Konten dari Pengguna

Magang sebagai Langkah Awal Mengenal Dunia Kerja di PT Catu Manikam Lestari

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Farhan Ramadhani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dunia perkuliahan dan dunia kerja merupakan dua lingkungan yang memiliki tantangan berbeda. Di bangku kuliah, mahasiswa mempelajari teori dan konsep sebagai bekal masa depan. Namun, ketika memasuki dunia kerja, mahasiswa dituntut untuk mampu menerapkan pengetahuan tersebut, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan. Oleh karena itu, pengalaman magang menjadi salah satu proses penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional.

AI EDITING
zoom-in-whitePerbesar
AI EDITING

Apakah bekal teori yang diperoleh di bangku kuliah sudah cukup untuk menghadapi dunia kerja, atau mahasiswa juga membutuhkan pengalaman langsung agar lebih siap menghadapi tantangan profesional?

Pengalaman ini saya rasakan selama menjalani magang di PT Catu Manikam Lestari, perusahaan yang bergerak di bidang properti, dengan penempatan di Grand Mutiara Bogor. Selama magang, saya memperoleh kesempatan untuk mengenal kegiatan administrasi, seperti menginput data nasabah, mengelola dokumen, menyiapkan berkas akad, serta mempelajari pekerjaan yang berkaitan dengan laporan keuangan dan perpajakan. Kegiatan tersebut memberikan gambaran bahwa kelancaran operasional perusahaan membutuhkan ketelitian, keteraturan, dan kerja sama yang baik.

Menurut saya, jawabannya tidak. Pengetahuan memang penting, tetapi mahasiswa juga perlu memiliki kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, sikap profesional, dan kemauan untuk terus belajar. Keterampilan tersebut tidak cukup hanya dipahami melalui teori, tetapi perlu dilatih melalui pengalaman dan interaksi langsung di lingkungan kerja.

Sebagai mahasiswa akuntansi, saya menyadari bahwa pengalaman magang memberikan perspektif baru mengenai penerapan ilmu yang dipelajari di perkuliahan. Pekerjaan yang berkaitan dengan administrasi dan pengelolaan dokumen juga mengajarkan pentingnya ketelitian dalam mendukung proses kerja. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa kemampuan profesional tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses, arahan, dan kesediaan untuk memperbaiki diri.

Sejauh mana peran perusahaan, perguruan tinggi, dan mahasiswa dalam menciptakan pengalaman magang yang benar-benar bermanfaat bagi kesiapan menghadapi dunia kerja?

Menurut saya, perusahaan dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman magang yang bermakna. Mahasiswa perlu memperoleh kesempatan untuk memahami pekerjaan yang dilakukan serta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan bidang studinya. Di sisi lain, mahasiswa juga harus aktif mencari pengetahuan, bertanya ketika mengalami kesulitan, dan menjalankan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh.

Pada akhirnya, magang bukan hanya kesempatan untuk mengenal lingkungan kerja, tetapi juga sarana untuk mengenali kemampuan diri dan memahami hal-hal yang masih perlu dikembangkan. Pengalaman di PT Catu Manikam Lestari menjadi pengingat bagi saya bahwa persiapan menghadapi masa depan tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran di kelas. Mahasiswa juga perlu berani memperoleh pengalaman nyata, menghadapi tantangan, dan belajar dari setiap proses yang dijalani. Sebab, langkah kecil selama magang dapat menjadi bekal berharga untuk membangun karier di masa mendatang.