Pertemuan yang Ditakdirkan

Managing Director Yayasan Teman Saling Berbagi II Membuat hidup #MenjadiLebihBermakna bersama Yayasan Teman Saling Berbagi II Berbagi pesan kebaikan tentang hidup yang #SalingBukanSilang.
Tulisan dari Farhanah Fitria Mustari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ditulis oleh: Farhanah Fitria Mustari (Managing Director of Yayasan Teman Saling Berbagi)

Pernahkah kamu membayangkan hidupmu saat ini adalah rangkaian takdir yang terhubung?
Saya merasa demikian. Menyadari bahwa manusia tercipta dengan begitu rapuh dan membutuhkan kekuatan tangan Tuhan untuk menguatkan langkah. Seiring berjalan waktu, hidup adalah misteri dan menjalani merupakan cara terbaik. Hingga, kita sudah berada pada titik ini pertanda bahwa kemampuan menjalani kehidupan semakin jauh dan luas. Andaikan kita sejak dini menyadari bahwa wisata hidup semakin seru untuk dijalani ketika takdir menuntun kita kepada “pintu” yang berbeda. Salah satunya adalah pertemuan dengan seseorang.
Selama ini, saya mengandalkan akal dan cara berpikir yang rasional ketika bertemu dengan seseorang. Seakan-akan angkuh dengan kompetensi diri yang berlandaskan pemikiran “pertemuan” adalah hasil upaya pribadi. Nyatanya, banyak hal yang terjadi dan dihadirkan tanpa masuk akal. Namun, semua ini berawal dari hati yang indah. Tanpa disadari, ada kebaikan sifat hingga sikap yang terdapat dalam dirimu dan bermuara pada “oleh-oleh” kesan hangat bagi orang lain. Sehingga, saya meyakini bahwa apa yang diucapkan, ditulis, hingga dipikirkan perlu berlatih secara sadar. Dalam artian, sadar untuk menjadi baik. Toh, bukankah kita sudah mengetahui jika niat akan memandu hidup selanjutnya?
Pertemuan dengan siapapun dan dimanapun tidak akan pernah lepas dari campur tangan takdir. Tugas kita adalah mengambil hikmah sebanyak-banyaknya untuk dijadikan sebuah pembelajaran. Dengan harapan, agar menjalani hidup yang sekali ini dengan penuh nikmat. Memang, tidak semua orang yang akan kita temui selaras dengan nilai hidup kita. Tidak perlu menyalahkan diri apalagi takdir. Beberapa pertemuan seringkali bertanda “ujian” dan bukan tugas manusia menentukan apa yang benar atau salah. Kita hanya perlu berupaya mencari cara dan pesan dibaliknya. Namun, saya percaya seringkali hidup selalu memberikan pertemuan baik dengan orang-orang tepat. Porsi ini selalu lebih banyak selama kita berani mensyukurinya.
Oleh karena itu, siapapun orang yang kamu jumpai dan kenali. Barangkali, hubungan kalian tidak bersifat temporer dan sebatas ruang. Lebih daripada itu, kemungkinan besar untuk menjadikan hubungan tersebut sebagai upaya kebaikan yang menghantarkan pada keajaiban hidup yang tak disangka-sangka.
