Semarak HSN 2025 di SD Negeri Taraban 01 Penuh Nilai Religius dan Edukasi

Saya adalah seorang mahasiswa Prodi PGSD semester 7 dari Universitas Peradaban, Brebes, Jawa Tengah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muhamad Fariz Al Ghifari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suasana penuh khidmat dan keceriaan menyelimuti halaman SD Negeri Taraban 01 pada Rabu pagi, 22 Oktober 2025. Seluruh warga sekolah mulai dari guru, staf, hingga siswa-siswi berkumpul untuk memperingati Hari Santri Nasional 2025 yang tahun ini mengusung semangat kebersamaan, keislaman, dan kecintaan terhadap nilai-nilai religius di lingkungan sekolah dasar.
Kegiatan peringatan dimulai dengan upacara bendera memperingati Hari Santri Nasional, yang berlangsung dengan khidmat dan tertib. Para peserta upacara mengenakan busana muslim dan sarung, mencerminkan identitas santri yang penuh kesederhanaan namun sarat makna perjuangan. Pada kesempatan tersebut, Bapak Abdul Mutholib Muslim, S.Pd.SD bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menekankan pentingnya peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
“Santri bukan hanya belajar mengaji dan memperdalam ilmu agama, tetapi juga ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat santri adalah semangat cinta tanah air dan cinta damai,” ujar Bapak Abdul Mutholib Muslim di hadapan seluruh peserta upacara.
Beliau juga mengajak seluruh siswa untuk meneladani semangat juang para santri terdahulu dengan cara rajin belajar, berakhlak mulia, dan senantiasa menghormati guru serta orang tua.
Setelah upacara selesai, acara dilanjutkan dengan kegiatan mewarnai kaligrafi yang diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap seni Islam sekaligus melatih kreativitas mereka. Anak-anak tampak antusias menorehkan warna-warna indah pada tulisan kaligrafi yang bertuliskan ayat-ayat pendek dari Al-Qur’an.
Memasuki sesi berikutnya, sekolah menghadirkan acara maidhotul hasanah yang kembali disampaikan oleh Bapak Abdul Mutholib Muslim, S.Pd.SD. Dalam tausiah yang penuh hikmah, beliau mengingatkan seluruh siswa dan warga sekolah untuk selalu mengingat akan datangnya kematian serta adanya hari akhir atau hari kiamat. Dengan bahasa yang lembut namun menyentuh, beliau menegaskan, “Kematian adalah kepastian, dan hari akhir pasti akan datang. Maka dari itu, mari kita perbanyak amal baik sejak dini agar menjadi bekal di akhirat nanti.” Suasana pun menjadi hening dan penuh perenungan.
Selepas acara tausiah, suasana kembali semarak dengan digelarnya lomba fashion show bertema busana santri. Setiap kelas mengirimkan dua perwakilan, yaitu satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan. Para peserta tampil percaya diri di atas panggung dengan busana muslim dan muslimah yang sopan serta elegan. Lomba ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu kelas rendah (kelas 1–3) dan kelas tinggi (kelas 4–6), masing-masing memperebutkan juara 1, 2, dan 3. Riuh tepuk tangan terdengar ketika peserta memperagakan gaya berbusana santri dengan penuh semangat dan keceriaan.
Sebagai penutup dari rangkaian acara, seluruh warga sekolah mengikuti acara makan bersama di halaman sekolah. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan kekeluargaan antara guru dan siswa, sekaligus mempererat rasa persaudaraan di lingkungan SD Negeri Taraban 01.
Melalui kegiatan ini, SD Negeri Taraban 01 tidak hanya memperingati Hari Santri Nasional secara seremonial, tetapi juga menanamkan nilai-nilai religius, nasionalis, dan sosial di hati para siswa sejak dini. Semangat kebersamaan dan cinta tanah air yang ditanamkan diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk terus meneladani perjuangan para santri yang berjiwa cinta agama dan cinta Indonesia.
