Kumparan Logo

Djarum Berkomitmen Ikut Membangun Ekonomi Indonesia untuk Jangka Panjang

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Groundbreaking peternakan susu PT Global Dairi Bersama di Brebes, Jawa Tengah, Senin (20/7/2026). Foto: PT Global Dairi Bersama
zoom-in-whitePerbesar
Groundbreaking peternakan susu PT Global Dairi Bersama di Brebes, Jawa Tengah, Senin (20/7/2026). Foto: PT Global Dairi Bersama

Djarum sebagai perusahaan yang lahir dan tumbuh di Indonesia terus mengembangkan usahanya di berbagai bidang. Tentunya bukan hanya di sektor tembakau sebagai pondasi awal bisnis perusahaan ini, tapi juga bergerak ke industri lain yang relevan dengan kebutuhan Indonesia.

Seperti yang dilakukan Juli 2026 lalu. Djarum melalui PT Global Dairi Bersama (GDB) melakukan groundbreaking peternakan sapi perah terpadu di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Proyek ini akan menampung populasi hingga 30.000 ekor sapi perah dengan kapasitas produksi mencapai 180.000 ton susu per tahun.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang hadir dalam groundbreaking tersebut, menilai kontribusi pengusaha di sektor susu sangat penting. Dia menyebut, hadirnya GDB akan berkontribusi hingga 20 persen kebutuhan susu nasional.

"Kami bangga putra terbaik bangsa membangun untuk industri susu. Ini kita nanti-nantikan dan ini adalah harapan Bapak Presiden Republik Indonesia," kata Amran usai groundbreaking peternakan susu PT Global Dairi Bersama di Brebes, Jawa Tengah, Senin (20/7).

Sebelumnya, pada Maret 2026, Djarum melalui PT Savoria Kreasi Rasa membeli merek teh legendaris Sari Wangi senilai Rp 1,5 triliun dari PT Unilever Indonesia Tbk. Langkah ini menambah portofolio perusahaan di sektor konsumer dalam negeri.

Tak berhenti sampai di situ, perusahaan juga telah menyuntikkan modal di sektor kuliner lewat kepemilikan saham mayoritas di jaringan restoran Bakmi GM dengan nilai lebih dari Rp 2 triliun. Di sektor infrastruktur telekomunikasi, anak usaha Djarum, PT Global Telekomunikasi Prima, mengakuisisi PT Bach Multi Global Tbk senilai Rp 461 miliar. Langkah yang membuat perusahaan keluarga Hartono ini memegang 51 persen saham emiten infrastruktur telekomunikasi dan genset tersebut.

Ekspansi domestik ini juga merambah sektor teknologi dan manufaktur lewat Polytron, yang memproduksi barang elektronik dan kendaraan listrik nasional.

Ratusan pekerja melinting, merapikan, dan mengepak jutaan batang rokok di pabrik rokok PT Djarum yang berlokasi di Kudus, Jawa Tengah, Rabu (6/8/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Akar yang Tak Pernah Berubah

Konsistensi investasi domestik ini sejalan dengan fondasi bisnis Djarum sejak berdiri pada 1951. Berbasis di Kudus, Jawa Tengah, perusahaan ini telah menyerap ratusan ribu buruh linting lokal dan bermitra dengan jutaan petani tembakau dan cengkeh di seluruh nusantara. Bisnis yang sangat lokal, padat karya, dan terikat fisik (non-transferable) sehingga akan terus ada di dalam negeri karena ekosistem bahan baku, regulasi cukai, dan pasarnya ada di Indonesia.

"Komitmen Djarum terhadap Indonesia tidak pernah akan berubah. Oleh karena itu, 90 persen lebih dari bisnis banyaknya di dalam negeri, karena kita ingin kita tumbuh menyerap tenaga kerja, meningkatkan teknologi, menambahkan pendapatan menjadi sesuatu yang krusial dan penting agar bangsa ini makmur dan sejahtera," kata Senior Manager Corporate Communications Manager PT Djarum, Budi Darmawan, Kamis (10/9).

Selain di dalam negeri, Djarum juga memperluas jejak bisnisnya ke luar negeri sejak 1970-an. Saat ini produk-produk Djarum telah tersedia di enam benua, meliputi Asia, Australia, Amerika Utara dan Selatan, Eropa, serta Afrika.

Dalam periode 2019-2024, ekspansi juga dilakukan lewat sejumlah akuisisi strategis: pembelian klub sepak bola Como 1907 di Italia pada 2019, akuisisi produsen kertas rokok di Austria pada akhir 2023, dan pabrik kertas khusus di Amerika Serikat pada 2024 melalui kendaraan investasi Evergreen Hill Enterprise Pte Ltd. Dua akuisisi kertas rokok tersebut ditujukan untuk menopang rantai pasok bisnis inti Djarum di sektor kretek.

Budi menjelaskan, keputusan berinvestasi di luar negeri merupakan langkah diversifikasi bisnis yang bertujuan membuat bisnis perusahaan lebih berkelanjutan, sekaligus membawa nama Indonesia ke pasar internasional.

"Investasi yang kita lakukan adalah bagian dari satu bisnis yang sustainable dan menggunakan semua uang dari pinjaman asing," ungkapnya.

Pagelaran Sabang Merauke 2026 mengusung tema 'Hikayat Srikandi Nusantara' digelar di Indonesia Arena, kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Komitmen Djarum terhadap kemakmuran rakyat tidak hanya dari sisi bisnis. Pembangunan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi fokus perusahaan melalui Djarum Foundation, dengan 5 pilar utama: Bakti Sosial, Bakti Olahraga, Bakti Lingkungan, Bakti Pendidikan, dan Bakti Budaya.

Melalui pembinaan atlet, siswa, hingga seniman selama empat dekade hingga berprestasi di kancah internasional. Sebuah inisiatif yang menjadi kebanggaan tersendiri tidak hanya bagi Djarum, tapi juga bagi seluruh bangsa.

"Dari awal kita ingin bertumbuh bersama Indonesia, kemudian membantu mensejahterakan, memakmurkan negara ini," jelas Budi.