Kumparan Logo

Bahlil soal Izin Tambang: Saya Sayang Pengusaha Besar, tapi Prioritas untuk UMKM

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemberian izin tambang kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diperlukan sebagai langkah pemerataan ekonomi.

Bahlil menjelaskan, peran Indonesia dalam memengaruhi harga komoditas dunia kini semakin besar seiring pengetatan kuota produksi tahunan. Kondisi ini turut berdampak positif terhadap penerimaan negara, mengingat harga batu bara hingga nikel yang membaik belakangan ini.

"Produksi batu bara itu tidak sebanyak di tahun 2025, tetapi PNBP-nya lebih tinggi dibandingkan dengan 2025. Artinya, kita pengin produksinya tidak terlalu banyak, tapi pendapatan negara itu yang paling penting," kata Bahlil saat kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81, di Jakarta, Senin (21/9).

Selain soal harga komoditas, Bahlil juga menekankan pentingnya pemerataan dampak ekonomi dari aktivitas pertambangan, terutama bagi pengusaha kecil.

"Kita mencari pemerataan, yang gede perlu kita dukung, tapi dia harus memberikan kontribusi kepada negara lewat royalti yang besar dan jangan mematikan UMKM," tuturnya.

Ilustrasi tambang batu bara. Foto: Shutterstock

Menurutnya, meski pengusaha besar menyumbang royalti besar kepada negara, UMKM tetap memegang peran krusial mengingat kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61 persen.

"Saya kalau disuruh memilih, memilih pengusaha besar atau UMKM? Saya sayang dengan pengusaha besar, tapi kalau saya diperhadapkan dengan pilihan, saya akan memprioritaskan juga untuk UMKM," tegasnya.

Bahlil mengungkapkan, saat ini sudah ada jutaan UMKM yang mengajukan izin pertambangan kepada pemerintah, setelah mendapat payung hukum melalui UU Minerba terbaru.

"UMKM sekarang ada juga di pertambangan, yang minta RKAB cuma 500, 200.000, 700.000, 1.000.000 [produksinya] itu UMKM. Kalau satu perusahaan menguasai gede, ya saya lebih memilih banyak orang yang hidup daripada satu orang yang berkuasa," jelasnya.

Ia pun mengakui kebijakan ini menuai tekanan dari sejumlah pengusaha besar yang merasa terganggu dengan porsi izin pertambangan yang kini diberikan kepada UMKM. Meski begitu, Bahlil menegaskan kebijakan tersebut tidak akan dicabut.

"Saya tahu itu banyak tantangan kok, banyak tekanan ke saya. Tapi kembali kepada tema, saya tidak akan pernah mundur untuk menegakkan apa yang menjadi perintah Bapak Presiden dan apa yang menjadi tujuan daripada kita berbangsa dan bernegara," tuturnya.

Ilustrasi tambang batu bara. Foto: Shutterstock

Alih-alih merasa tersaingi, kata Bahlil, pengusaha besar didorong untuk membina pengusaha kecil di sektor pertambangan, agar kue ekonomi bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Saya pernah merasakan perasaan pengusaha yang menengah ke bawah dan menengah ke atas. Yang harus dijaga, yang harus dibina itu menengah ke bawah. Jangan menengah ke bawah itu dibiarkan sendiri berkompetisi dengan yang besar. Sampai ayam tumbuh gigi pun susah untuk dia bisa berkembang gitu," tandasnya.