Kumparan Logo

Penumpang Citilink Terdampak Abu Vulkanik Bisa Ajukan Reschedule dan Refund

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Pesawat Citilink. Foto: lcwang/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pesawat Citilink. Foto: lcwang/Shutterstock

PT Citilink Indonesia mengatakan penumpang yang jadwal penerbangannya terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau bisa mengajukan perubahan jadwal (reschedule) atau pengembalian dana (refund).

Corporate Secretary & CSR Group Head Citilink, Tashia Scholz, mengatakan hal ini berlaku bagi penumpang yang terdampak penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Bandara Husein Sastranegara (BDO) dan Bandar Udara Radin Inten II (TKG).

"Bagi penumpang yang penerbangannya terdampak, Citilink menyediakan opsi perubahan jadwal penerbangan (reschedule) tanpa dikenakan biaya tambahan dan opsi pengembalian dana (refund) sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya dalam keterangan resmi, Minggu (6/9).

Citilink, kata Tashia, mengimbau kepada seluruh penumpang yang penerbangannya terdampak untuk memantau status penerbangan melalui media sosial resmi Citilink, maupun menghubungi Contact Center di nomor 0804 1 080808, atau melalui fitur live chat Linka melalui WhatsApp 0811 1011 0808.

Foto udara kondisi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026). Foto: PVMBG/via REUTERS

Anak perusahaan Garuda Indonesia itu juga akan terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik. Informasi mengenai kelanjutan operasional penerbangan akan disampaikan secara berkala sesuai perkembangan situasi.

"Citilink menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang. Kami mengapresiasi pengertian dan kerja sama seluruh penumpang selama situasi ini. Hal ini kami lakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan," tandas Tashia.

Sebelumnya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali memperpanjang penghentian sementara operasional penerbangan hingga pukul 17.30 WIB pada Minggu (6/9). Keputusan ini dilakukan seiring meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.