Teman Bukan Lawan: Sosialisasi Anti Bullying KKN di MI Shirothol Mustaqim

Saya adalah seorang mahasiswa Prodi PGSD semester 7 dari Universitas Peradaban, Brebes, Jawa Tengah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muhamad Fariz Al Ghifari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Universitas Peradaban melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 21 Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, melaksanakan salah satu program kerja dari divisi kesehatan berupa Sosialisasi Anti Bullying dengan tema “Teman Bukan Lawan: Saling Menyayangi, Jauhi Perundungan”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya bullying serta menanamkan nilai empati, saling menghargai, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada hari Senin, 2 Februari 2026, bertempat di MI Shirothol Mustaqim, dengan sasaran utama siswa kelas VI. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari, di mana mahasiswa KKN berangkat ke sekolah pada pukul 07.00 WIB untuk mengikuti upacara bendera hari Senin di halaman sekolah. Upacara berlangsung selama kurang lebih 30 menit dengan khidmat dan penuh kedisiplinan.
Setelah upacara selesai, sekitar pukul 08.00 WIB, acara sosialisasi resmi dimulai. Sebelum memasuki acara inti, siswa-siswi kelas VI melaksanakan pembiasaan rutin berupa membaca surat-surat pendek dan berdoa. Kegiatan ini menjadi pembuka yang menenangkan dan mempersiapkan mental siswa sebelum menerima materi sosialisasi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh Kak Dara dan Kak Fariz. Pada sesi awal, dilakukan perkenalan mahasiswa KKN kepada siswa-siswi, dimulai dari Kak Fariz, Kak Dara, Kak Rizki, Kak Widya, Kak Zita, Kak Iva, Kak Sabrina, Kak Cintya, Kak Muti, dan Kak Zela. Suasana semakin hangat setelah sesi ice breaking, yang bertujuan untuk mencairkan suasana dan meningkatkan antusiasme siswa.
Selanjutnya, sesi pemaparan materi sosialisasi anti bullying disampaikan oleh Kak Iva sebagai pemateri utama. Materi yang diberikan mencakup pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak bullying, tanda-tanda peserta didik yang mengalami bullying, alasan terjadinya bullying, dampak jangka panjang bullying, serta langkah-langkah pencegahan bullying. Selama pemaparan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, aktif mendengarkan, dan terlibat dalam sesi tanya jawab.
Untuk menjaga ketertiban dan fokus siswa, Kak Rizki, Kak Widya, Kak Zita, Kak Sabrina, Kak Cintya, Kak Muti, dan Kak Zela turut membantu mengondisikan suasana kelas agar tetap kondusif. Interaksi dua arah antara siswa dan mahasiswa KKN terlihat jelas, di mana siswa dengan percaya diri menjawab berbagai pertanyaan pemantik yang diberikan oleh pemateri.
Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuis sebagai bentuk evaluasi pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Siswa dengan berani maju ke depan kelas untuk menjawab pertanyaan, dan sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa KKN memberikan reward kepada siswa yang aktif berpartisipasi.
Acara kemudian berlanjut ke sesi kotak aspirasi, di mana siswa diminta untuk menuliskan cerita atau pengalaman pribadi terkait bullying yang pernah mereka alami. Setelah semua kertas dikumpulkan, beberapa cerita dipilih secara acak untuk dibacakan oleh kakak-kakak KKN. Momen ini menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam kegiatan, karena beberapa siswa terlihat menangis terharu saat mendengar kisah teman-temannya.
Sebagai penutup, mahasiswa KKN memberikan nasihat dan ajakan kepada seluruh siswa untuk berkomitmen tidak melakukan bullying terhadap sesama teman. Acara ditutup dengan salam dan doa, menandai berakhirnya kegiatan dengan penuh harapan dan pesan moral.
Kegiatan sosialisasi anti bullying ini mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari pihak mahasiswa KKN. Kak Iva selaku pemateri menyampaikan bahwa acara berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti, serta seluruh siswa kelas VI menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti rangkaian kegiatan. Selain itu, Ketua KKN, Kak Fariz, juga mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan program kerja ini. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada siswa kelas VI serta para guru MI Shirothol Mustaqim yang telah memberikan dukungan, kerja sama, dan izin kepada mahasiswa KKN sehingga kegiatan sosialisasi anti bullying dapat terlaksana dengan baik dan sukses.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa kelas VI MI Shirothol Mustaqim dapat lebih memahami bahaya bullying serta menerapkan sikap saling menghargai, menyayangi, dan menjaga pertemanan, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas dari perundungan.
