Melestarikan Tradisi, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 10 Dukung Sedekah Bumi

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Farida Putri Ramadhani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) posko 10 mendukung kegiatan sedekah bumi dengan berpartisipasi secara langsung dalam acara tersebut di Dusun Karang Talun, Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang pada Jum'at, 1 Agustus 2025.
Tradisi sedekah bumi yakni rangkaian dari kegiatan Merti dusun Karangtalun yang telah dilakukan secara turun temurun diadakan dua tahun sekali. Masyarakat dusun Karangtalun begitu antusias dengan diikuti oleh 11 RT dan mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang, UIN Salatiga, dan Universitas Ngudi Waluyo.
Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan diawali tahlil oleh Ustadz Tahrin sebagai pengasuh Madin Karangt Talun. Kemudian dilanjut sambutan-sambutan dan makan bersama. "Kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturrahmi antar masyarakat, tapi juga melestarikan budaya dan tradisi yang ada di Jawa Tengah." Ujar Pak Jamhari sebagai kepala desa Desa Mlilir.
Tradisi ini juga sebagai bentuk rasa syukur atas berlimpahnya hasil bumi dusun Karang Talun. "Tradisi ini sudah berjalan sejak dulu mbak, tapi memang sempat tidak dilakukan ketika Covid-19. Tradisi ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur terhadap Gusti Allah atas berlimpahnya hasil bumi." Ujar Mutia sebagai salah satu remaja dusun Karangt Talun.
Tradisi sedekah bumi yang dilaksanakan di dusun Karangtalun adalah contoh nyata bahwa warisan budaya dapat terus hidup ditengah gempuran kemajuan teknologi saat ini. Mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap tradisi ini dapat dipertahankan dan dilestarikan.
"Tradisi ini memang sudah seharusnya perlu dilestarikan, selain daripada memperkuat solidaritas juga menjaga tradisi. selagi tradisi ini positif sudah sepatutnya terus dipertahankan." Ujar Shinta sebagai mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang.
