Konten dari Pengguna

Kebangkitan Pop Kreatif : Dari Era 80-an ke Musik Modern

Farhan Nadhir
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Andalas calon pebisnis sukses
28 Februari 2025 11:52 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Farhan Nadhir tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
foto dari penulis
zoom-in-whitePerbesar
foto dari penulis
ADVERTISEMENT
Musik Indonesia terus berkembang seiring waktu, tetapi ada satu genre yang kini kembali menarik perhatian, yaitu Pop Kreatif. Genre yang populer di era 1980-an hingga awal 1990-an ini dikenal dengan nuansa city pop ala Jepang yang dipadukan dengan unsur jazz, funk, dan R&B. Kini, di tengah tren musik modern, Pop Kreatif kembali menggema dengan sentuhan baru. Bagaimana sejarahnya, dan bagaimana pengaruhnya terhadap musik masa kini?
ADVERTISEMENT
Pop Kreatif lahir di tengah era keemasan industri musik Indonesia pada 1980-an. Di saat musik pop konvensional mendominasi, beberapa musisi mulai bereksperimen dengan aransemen yang lebih kompleks, progresi akor yang kaya, serta sentuhan jazz dan funk yang kental. Nama-nama seperti Fariz RM, Chrisye, Utha Likumahuwa, Vina Panduwinata, dan Harvey Malaiholo menjadi pionir genre ini, menghadirkan lagu-lagu yang tetap easy listening tetapi memiliki musikalitas tinggi.
Lagu-lagu seperti Barcelona (Fariz RM) dan Katakan Saja (Utha Likumahuwa) menjadi contoh sempurna bagaimana genre ini menggabungkan elemen city pop dengan nuansa tropis khas Indonesia. Tren ini juga dipengaruhi oleh perkembangan musik city pop di Jepang, yang kala itu juga sedang berkembang pesat.
Meskipun sempat meredup pada akhir 1990-an seiring dengan pergeseran tren musik pop dan rock alternatif, Pop Kreatif kini mengalami kebangkitan. Banyak musisi muda yang kembali menggali elemen-elemen khas dari genre ini dan mengadaptasikannya ke dalam musik modern. Beberapa pengaruhnya antara lain:
ADVERTISEMENT
1. Eksplorasi Sound Vintage Musisi masa kini mulai menggunakan synthesizer analog, groove bass yang funky, serta aransemen khas 80-an yang menjadi ciri Pop Kreatif. Hal ini terdengar dalam karya-karya musisi seperti Diskoria, Vira Talisa, dan Lomba Sihir.
2. Lirik Nostalgia dengan Nuansa Modern Banyak lagu saat ini yang mengangkat tema nostalgia tetapi dikemas dengan produksi yang lebih segar. Misalnya, Diskoria sering menghadirkan nuansa musik khas 80-an dengan lirik yang tetap relevan bagi generasi sekarang.
3. Munculnya Kolaborasi dengan Musisi Senior Beberapa musisi muda juga mulai menggandeng legenda Pop Kreatif untuk berkolaborasi, seperti Diskoria yang bekerja sama dengan Fariz RM dalam lagu Serenata Jiwa Lara.
Sejumlah musisi modern mulai memperkenalkan kembali elemen Pop Kreatif ke dalam musik mereka. Beberapa di antaranya adalah:
ADVERTISEMENT
• Diskoria – Duo DJ yang kerap membawakan ulang lagu-lagu lawas Pop Kreatif dan mengemasnya dengan sentuhan modern.
• Vira Talisa – Penyanyi yang banyak terinspirasi dari city pop dan jazz 80-an, dengan gaya vokal lembut dan aransemen khas era tersebut.
• Lomba Sihir – Band dengan eksplorasi aransemen yang menyerupai Pop Kreatif namun tetap memiliki unsur kekinian.
Pop Kreatif membuktikan bahwa musik yang kaya unsur musikalitas tidak akan pernah benar-benar mati. Dengan adaptasi yang cerdas dan inovasi dari musisi muda, genre ini kembali bersinar dan meraih pendengar baru. Kebangkitan Pop Kreatif bukan hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga menjadi bukti bahwa musik berkualitas akan selalu menemukan jalannya untuk tetap relevan di setiap generasi.
ADVERTISEMENT
sumber : Farhan Nadhir