Berkawan dengan Lawan

journalism student.
Tulisan dari Farah Nadhilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jemariku menyelami beranda media sosial, menyaksikan unggahan dari kehidupan para milenial. Yang terkadang tak habis pikir kumelihatnya. Mereka memamerkan kebodohannya untuk memperoleh eksistensi semata. Tanpa memikirkan risiko setelahnya.
Lain lagi dengan sebagian milenial yang menggunakan media sosial untuk memamerkan prestasinya. Sering kali aku menjadi tak percaya diri setelah melihat pencapaian yang mereka peroleh. Unggahan karya-karya yang menarik perhatian hingga mendapat beasiswa ke Negeri Jiran, membuat diriku merasa tertinggal jauh dari teman-temanku.
Lawan terbesarku berada di dalam tubuh ini, yaitu rasa tak percaya diri. Ketika kuingin membuat sesuatu atau sekadar ingin mengunggah karyaku, rasa tak percaya diri itu selalu menikam dan membuat tanganku melepaskan hal yang sedang kugenggam. Aku merasa karya-karyaku masih jauh dari kata layak. Berbeda dengan mereka yang selalu disukai oleh khalayak.
Lambat laun aku tersadar. Rasa tak percaya diri ini terus mengganggu, aku tak bisa terus-menerus hidup dengan keadaan terbelenggu. Aku akan semakin tertinggal jika aku hanya diam di tempat. Lalu, kuputuskan untuk berdamai dengan rasa ini. Menaklukan lawanku menjadi kawan.
Aku meyakinkan diriku bahwa pencapaian seseorang bukanlah tolak ukurku untuk melakukan suatu hal. Setiap orang pasti memiliki proses kehidupan yang tidak diketahui banyak orang. Begitu pula denganku, semua proses kehidupan yang telah kulalui menjadi contoh nyata bahwa diri ini berkembang dari hari ke hari. Tak sepatutnya aku berhenti melangkah hanya karena dihantui rasa tak percaya diri.
Ketika rasa itu datang kembali, yang bisa kulakukan hanyalah hadapi. Lawan itu akan berubah menjadi kawan dengan sendirinya jika kubisa mengendalikannya secara bijak. Ketika aku tak berani untuk menampilkan karyaku, yang kulakukan bukanlah mengikuti rasa itu, melainkan aku harus melawannya, yaitu membuat dengan semaksimal mungkin. (Penulis: Farah Nadhilah)
