Kumparan Logo

Danantara Pangkas 354 BUMN Merugi, Mayoritas Aset Sudah Tidak Beroperasi

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani memberikan keterangan pers usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah direksi Himbara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani memberikan keterangan pers usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah direksi Himbara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Danantara Indonesia mencatat sebanyak 354 BUMN telah dipangkas karena merugi, mulai dari bidang manajemen aset, hotel, hingga rumah sakit.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan pemangkasan tersebut dilakukan melalui program penyederhanaan (streamlining) atau merger. Sebagian besar aset badan usaha yang ditutup berstatus pasif (dormant).

"Pemangkasan sekarang sudah di 354. Aset-aset yang kita tutup ini pertama memang kebanyakan memang sudah dormant istilahnya. Jadi entitasnya masih ada, tapi sudah tidak berjalan. Kemudian ada yang kita lakukan merger," jelas Rosan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10).

Rosan mencontohkan, awalnya terdapat 6 BUMN manajemen aset yang seluruhnya digabungkan secara horizontal. Langkah serupa juga dilakukan terhadap 137 hotel dan 75 rumah sakit pelat merah, yang masing-masing disatukan menjadi satu perusahaan.

Ilustrasi gedung Kementerian BUMN. Foto: Abdurrohim Husain/Shutterstock

Langkah ini diambil karena sebagian perusahaan terus merugi. Dari total 1.074 BUMN, hanya 15 perusahaan yang menyumbang 97 persen dividen untuk kas negara.

"Malah sebagian besar itu 52 persen rugi. Ini yang kita coba perbaiki, dan tadi disampaikan kalau misalnya dunia usaha atau private sector bisa melakukan lebih baik, dan itu memang bukan hal-hal yang sifatnya strategis, ya kita berikan ruang yang lebih besar," ungkap Rosan.

Pada tahun depan, Rosan menuturkan Danantara akan lebih fokus mengoptimalkan aset BUMN agar lebih efisien dan produktif, dengan membuka pintu seluas-luasnya bagi pihak swasta untuk bekerja sama.

"Kalau memang yang sudah bagus, sudah bisa dikerjakan oleh private sector, ya silakan, kita dukung. Jadi program-program itu nanti kita akan susun untuk kita mulai konsolidasi kan sudah berjalan, mungkin next step-nya bagaimana kita meng-optimalisasi aset-aset ini," tuturnya.

Ilustrasi Danantara. Foto: Peace-loving/Shutterstock

Rosan berharap kolaborasi dengan swasta dapat meningkatkan produktivitas aset BUMN yang nilainya sangat besar namun arus kas yang diterima masih sangat kecil. Aset-aset tersebut mencakup sektor hulu migas, bandara, pelabuhan, hingga jalan tol, yang semuanya akan dianalisis terlebih dahulu.

"Bapak Presiden memberikan arahan, bagaimana sekarang kita mengoptimalkan aset-aset yang ada di BUMN ini dengan tentunya perencanaan yang baik, terukur, terstruktur, dan juga memberikan, karena kita sovereign wealth fund, memberikan juga keuntungan, yield yang baik juga," tandas Rosan.