Pentingnya Migas untuk Kehidupan Sehari-hari di Indonesia

Simple, modis & stylist Oia jangan lupa cek di web aku juga di www.farahdjafar.com
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Farahdjafar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Peran migas dalam masyarakat masih dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari. Begitu juga permintaan Migas masih tumbuh terutama di sektor transportasi dan pengembangan sektor gas juga penting dalam menjambatani transisi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan. Dalam transisi energi memastikan ketersediaan bahan bakar dan bahan baku agar ancaman baik secara nasional maupun global. Transisi energi juga dilakukan dalam berbagai tahap dengan mempertimbangkan daya saing, biaya, ketersediaan dan keberlanjutan.

Pemerintah berupaya terus melaksanakan beberapa program seperti memperluas penggunaan gas sebagai bahan bakar dan bahan baku untuk industri dengan mengembangkan infrastruktur transmisi dan distribusi gas yang terintegrasi. Sektor migas mendukung penuh Pemerintah dalam mengurangi pemanasan global dengan cara mengurangi karbon dilepaskan ke udara dan menerapkan teknopogi penangkapan karbon yang baik yang dihasilkan. Dikarenakan Pemerintah menargetkan Indonesia untuk Net Zero Emission (NZE) pada 2060 dapat tercapai.
Pemerintah juga menargetkan produksi minyak 1 juta barel dan gas 12 BSCFD pada tahun 2030 yang ditujukan khusus untuk pemanfaatan dalam negeri.
Aku berkesempatan hadir dalam event Meet The Blogger bersama IPA Convex yaitu Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition. Diadakan pada tanggal 11 Juli 2023 kemaren di Restaurant Sentosa Seafood, GBK Senayan Jakarta dalam menyambut 47th IPA Convex 2023.
Hadir beberapa narasumber yaitu :
- Ibu Marjolijn Wajong selaku Direktur Eksekutif IPA
- Bapak Nanang Untung selaku Tenaga Ahli Menteri ESDM
- Bapak Khrisna Ismaputra selaku Chairperson IPA Convex 2023
Diskusi ini dipandu oleh moderator yaitu Bapak. Aziz Husaini selaku Redaktur Energi Kontan. Dalam diskusi ini di buka penjelasan oleh Ibu Marjolijn Wajong mengenai Hulu Migas. Beliau mengatakan bahwa kita bisa mencari dan mengeksplorasi minyak mentah yang nantinya bisa di jual yaitu BBM dan saat ini Pemerintah telah melakukan beberapa terobosan kebijakn melalui fleksibilitas kontrak ( Cost Recovery). Yang dimana kebutuhan dalam negeri semakin meningkat tetapi tingkat produksi terus menurun di tahun 2022-2023, oleh karena itu adanya perbaikan terms and condition pada lelang wilayah kerja migas,insentif fisik/non-fiskal, pengajuan izin online dan penyesuaian regulas migas non konvesional. Yang terus meningkat kebutuhan dan produksi menurun karena adanya penggunaan Migas seperti transportasi, industri komersil dan lain-lain. Berbeda beberapa tahun yang lalu potensi belum dapat dikembangkan dan pemerintah belum dapat eksplorasi potensi-potensi yang ada. Dengan hal ini perlu adanya atau dibutuhkan survey ataupun study untuk menemukan potensi tersebut.
Beliau mengatakan alasan kenapa Indonesia membutuhkan investor dari luar negeri karena untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada dan bisa berkembang supaya bisa bagi hasil atau adanya sistem perjanjian kerjasama. Oleh karena itu Pemerintah berupaya untuk usaha maksimal menarik investor agar dapat mengembangkan potensi yang ada di Indonesia dengan adanya Transisi Energi Dunia.
Dalam hal ini dimana industri minyak dan gas bumi ini menjadi komoditas yang penting. Bahkan ada beberapa produk yang menjadi komoditas ekspor yang menyumbang keuntungan bagi perekonomian Indonesia.
Penjelasan selanjutnya disampaikan oleh Bapak Nunung Untung selaku Tenaga Ahli Menteri ESDM mengatakan bahwa adanya Hulu Migas dan Hilir Migas.
Perbedaan dari ini yaitu Hulu Migas dimulai dari mencari, menemukan dan memproduksi Migas. Sedangkan Hilir Migas untjk mengolahnya menjadi sesuatu atau menghasilkan.
Beliau mengatakan bahwa dulu Minyak & Gas segera habis, tetapi cadangan Migas semakin meningkat dan dibutuhkan di banyak dunia, berbeda di Indonesia semakin menurun. Walaupun di Indonesia tidak cukup dalam hal import minyak mentah, tetapi tetap berusaha untuk menurunkan emisi karbon yang di keluarkan saat proses pembakaran. Beliau juga mengatakan Indonesia terus berusaha meningkatkan Energi di Indonesia salah satunya dengan menarik Investor. Oleh karena itu bisa berbagai cara dengan adanya event IPA Convex disini bisa menegosiasi atau diskusi mengenai hal gas dan bumi.
Untuk event IPA Convex 2023 ke 47 akan diselenggarakan di BSD, Tangerang pada tanggal 25 - 27 Juli 2023. Dalam kesempatan di diskusi hadir Bapak Khrisna Ismaputra selaku Chairperson IPA Convex 2023 memberikan informasi event yang berlangsung dan yang ingin mendapatkan ilmu dan insight perihal Migas bisa langsung datang tetapi registrasi terlebih dahulu yang infonya ada di Instagram IPA. Event ini masyarakat bisa menanyakan perihal Migas yang dimana Indonesia supaya dapat mencapai target 2045 Indonesia emas. Untuk para orangtua yang punya anaknya sedang menuntut dibangku kuliah bisa mengikuti event ini secara gratis dan apabila ingin magang juga bisa syaratnya pun ada di masing-masing booth. Bapak Khrisna mengatakan kita harus sama-sama agar negeri Indonesia ini menjadi Indonesia emas dan kita peduli dengan adanya Migas karena kita masih butuh Migas untuk kehidupan sehari-hari dan diharapkan generasi muda lebih peduli dengan hal ini.
Kalian bisa mengukuti atau mengunjungi event IPA Convex 2023 ke 47 di ICE BSD, Tangerang pada tanggal 25-27 Juli 2023. Infonya bisa kunjungi website IPA Convex www.ipa.co.id atau instagramnya IPA Convex. See you di IPA Convex 2023.
