Kumparan Logo

Bulog Bakal Naikkan Biaya Pemeliharaan Gudang Dua Kali Lipat Mulai September

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengecek susunan beras medium di gedung beras Bulog, Jakarta, Selasa (4/9/2018) Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengecek susunan beras medium di gedung beras Bulog, Jakarta, Selasa (4/9/2018) Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Perum Bulog berencana menaikkan biaya operasional pemeliharaan gudang hingga 2 kali lipat mulai September 2026. Keputusan itu diambil Bulog usai mendapatkan kenaikan margin fee menjadi 7 persen dari setiap penugasan pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhan, mengatakan kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan standarisasi beras tetap terjaga sesuai dengan yang diharapkan pemerintah.

"Kami dalam waktu dekat juga akan meningkatkan pemeliharaan gudang...kepala gudang dan kawan-kawan yang selama ini sebagai ujung tombak dan tulang punggung Bulog yang memelihara dan merawat beras-beras Bulog. kami naikkan biaya operasionalnya di gudang menjadi dua kali lipat," ujar Rizal saat ditemui di kantor pusat Bulog, Jakarta, dikutip Selasa (4/8).

Rizal mengatakan, kenaikan margin fee Bulog menjadi 7 persen baru berlaku pada bulan ini, sehingga target kenaikan biaya pemeliharaan gudang berlaku bulan selanjutnya.

Pemerintah sudah menyetujui kenaikan margin fee Bulog dari sebelumnya Rp 50 per kilogram (kg), menjadi 7 persen atau sekitar Rp 970 per kg. Hal itu tertera dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbapanas) Nomor 3 Tahun 2026. Dengan kenaikan itu, neraca keuangan Bulog diprediksi positif Rp 1,14 triliun tahun ini.

Petugas mengecek susunan beras di gedung beras Bulog, Jakarta, Selasa (4/9/2018) Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Mulai bulan depan kami sudah yakinkan dan kami sudah dirapatkan direksi untuk teman-teman gudang pemeliharaan operasional itu dinaikkan menjadi dua kali lipat," tegas Rizal.

Rizal menuturkan, biaya pemeliharaan gudang tergantung pada tipenya. Ada tipe A, B, dan C sesuai dengan kapasitas gudang.

"Kalau tipe A itu gudang yang biasanya per satu gudangnya itu 2 juta per satu gudang, bukan satu kompleks. Satu gudang pemeliharaannya kita naikkan jadi Rp 4 juta. Contohnya seperti itu, tipe A itu yang ukuran 3.500 ton ke atas," tuturnya.

Rizal menyebut pemeliharaan gudang akan tetap sama yakni ada pemeliharaan harian, mingguan, bulanan, hingga setiap semester. Sementara dana perbaikan gudang akan turun setiap 3 bulan.