Tim 20 Ekspedisi Patriot IPB Perkuat Kapasitas SDM Pelaku UMKM di Semangga
Tulisan dari Farhan Fauzul Azhim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

MERAUKE – Penguatan ekonomi sebuah kawasan tidak selalu bertumpu pada investasi besar. Di Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Tim 20 Ekspedisi Patriot IPB University memulainya dari manusia di balik usaha, yakni para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui pendampingan berkelanjutan, tim berupaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar pelaku usaha mampu mengelola dan mengembangkan usahanya secara mandiri.
Pendampingan menyasar puluhan pelaku usaha yang tergabung dalam Kelompok UMKM Sinai, yang beranggotakan warga dari Kampung Urumb, Matara, dan Waninggap Nanggo. Bagi Tim 20, penguatan kapasitas SDM merupakan wujud pengembangan sociopreneurship masyarakat, yaitu kemampuan warga untuk berwirausaha sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Ketika pelaku usaha di tingkat mikro semakin cakap, ekosistem bisnis kawasan pun ikut tumbuh.
Salah satu bentuk pendampingan yang telah dilakukan adalah membantu penyediaan label stiker untuk produk para anggota menjelang Festival Kalimaro yang berlangsung 1–5 Oktober 2026. Festival tahunan Kabupaten Merauke yang merayakan sejarah, budaya, dan tradisi suku Marind ini menarik pengunjung dari dalam maupun luar daerah. Label stiker tersebut menjadi identitas masing-masing produk dan menambah nilai jualnya. Lebih dari itu, proses penyiapannya menjadi ruang belajar bagi pelaku usaha tentang pentingnya identitas usaha dan cara menghadirkan produk di hadapan konsumen.
Tim 20 menekankan bahwa pendampingan tidak dimaksudkan menjadikan warga sebagai penerima bantuan, melainkan pelaku utama usahanya sendiri. Penguatan kapasitas diarahkan pada cara berpikir dan bersikap sebagai pengusaha, mulai dari keberanian tampil di ruang publik, kepekaan terhadap kebutuhan pembeli, hingga kemampuan menentukan langkah pengembangan usaha. Kemampuan inilah yang diharapkan tetap bertahan setelah program berakhir.
Upaya ini sejalan dengan pesan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam pembekalan Ekspedisi Patriot pada 27 Juli lalu. Ia menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi, industrialisasi, dan lahirnya kawasan-kawasan ekonomi baru tidak semata ditentukan oleh investasi, teknologi, atau melimpahnya sumber daya alam, melainkan oleh SDM unggul yang bekerja dengan disiplin dan berorientasi pada penyelesaian misi.
Ke depan, Tim 20 berencana menggelar pelatihan pemasaran produk serta pengenalan cara kerja ekosistem bisnis, mulai dari hubungan antara pelaku usaha dan pemasok hingga perluasan jejaring pasar. Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM diharapkan memahami posisi usahanya dalam rantai usaha yang lebih luas.
Tim menargetkan UMKM di tiga kampung tersebut dapat naik kelas, baik dari sisi ekonomi maupun kapasitas pengelolanya. Dengan SDM yang semakin kuat, UMKM diharapkan tidak lagi berdiri sebagai usaha mikro biasa, melainkan menjadi roda penggerak ekonomi kampung, sehingga setiap warga dapat mengambil peran dalam memajukan perekonomian kawasannya.

