Kumparan Logo

Prabowo Mau Olah Batu Bara Rendah Kalori Jadi BBM demi Tekan Impor

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kapal tongkang membawa batu bara di sungai Mahakam. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kapal tongkang membawa batu bara di sungai Mahakam. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan ada rencana untuk mengolah batu bara menjadi bahan bakar minyak (BBM) demi menekan impor. Hal tersebut juga sempat disinggung Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil menjelaskan rencana itu muncul di tengah gejolak geopolitik yang mengancam pasokan minyak mentah.

“Apa yang ingin saya bawa kepada Presiden Prabowo terkait dengan membuat gas atau minyak lewat batu bara, itu berangkat dari pemikiran bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, arahan Bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah mengoptimalkan seluruh potensi energi yang ada di Indonesia,” ujar Bahlil saat ditemui di Balai Sudirman Jakarta, Senin (21/9).

Bahlil menyebut teknologi hilirisasi batu bara sudah sangat canggih, tidak hanya bisa diubah menjadi gas, namun juga bisa menjadi BBM. Batu bara yang digunakan yakni dengan nilai kalori rendah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, memberikan sambutan pada acara peluncuran Biodiesel B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Dia mencontohkan China memiliki teknologi yang sangat matang terkait proyek gasifikasi batu bara rendah kalori. Menurutnya, sudah banyak pihak yang mengajukan kerja sama dengan Indonesia.

“Batu bara yang low calorie (kalori rendah) itu bisa menghasilkan gas maupun minyak. Nah, ini kan kita akan menindaklanjuti terus apa yang disampaikan oleh Pak Presiden,” tutur Bahlil.

Dengan hilirisasi batu bara di dalam negeri, Bahlil meyakini Indonesia bisa semakin menurunkan porsi impor BBM sehingga ketahanan energi semakin meningkat.

“Tujuannya agar kita tidak impor, sehingga devisa kita bisa ada di dalam negeri,” jelas Bahlil.

Sementara itu, Dirjen Minerba Tri Winarno menjelaskan teknologi pengolahan batu bara menjadi minyak sudah lama berkembang.

“Bahkan di Jerman itu pada saat Jerman Timur, itu mereka mengubah, karena di Jerman Timur enggak ada sumber minyak, mereka mengubah yang batu bara menjadi minyak untuk tank,” ungkapnya.

Selain di Jerman, Afrika Selatan melalui salah satu perusahaannya, Sasol, juga sudah lama mengembangkan hilirisasi batu bara tersebut sejak maraknya fenomena Apartheid.

Kendati demikian, Tri belum bisa memastikan negara mana yang akan dicontoh atau kerja sama dengan Indonesia.

“Nanti beberapa sedang dievaluasilah. Tentang negaranya kan enggak terlalu ini, yang penting teknologinya,” tandasnya.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Senin (31/8/2026). Foto: Youtube/ TVNU Televisi Nahdlatul Ulama

Sebelumnya, Prabowo mengatakan Indonesia mendapatkan banyak anugerah sumber daya alam yang melimpah untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Tidak hanya kelapa sawit. Prabowo juga menyebut batu bara juga bisa diolah menjadi bahan bakar minyak.

“Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya, ya, bukan yang profesor tadi itu, dari fakultas-fakultas teknik kita, sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit. Dan, kita juga nanti akan bikin juga, bensin dari batu bara,” jelasnya di Pondok Modern Darussalam Gontor, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (19/9).