Menelusuri Manuskrip Doa sebagai Pengobatan Asal Kota BauBau Sulawesi Tenggara

nama : Farhan Abdurrafi lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Faran Araffi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Naskah yang berjudul Doa – Doa dan azimat ini berasal dari daerah Baubau. Baubau merupakan sebuah kota yang terletak di Kepulauan Buton, Sulawesi Tenggara. Di daerah ini, dulu pernah berdiri kerajaan bernama "Kerajaan Buton", lalu berkembang menjadi "Kesultanan Buton". Kondisi fisik naskah secara keseluruhan baik dan sebagian teks nya juga masih dapat terbaca.
Tidak semua orang bisa membaca naskah pengobatan ini lantaran bacaannya yang bersifat magis. Selain itu, untuk melestarikan manuskrip lama yang memuat informasi tentang kehidupan dan budaya masa lampau, melestarikan tradisi lisan mantra dan pengobatan banjar yang mulai punah. Sebagian masyarakat banjar menggunakan jimat berupa benda bertuah untuk pembentengan dan penyembuhan penyakit. Adapun jimat-jimat tersebut diantaranya: kain sarigading, kalimbutuhan, kuwari, caping, samban, gelang buyu, gelang sawan, baju berajah, tempurung berajah, gelang haikal, dan basal.
Secara umum, manuskrip ini berisi ajaran tentang pengobatan sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Salah satunya manuskrip yang telah didigitalisasi oleh program repositori DREAMSEA di bawah ini:
Alangkah indahnya masyarakat islam mengamalkan wiridan-wiridan tertentu secara rutin atau selalu mewajibkan amalan- amalan sunnah untuk dirinya sendiri sehingga keadaan ini menjadi benteng atau pagar gaib bagi dirinya. Maka dari itu, berbagai pengaruh jahat dari dunia gaib akan terhalang untuk mengganggunya, serta akan terhindar dari berbagai penyakit yang susah disembuhkan secara medis.
Dalam pengobatan dengan metode spiritual, Al-Suyuti menerangkan bahwa terdapat aspek-aspek spiritual dari penyembuhan dan pemulihan. Misalnya, doa, pembacaan Al-Quran, dan mengingat Allah sebagai satu-satunya sesembahan.
Pada dasarnya, obat spiritual diperbolehkan dalam Islam selama tidak merusak diri sendiri dan orang lain. Perlu diketahui bahwa pengobatan spiritual tradisional sebenarnya diperbolehkan dalam Islam selama tidak mengarah kepada syirik seperti jampi-jampi, berdoa kepada roh halus atau azimat. Hal ini dikarenakan, Islam merupakan agama tauhid yang rasional dan tidak mistik. Pengobatan spiritual tradisional ini akan tetap subur di Indonesia selama umatnya masih percaya kepada hal-hal mistik, supranatural, roh halus dan roh jahat. Selain itu, tingkat pendidikan seseorang juga memiliki pengaruh terhadap tingkat kesuburan pengobatan spiritual tradisional di Indonesia karena mereka belum benar-benar mengerti Islam secara mendalam, serta menghayati arti dari makna tauhid.
Pada dasarnya, semua penyakit berasal dari Allah, maka yang dapat menyembuhkan juga hanya Allah semata. Akan tetapi, untuk mencapai kesembuhan tersebut tentunya harus sejalan dengan usaha yang maksimal. Sesungguhnya Allah yang mendatangkan penyakit, maka bersamaan dengan itu Allah juga yang mendatangkan obat.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya : Abu Darda' berkata, bahwa Rasulullah bersabda, " Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit serta obat dan diadakan-Nya bagi tiap penyakit obatnya, maka berobatlah kamu, tetapi janganlah kamu berobat dengan yang haram". (HR. Abu Daud).
