Konten dari Pengguna

Aksi Siaga Bencana di SDN Taraban 01: Belajar Seru Bareng Mahasiswa PPL dan MDMC

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhamad Fariz Al Ghifari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sesi foto bersama Siswa, Mahasiswa dan MDMC
zoom-in-whitePerbesar
Sesi foto bersama Siswa, Mahasiswa dan MDMC

Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap keselamatan dan kesiapsiagaan warga sekolah, tim mahasiswa PPL Universitas Peradaban yang ditempatkan di SD Negeri Taraban 01 melaksanakan Program Kerja Kemanusiaan ke-2 dengan tema “Simulasi Mitigasi Bencana Alam Gempa Bumi”. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 24 Oktober 2025, bekerja sama dengan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Brebes, lembaga yang berpengalaman dalam penanganan dan edukasi kebencanaan.

Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman, keterampilan, serta kesiapan kepada siswa, guru, dan staf sekolah dalam menghadapi situasi darurat, khususnya ketika terjadi gempa bumi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah mampu bertindak cepat, tepat, dan tenang dalam menyelamatkan diri serta membantu orang lain saat bencana terjadi.

MDMC sedang memberikan materi tentang kesiapsiagaan bencana kepada siswa

Kegiatan dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan suasana ceria dan penuh semangat. Seluruh siswa, guru, dan mahasiswa PPL mengikuti senam pagi bersama di halaman sekolah. Selain menyehatkan, kegiatan ini juga menjadi momen kebersamaan sebelum pelaksanaan program utama. Setelah senam, suasana menjadi semakin meriah dengan adanya ice breaking yang dipandu oleh mahasiswa PPL untuk menjaga antusiasme para siswa sembari menunggu kedatangan tim MDMC.

Sekitar pukul 08.00 WIB, tim MDMC Brebes yang terdiri dari 10 anggota tiba di lokasi dan langsung disambut hangat oleh pihak sekolah. Acara resmi pun dimulai dengan perkenalan anggota MDMC kepada siswa-siswi dan warga sekolah lainnya. Mereka kemudian memberikan materi edukatif tentang mitigasi bencana alam, khususnya bagaimana menghadapi gempa bumi dengan benar.

Mahasiswa sedang menempelkan jalur evakuasi

Materi disampaikan dengan gaya interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Diselingi dengan kuis edukatif berhadiah alat tulis, para siswa tampak antusias menjawab setiap pertanyaan yang diberikan. Sementara kegiatan penyampaian materi berlangsung, tim mahasiswa PPL dan anggota MDMC lainnya menempelkan jalur evakuasi dan tanda titik kumpul di setiap sudut sekolah, sebagai upaya konkret dalam memperkuat kesiapsiagaan lingkungan sekolah terhadap bencana. Jalur evakuasi dibuat jelas dan mudah diikuti, sedangkan titik kumpul utama ditetapkan di halaman sekolah yang dinilai paling aman.

Setelah penyampaian teori selesai, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi gempa bumi. Dalam simulasi ini, siswa diarahkan untuk melakukan tindakan penyelamatan diri seolah-olah sedang terjadi gempa saat proses belajar mengajar berlangsung. Siswa segera berlindung di bawah meja, menunduk, dan melindungi kepala dengan tangan. Ketika “sirine tanda gempa berhenti”, mereka keluar kelas dengan tertib dan berbaris menuju titik kumpul. Guru dan mahasiswa turut membantu mengarahkan jalannya evakuasi agar sesuai dengan prosedur yang telah diajarkan.

Siswa sedang berkumpul di titik kumpul halaman sekolah

Selain itu, mahasiswa PPL juga mendapatkan pelatihan pertolongan pertama dari tim MDMC. Mereka diajarkan cara menolong korban bencana, termasuk cara mengangkat dan memindahkan korban menggunakan tandu sederhana. Latihan ini menjadi pengalaman berharga karena melatih keterampilan dasar dalam penanganan darurat yang mungkin dibutuhkan di situasi sebenarnya.

Usai simulasi, kegiatan diakhiri dengan kuis reflektif untuk meninjau pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Siswa-siswi tampak sangat antusias menjawab pertanyaan dan memberikan tanggapan atas kegiatan yang mereka ikuti. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa edukasi tanggap bencana dapat disampaikan dengan cara menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak.

Mahasiswa sedang memberikan pertolongan pertama kepada korban

Sebagai penutup, diadakan sesi foto bersama antara siswa-siswi, guru, staf sekolah, tim mahasiswa PPL, dan anggota MDMC Brebes sebagai kenangan atas kegiatan penuh makna ini. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan dan kolaborasi yang erat antara pihak sekolah, mahasiswa, dan lembaga kebencanaan.

Menariknya, di akhir kegiatan, MDMC Brebes memberikan kenang-kenangan kepada pihak sekolah berupa 6 buku Al-Qur’an. Pemberian ini sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral MDMC kepada SD Negeri Taraban 01 agar semakin kokoh tidak hanya dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga dalam membangun karakter religius warga sekolah.

Muhamad Fariz Al Ghifari, selaku perwakilan tim mahasiswa PPL Universitas Peradaban, menyampaikan kesan dan harapannya: “Alhamdulillah, program kerja kemanusiaan simulasi mitigasi bencana alam gempa bumi ini berjalan dengan lancar. Kegiatan ini menjadi bekal penting bagi siswa, guru, dan seluruh warga sekolah untuk mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana alam. Harapannya, kegiatan ini dapat meminimalisir risiko korban jiwa dan meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah terhadap berbagai kemungkinan bencana.”

Sesi foto bersama MDMC, mahasiswa dan guru

Melalui kegiatan ini, SD Negeri Taraban 01 tidak hanya menanamkan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan keimanan, tetapi juga memperkuat budaya tanggap bencana di lingkungan pendidikan dasar. Kolaborasi antara tim mahasiswa PPL Universitas Peradaban dan MDMC Brebes menjadi contoh nyata bahwa edukasi kebencanaan dapat diintegrasikan secara efektif dalam kegiatan sekolah, membentuk generasi yang sigap, peduli, tangguh, dan berakhlak mulia dalam menghadapi bencana.