Kumparan Logo

Wall Street Ditutup Bervariasi, Saham SpaceX Merosot 14 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock

Indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (5/8). Para trader mencerna keuntungan saham baru-baru ini dan memantau setiap petunjuk kemajuan menuju kesepakatan menghidupkan kembali Selat Hormuz.

Dikutip dari Bloomberg, S&P 500 turun 0,2 persen pada pukul 4 sore waktu New York. Nasdaq 100 jatuh 0,8 persen, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,5 persen.

Tanda-tanda penurunan muncul setelah reli S&P 500 senilai USD 3,7 triliun hanya dalam empat hari. Patokan utama pembuat chip turun 1,4 persen meskipun Nvidia Corp naik. Terlepas dari hasil yang kuat, SpaceX merosot 14 persen karena saham senilai USD 101 miliar tersedia untuk diperdagangkan pada Kamis.

Sejumlah mobil listrik Cybertruck Tesla terparkir di luar fasilitas SpaceX di Starbase, Texas (21/5/2026). Foto: Ronaldo Schemidt/AFP

Analis di Interactive Brokers, Jose Torres, menilai kegembiraan pada pagi hari di pasar modal nyatanya diikuti oleh kemunduran lantaran investor menunggu tindak lanjut tentang situasi Timur Tengah.

Iran mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman tentang rute yang diusulkan untuk pengiriman melalui Hormuz, sebuah langkah potensial menuju pembukaan kembali jalur air penting untuk pasokan energi.

Di bidang ekonomi, sektor jasa AS berkembang dengan kecepatan yang stabil pada Juli, namun kenaikan biaya untuk layanan dan bahan terus membebani perusahaan. Perusahaan menambahkan lebih sedikit pekerjaan daripada yang diharapkan.

Jika dikonfirmasi dalam laporan pekerjaan bulanan pemerintah pada Jumat, tren pekerjaan baru-baru ini menunjukkan bahwa pejabat Federal Reserve atau The Fed dapat tetap fokus pada inflasi yang masih meningkat.

Presiden The Fed Bank Minneapolis, Neel Kashkari, mengatakan bahwa bank sentral harus mulai menaikkan suku bunga secara bertahap sekarang untuk mengekang inflasi yang masih terlalu tinggi.