Kumparan Logo

Genjot Investasi, KDM Bakal Guyur Hibah untuk Bangun Jaringan Listrik di Jabar

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersama Menhub RI resmikan groundbreaking proyek Mastran BRT Cekungan Bandung untuk wujudkan era baru transportasi publik yang modern, terintegrasi, dan berkeadilan, Rabu (22/7/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersama Menhub RI resmikan groundbreaking proyek Mastran BRT Cekungan Bandung untuk wujudkan era baru transportasi publik yang modern, terintegrasi, dan berkeadilan, Rabu (22/7/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi alias KDM, akan mengguyur hibah dari Pemprov Jabar untuk membangun jaringan listrik yang dibutuhkan proyek-proyek investasi baru.

KDM mengatakan, listrik yang disalurkan PT PLN (Persero) sangat penting bagi keberlangsungan sektor industri. Dia mengakui salah satu hambatan dalam investasi adalah kepastian energi listrik.

"Salah satu problem investasi di Jawa Barat karena saya setiap hari ngurusin ini adalah listrik. Urusan tanah sudah selesai, IMB sudah selesai, tetapi problemnya adalah investasi masuk perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk membangun gardu, menarik kabel," ungkap KDM saat Groundbreaking PSEL Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Rabu (29/7).

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat groundbreaking PSEL Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Rabu (29/7/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

KDM mencontohkan salah satu proyek kawasan industri di Purwakarta yang harus melalui dialog panjang. Total investasi pengadaan lahan proyek itu sebesar Rp 15 miliar, namun penyambungan kabel listrik dari jaringan distribusi PLN mencapai Rp 17 miliar.

Atas dasar itu, KDM akan menghadap Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi untuk mengusulkan bantuan hibah dari Pemprov Jabar khusus untuk kebutuhan jaringan listrik.

"Daripada dana pemerintah Provinsi Jawa Barat misalnya dihibahin pada hibah yang tidak tepat itu kadang ratusan miliar. Saya lebih memilih Pemprov Jabar berinvestasi di PLN membangun jaringan listrik untuk memberikan layanan investasi terhadap para investor," tegas KDM.

Ilustrasi kawasan industri Jawa Barat. Foto: Roy Ismail/Shutterstock

KDM berpendapat jika investasi Rp 500 miliar untuk jaringan listrik bisa menghasilkan pembukaan lapangan pekerjaan 100 ribu, maka otomatis ada kenaikan penerimaan daerah melalui pajak.

"Kalau kita berinvestasi Rp 500 miliar menghasilkan 100 ribu tenaga kerja, pajak, perputaran ekonomi, infrastruktur, balik lagi orang bayar menjadi kas daerah. Saya minta izin perubahan ini ingin memasukkan itu sebagai bagian dari investasi," tuturnya.

Jika Pemprov Jabar berhasil membangun kerja sama dengan PLN untuk berbagai infrastruktur energi, KDM menilai dampaknya nanti akan lebih banyak investor yang hadir di daerah tersebut.

Hanya saja, dia menyebut perlu ada dukungan insentif atau diskon yang diberikan kepada sektor industri dari sisi kebutuhan listrik, agar daya tarik investasi di Jabar semakin tinggi.

"Kalau itu dikasih diskon untuk jangka panjang, dipotong dalam diskon biaya listriknya, mungkin dia juga mau, tidak ada masalah. Dia tidak dikasih diskon, tapi asetnya menjadi aset PLN," tutur KDM.

Pipa yang mengalirkan air dari Waduk Saguling, membentang di PLTA Saguling. Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Tuntaskan Rasio Elektrifikasi

Di sisi lain, KDM juga menyoroti masih ada 70.000 rumah tangga di Jabar belum mendapatkan aliran listrik, padahal daerah ini memiliki pembangkit listrik besar seperti PLTS Cirata hingga PLTA Saguling. KDM menargetkan daerah Jabar bisa mencapai rasio elektrifikasi 100 persen pada 2027.

"Jawa Barat menargetkan tahun depan seluruh rakyat Jawa Barat sudah punya listrik. Dari 500 ribu yang tidak punya listrik, sekarang tinggal 70 ribu lagi, tahun depan kelar," tandas KDM.