Sejarah Serta Perkembangan Retorika

Saya seorang mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Jurusan Jurnalistik. Saat ini saya berumur 19 tahun
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Farhan Fadillah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Retorika sendiri berasal dari bahasa inggris “rhetoric” yang berarti ilmu dalam berbicara, dalam bidang ke-ilmuwan sendiri retotika memeliki sifat rasional, empiris, umum, dan akumulatif.
Retorika dalam perkembangan budaya dan politik manusia sejak zaman kuno hingga modern. Retorika, sebagai seni persuasi dan komunikasi, telah memainkan peran krusial dalam membentuk opini publik, mempengaruhi keputusan politik, dan membentuk norma-norma sosial. Dalam artikel ini kita akan melihat sejarah serta perkembangan retorika mulai dari zaman yunani kuno zaman modern (masa kini)
1. Retorika pada Zaman Yunani Kuno
Retorika diketahui sudah ada sejak Zaman Yunani Kuno awalnya sendiri dimulai dari Abad ke-5 sebelum Masehi (SM) orang orang Sofis pada masa itu telah mempelajari retorika sebagai seni dalam berbicara, retorika dipelajari oleh orang Yunani Kuno guna untuk kepentingan politik, berpidato untuk memenangkan seseorang dalam pemilihan.
Salah satu tokoh terkenal pada bidang ilmu retorika adalah Aristoteles. Aristoteles terkenal dengan salaha satu karyanya yaitu “rhetoric.”
2. Retorika pada Abad Pertengahan
Pada abad pertengahan sering disebut sebagai abad kegelapan termasuk juga bagi ilmu retorika. Karena pada masa itu kristen sedang berkembang didaratan eropa sehingga retorika dianggap sebagai ilmu kejahiliyiahan, karena dikembangkan oleh orang orang yunani dan romawi yang paganistik. Sehingga pada zaman itu banyak pemeluk agama Kristen melarang mempelajari retorika. Pada abad pertengahan ilmu retorika semakin tereduksi retorika hanya dikaitkan dengan gaya bahasa dan penyajian saja. Hal ini menimbulkan aliran baru dalam yang disebut Manerisme aliran ini mengutamakan gaya bahasa yang indah, keindahan itu diperoleh melalui permainan bunya dan irama.
3. Retorika pada Zaman Modern
Retorika modern adalah gabungan serasi antara pengetahuan, pemikiran, seni dan berbicara. Retorika modern ditandai dengan munculnya "renaissance" atau abad pencerahan sekitar awal tahun 1200-an pada saat itu terdapat tiga aliran retorika modern yaitu:
A. Aliran epistemologi
Aliran epistemologis adalah aliran yang membahas teori pengetahuan, asal-usul, sifat, metode, dan batas batas pengetahuan manusia
B. Aliran Belles Lettres
Belles Lettres maksudnya dalam bahasa Prancis adalah tulisan yang indah. Retorika Belletris sangat mengutamakan keindahan bahasa, segi-segi estetis pesan, kadang-kadang mengabaikan segi informatifnya.
C. Aliran Elokusionis
Aliran ini menekankan teknik penyampaian pidato. Tokohnya Gilbert Austin. Ia memberi petunjuk praktis penyampaian pidato, yaitu pembicara tidak boleh melantur, mengarahkan matanya langsung kepada pendengar, dan menjaga ketenangannya.
Tujuan retorika adalah persuasi Artinya bahwa tujuan retorika adalah membina saling pengertian yang mengembangkan kerja sama dalam menumbuhkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat lewat kegiatan bertutur kata ataupun tulisan
