Bahlil soal Rangkap Jabatan: Transisi Energi dan Hilirisasi Tak Bisa Parsial

Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan alasan dia rangkap jabatan.
Bahlil baru saja dilantik sebagai Menko hari ini. Dia menjamin akan totalitas mengemban amanah baru yang diberikan Presiden Prabowo Subianto.
"Selain menjadi Menteri ESDM, saya juga merangkap menjadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, insyaallah sebagai pembantu presiden akan berusaha sekuat tenaga dengan totalitas untuk menjalankan tugas ini dengan baik, baik adalah sebagai Menko maupun sebagai Menteri ESDM," ungkapnya saat konferensi pers, Kamis (1/10).
Kendati demikian, Bahlil belum bisa menjelaskan dengan rinci apa saja kementerian teknis yang akan dinaungi maupun pejabat-pejabat yang akan dilantik untuk membantunya.
Seluruh detail tersebut, kata Bahlil, akan diatur lebih lanjut di Peraturan Presiden (Perpres). Dia hanya menuturkan terdapat urgensi pembentukan nomenklatur baru di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu dan tuntutan pengembangan energi bersih.
"Maka Bapak Presiden memandang penting untuk program-program prioritas terkait dengan hilirisasi, terkait dengan transisi energi sebagai komitmen global dari Paris Agreement, maka ini tidak bisa dilakukan dengan cara parsial tapi harus dilakukan dengan komprensif, terukur, dan betul-betul dapat diujukan dengan target apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden," jelas Bahlil.
Selain itu, Bahlil juga belum bisa menjelaskan target atau program kerja prioritas setidaknya untuk 3 bulan ke depan. Dia meminta waktu agar dirinya bekerja dan melapor kepada Prabowo terlebih dahulu.
"Masyaallah, aku baru dilantik sayang, nanti sudah kerja baru saya laporkan lagi, ya. Saya selalu bekerja tiap hari, bukan per tiga bulan, ya, tiap hari. Jadi saya kerja, berpikir, kerja, berpikir, berpikir, kerja," tandas Bahlil.
