Karier Bahlil, Eks Sopir Angkot yang Rangkap Menko Hilirisasi-Menteri ESDM

Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi dalam reshuffle kabinet Merah Putih yang dilaksanakan hari ini, Kamis (1/10). Walau menjadi Menko, Bahlil tetap merangkap sementara sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Bahlil sudah menjadi Menteri ESDM sejak periode kedua pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) pada 2024. Jabatannya sebagai Menteri ESDM kembali berlanjut pada pemerintahan Prabowo dan dilantik pada Oktober 2024.
Profil Bahlil Lahadalia
Bahlil Lahadalia lahir pada 7 Agustus 1976 di Banda, Maluku Tengah, dari keluarga sederhana. Ia mengenyam pendidikan dasarnya di SD Negeri 1 Banda Neira hingga SMP Negeri 1 Banda. Kemudian ia melanjutkan pendidikan SMA di SMA YAPIS Fakfak.
Bahlil kemudian melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay di Jayapura. Namun, perkuliahannya sempat terhenti akibat keterlibatannya dalam peristiwa Mei 1998.
Sebelum terjun ke dunia politik, Bahlil mengaku pernah bekerja sebagai sopir angkot. Ia lalu berkarier di dunia bisnis dan dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses, terutama di Papua.
Bahlil mengelola berbagai jenis bisnis, mulai dari sektor properti hingga infrastruktur. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Pada Oktober 2019, Bahlil Lahadalia diangkat menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) oleh Presiden Joko Widodo. Di BKPM, Bahlil fokus pada upaya meningkatkan investasi asing dan domestik di Indonesia.
Ia juga memperjuangkan reformasi regulasi untuk mempermudah proses investasi, termasuk percepatan perizinan usaha. Pada 2021, Bahlil diangkat menjadi Menteri Investasi.
Pada 2024, Presiden Jokowi kembali melantiknya untuk menggantikan Arifin Tashrif sebagai Menteri ESDM. Di tahun yang sama, Bahlil juga terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar, menggantikan Airlangga Hartarto.
