisasi yang ada di kampus tidak sehat, kompetitif, bahkan saling menjatuhkan. Ekspektasi yang tidak realistis, budaya kerja yang tidak sehat, seperti memilih pengurus berdasarkan kedekatan dengan pimpinan meskipun kontribusinya sedikit, persaingan tidak sehat, serta kurangnya dukungan antar anggota merupakan beberapa karakteristik yang sering menjadi indikasi lingkungan organisasi yang tidak sehat.
Konsep Self-Care dan Peran Pentingnya
Self-care merujuk pada upaya aktif yang dilakukan seseorang untuk mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan emosional. Praktik self-care cukup bervariasi, mulai dari hal mendasar seperti tidur yang cukup sampai kegiatan yang lebih berfokus pada psikologis dan emosional seperti merefleksikan diri. Selain itu, self-care juga mencakup aspek sosial seperti menjalin hubungan sehat dengan orang lain dan memutuskan sementara interaksi sosial dengan siapapun yang dianggap merusak.
Self-care bukan hanya sekedar pelarian sementara dari tekanan atau kelelahan. Hal ini bisa dijadikan cara jangka panjang yang dirancang untuk mengembangkan dan mempertahankan kesehatan mental. Self-care dapat membantu individu untuk tetap seimbang dalam meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh.
Dalam konteks organisasi kampus yang toxic, self-care sendiri sangat penting untuk bertahan dan terus menjadi efektif. Dengan mempraktikkan kebiasaan ini, mahasiswa dapat menghindari kelelahan yang berlebih, menurunkan risiko masalah kesehatan mental, meningkat produktivitas, dan menjadi lebih mampu dalam menghadapi keadaan yang menantang tanpa membahayakan kesehatan diri sendiri.
Langkah-langkah Melakukan Self-Care yang Efektif
Agar self-care berhasil dengan optimal, mahasiswa dapat mengikuti beberapa langkah berikut, antara lain :
1. Menetapkan batasan yang jelas.
Penting bagi mahasiswa yang mengikuti organisasi untuk memahami bagaimana cara menolak tugas tambahan yang sebenarnya bukan tanggungannya, hal ini bukan berarti tidak berdedikasi, melainkan upaya untuk menjalankan hidup dengan seimbang. Mahasiswa dapat mengatur waktu dengan efisien tanpa mengorbankan kesehatan fisik atau mental dengan cara menetapkan batasan waktu yang jelas. Mahasiswa harus mempunyai kesadaran untuk keseimbangan hidupnya antara tugas akademis dan organisasi yang diikuti. Dengan mempunyai batasan-batasan yang jelas, mahasiswa dapat mempertahankan kinerja dari waktu ke waktu sambil memastikan bahwa mereka tetap punya waktu untuk merawat diri dan menikmati aktivitas diluar tanggung jawab akademis dan organisasi.
2. Meluangkan Waktu untuk Melakukan Hobi dan Kesenangan
Meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan di luar tanggung jawab organisasi merupakan salah satu self-care yang efektif. Melakukan hobi yang disukai juga bisa dijadikan kegiatan untuk melepaskan diri dari rutinitas dan tekanan dalam organisasi. Kedua kegiatan tersebut dapat membantu meringankan stres dan memberikan rasa keseimbangan dalam hidup serta dapat mengembalikan ke produktivitas dengan energi yang lebih positif dan pikiran yang jernih. Dalam lingkungan organisasi kampus yang seringkali memberikan tuntutan tanpa henti, meluangkan waktu untuk menjalankan hobi dan melakukan kegiatan yang menyenangkan diri dapat menjadi cara yang ampuh untuk menjaga kesehatan mental.
3. Mencari Dukungan Sosial
Berbicara dengan teman, keluarga, orang yang dicintai, bahkan konselor mengenai tekanan yang dialami dalam organisasi tidak hanya merupakan bentuk self-care, namun juga menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan mental. Dukungan sosial sangat penting karena dengan hal itu mahasiswa yang merasa sedang dalam kondisi tertekan dalam merasa terhubung dan tidak merasa sendirian dalam menghadapi masalah. Ketika mahasiswa berbagi cerita tentang tekanan yang dialaminya dan mendapatkan respon positif dari orang-orang terdekat mereka, hal tersebut dapat mengurangi rasa tekanan yang ada dalam diri. Dukungan sosial ini juga dapat membantu mengurangi rasa terisolasi dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat secara emosional.
4. Olahraga dan Meditasi
Olahraga dan meditasi adalah dua bentuk aktivitas fisik dan mental yang telah terbukti efektif dalam menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Aktivitas fisik, seperti jogging, bersepeda, atau sekedar berjalan santai, merangsang pelepasan endorfin yang meningkatkan suasana hati. Sementara itu, meditasi dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi tekanan. Kombinasi olahraga dan meditasi dapat menciptakan keseimbangan fisik dan mental, yang sangat diperlukan oleh mahasiswa dalam menghadapi tekanan organisasi kampus yang sering kali menuntut.
Dengan menerapkan langkah-langkah tesebut, diharapkan mahasiswa masih yang mengikuti organisasi kampus tetapi merasa tingkat stresnya menjadi lebih meningkat dan banyak tuntutan diharapkan mampu hidup lebih seimbang setelah menerapkan langkah-langkah self-care diatas.
