Konten dari Pengguna

Pengembangan Inovasi Baru Desa Jatiguwi dengan Bantuan Dana Desa

Farisa Putriana Dewi

Farisa Putriana Dewi

Mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang jurusan Akuntansi angkatan 2019

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Farisa Putriana Dewi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Taman Wisata Panorama Jurang Toleh. Kredit foto: Farisa Putriana Dewi
zoom-in-whitePerbesar
Taman Wisata Panorama Jurang Toleh. Kredit foto: Farisa Putriana Dewi

Desa Jatiguwi merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Malang Selatan, tepatnya di Kecamatan Sumberpucung. Sektor perekonomian paling tinggi di Desa Jatiguwi berada pada sektor pertanian yang mana petani itu sendiri dari penduduk setempat. Berdasarkan website desajatiguwi.com Desa Jatiguwi memiliki luas lahan pertanian mencapai 459.763 Hektar. Hal tersebut membuat Desa Jatiguwi masih memiliki sisa lahan kosong yang dapat dijadikan sebagai inovasi baru untuk membentuk Taman Wisata Panorama yang indah.

Hal mengenai anggaran pendapatan atau dana desa tersebut sudah dilakukan secara transparansi oleh Badan Keuangan Desa (BPD) kepada warga desa sehingga tidak akan memunculkan kesalahpahaman terkait penggunaan dana desa Jatiguwi. Penggunaan dana Desa Jatiguwi memiliki tujuan untuk mensejahterakan warga Desa Jatiguwi yaitu dengan membangun infrastruktur baru dan fasilitas-fasilitas umum yang lebih maju . Selain itu dana desa juga digunakan untuk membangun Taman Wisata Panorama yang bernama Jurang Toleh.

Para warga di Desa Jatiguwi melakukan sebuah inovasi baru yang awalnya digagas oleh salah satu pemuda di desa tersebut. Ide tersebut bertujuan agar Taman Wisata Jurang Toleh menjadi suatu objek wisata yang layak dan mampu menambah pendapatan desa. Sebelum menyampaikan usulnya kepada pengurus desa, pemuda tersebut melakukan observasi dan rapat bersama dengan pemuda lainnya. Setelah mendapatkan persetujuan terkait ide tersebut, pengurus desa memasukkan ide tersebut ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) dan perlahan memulai pembangunan Taman Wisata Panorama Jurang Toleh dengan menggunakan bantuan dari dana desa.

Taman wisata tersebut sempat dirawat dengan baik oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekitar dan mengembangkan pembangunan desa. Namun sejak terjadi pandemi Covid-19 di Indonesia, Taman wisata ini ikut terkena dampaknya yaitu kurangnya pengunjung yang disebabkan adanya peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diutus oleh pemerintah pusat. Hal itu dapat dilihat dari keringnya bunga-bunga yang ada di taman tersebut dan banyaknya sampah yang berserakan di sekitar taman. Meskipun sedang dalam masa pandemi merupakan sebuah kewajiban bagi pemerintah desa untuk tetap merawat taman wisata dan mulai melakukan inovasi baru dengan mengikuti protokol kesehatan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

BUMDes itu sendiri sangat diperlukan bagi desa sebagai lembaga yang mengatur, mengawasi, dan menjalankan perekonomian di desa. Desa Jatiguwi sendiri sudah memiliki BUMDes yang aktif dalam mengelola perekonomian desa bagi masyarakat disekitarnya. Salah satu bukti nyata dari BUMDes Jatiguwi yaitu terciptanya Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Jati Mandiri. TPST tersebut dibangun pada tahun 2018 dengan menggunakan bantuan dari dana desa dan pada saat ini TPST Jati Mandiri mempunyai 6 orang pekerja, 2 orang sebagai pengangkut sampah dari warga sekitar dan 4 orang sebagai pemilah dan pengolah sampah.

Hasil dari pemilahan sampah plastik  dipisahkan yang akan dikelola menjadi sebuah kerajinan tangan yang bermanfaat. Kerajinan tangan tersebut dilakukan oleh Ibu-Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa. Kegiatan tersebut diberi modal awal dari dana desa sebagai pendukung kegiatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di desa. Hasil penjualan kerajinan tangan tersebut diperuntukkan untuk Ibu-Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pribadi sebagai penunjang ekonomi keluarga sehingga perekonomian pada Desa Jatiguwi akan ikut meningkat.

Potensi besar yang terdapat pada desa ini mulai dari SDA dan SDM sebaiknya harus didampingi dengan inovasi-inovasi baru yang harapannya akan mengembangkan potensi desa. Perlunya melakukan evaluasi terkait perkembangan Taman Wisata Panorama Jurang Toleh pada masa pandemi ini agar mampu menarik para wisatawan kembali.