Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Asma

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Program studi Ilmu Keperawatan
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Farras Nazihah Riefti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asma adalah peradangan saluran napas kronis yang ditandai dengan sesak napas berat, peradangan di dada, nafas mengi, dan batuk yang bervariasi dalam durasi dan intensitas. Kebaruan penelitian ini berfokus pada penggunaan obat pada pasien asma rawat jalan.
Alergen, seperti debu, serbuk sari, dan bulu hewan peliharaan1
Infeksi pernapasan, seperti virus
Hiperventilasi, seperti gangguan kecemasan
Peubartihan cuaca,
Makanan, dan aditif (pengawet, penyedap, dan pewarna makanan)
Polusi udara, dan asap rokok
Obat-obatan
Gejala Asma yang timbul dapat berbeda-beda setiap orangnya, tetapi umumnya meliputi :
Sesak nafas
Batuk kering
Mengi (suara bernada tinggi saat bernafas)
Nyeri atau sesak di dada
Mual dan muntah (terutama pada saat asma kambuh).
Pengobatan yang diperlukan jika sudah terserang penyakit asma:
Obat pengontrol : inhalasi kortikosteroid (ICS) dan kombinasi ICS-formoterol sebagai terapi utama mengurangi peradangan dan risiko eksaserbasi.
Obat pereda : Short-acting beta-agonists (SABA) digunakan sesuai kebutuhan untuk meredakan gejala akut, namun penggunaannya harus dibatasi
Strategi non-medikamentosa : Menghindari alergen, berhenti merokok, dan vaksinasi untuk mencegah eksaserbasi.
Betapa pentingnya kita untuk menjaga kesehatan. Dikarenakan salah satu penyebab asma adalah asap rokok, penting para perokok menyadari bahayanya asap rokok bagi diri sendiri maupun orang di sekitarnya.
Sumber :
Hasanah, F., dkk. (2023). Evaluasi Penggunaan Obat Pada Pasien Asma Rawat Jalan di RSUD Dr Pirngadi Kota Medan Tahun 2021. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Penelitian Jambura, (Vol.5), (No.3), Hal: 935-945. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjhsr/index. Diakses pada Kamis, 3 Oktober 2024 pukul 20.45 WIB.
