Dinkes Sidoarjo: Korban Dugaan Keracunan MBG 566 Siswa, Penyebab Diselidiki

Ratusan siswa dan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam Sidoarjo diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat, hingga Rabu (2/9), total ada 566 orang yang diduga mengalami keracunan.
Kadinkes Kabupaten Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwanita mengatakan, dari total 566 anak itu, sebanyak 88 orang masih menjalani perawatan intensif.
Para korban sempat dievakuasi ke RS Siti Hajar, RSU Aisyiyah Siti Fatimah, RS Delta Surya, RS Pusura, RS Pusdik Bhayangkara Porong, dan RS Arafah Anwar Medika.
"566 ya kurang lebih, saat ini yang opname 88 (korban)," kata Lakhsmie di Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo, Rabu (2/9).
Ia menyampaikan, per hari ini ada 35 korban tambahan yang dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.
"(Hari ini) 35 (pasien), semuanya sudah dievakuasi ke luar. Kemarin kami pertahankan di masjid ternyata memang harus kami evakuasi ke rumah sakit," ujarnya.
"Rumah sakit umum, nanti tergantung dari kapasitas di rumah sakit umum. Kemungkinan tadi kalau enggak salah di Delta Surya juga ada, nanti kami lihat lagi, petakan lagi," tambah dia.
Lakhsmie mengungkapkan, para siswa yang diduga keracunan MBG itu mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan diare. Saat ini, kondisinya sudah mulai membaik.
"Secara umum yang opname stabil, tidak ada yang perlu dikhawatirkan sampai ke perawatan khusus, enggak ada, dirawat inap biasa. Tampaknya mual, muntah, pusing," kata dia.
Terkait penyebab pasti keracunan, Dinkes Sidoarjo telah mengambil sampel untuk diuji di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Surabaya dengan estimasi hasil sekitar satu minggu.
"Belum ada hasil. Muntahan dengan bahan makanan di Labkes Surabaya. Sebetulnya yang paling penting adalah bukan hasilnya itu. Yang paling penting adalah sikap kita bagaimana terkait kalau misalnya memang ini terbukti dari karena permasalahan produk olahannya atau bahannya SOP-nya dijalankan atau tidak," ujar dia.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, dari hasil pemeriksaan, dari total 170 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya, ada 31 unit yang belum mengantongi izin operasional lengkap.
"Apabila yang 31 belum izin, sementara tak suruh berhenti dulu ya. Yang sudah ada izinnya seperti ini lagi, apalagi yang enggak ada perizinannya. Jangan mengganggu program Presiden. Program yang baik ini mari kita support. Kalau ada tata kelola yang kurang baik ya kita benahi," ujar Subandi.
Di sisi lain, Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo menyampaikan, dugaan keracunan MBG ratusan siswa itu berasal dari dapur SPPG Kalitengah.
SPPG Kalitengah itu selama ini menyuplai 19 lembaga pendidikan dan kini telah diberhentikan sementara.
"Per tadi pagi sudah ada surat suspend untuk dapur ini. Tim pusat pun akan datang di hari ini juga untuk investigasi lebih lanjut apakah suspend ini ringan atau berat," ujar Teguh.
Teguh juga menampik adanya isu belatung di dalam menu MBG yang dibagikan kemarin. Paket MBG yang dibagikan berisi nasi, telur orak-arik bumbu Bali, tempe bumbu Bali, dan tumis buncis.
"Itu tidak ada. Tidak benar. Tidak benar yang itu," kata dia.
Teguh mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah menyelidiki penyebab pasti dari keracunan tersebut.
"Kami investigasi dan melaporkan ke pimpinan pusat, Bapak Kepala Badan langsung, Pak Sudaryono," ucapnya.
