Dituduh Tabrak Ojol, WNA di Bali Dipukul-Mobil Dirusak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil Honda HRV berisi 5 orang warga negara asing (WNA) diserang oleh sekelompok driver ojek online (ojol) di Jalan Buana Sari, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Sabtu (3/10/2026) pukul 03.00 WITA. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Mobil Honda HRV berisi 5 orang warga negara asing (WNA) diserang oleh sekelompok driver ojek online (ojol) di Jalan Buana Sari, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Sabtu (3/10/2026) pukul 03.00 WITA. Foto: Dok. Istimewa

Dua warga negara asing (WNA) menjadi korban pemukulan oleh sekelompok orang di Jalan Buana Sari, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali, Sabtu (3/10) sekitar pukul 03.00 WITA. Mobil yang ditumpangi mereka juga dirusak setelah dituduh menabrak salah seorang pengemudi ojek online (ojol).

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan kedua korban adalah Salvador Teixeima Gomes (23), warga negara Portugal, dan Paulina MJ (31), warga negara Polandia. Keduanya berada di dalam mobil Honda HR-V bersama tiga WNA lainnya saat kejadian.

Menurut Adi, peristiwa bermula ketika Salvador mengemudikan mobil bersama empat temannya untuk berjalan-jalan di sekitar Jalan Suarga Padang Padang Hotel. Saat melintas, Salvador membunyikan klakson ke arah tiga pengendara motor di depannya, lalu menyalip mereka.

Ketiga orang itu kemudian mengejar mobil yang dikemudikan Salvador hingga ke Jalan Buana Sari. Mobil itu lalu diadang oleh pelaku.

“Kemudian mobil pelapor dilempar batu dan terjadi adu mulut antara pelapor dengan terduga pelaku,” kata Adi saat dikonfirmasi, Minggu (4/10).

Mobil Honda HRV berisi 5 orang warga negara asing (WNA) diserang oleh sekelompok driver ojek online (ojol) di Jalan Buana Sari, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Sabtu (3/10/2026) pukul 03.00 WITA. Foto: Dok. Istimewa

Saat cekcok, para WNA itu dituduh telah menabrak salah seorang pengemudi ojol. Para pelaku kemudian meminta uang Rp 20 juta kepada para WNA tersebut.

“Karena pelapor merasa tidak menabrak siapa pun, pelapor tidak mau memberikan uang tersebut,” ujar Adi.

Keributan kemudian berlanjut ketika salah satu kaca mobil dibuka.

“Teman pelapor membuka jendela kanan mobil dan terduga pelaku memukul pelapor dan korban (teman pelapor). Tidak lama kemudian, pecalang Desa Adat Pecatu datang dan para terduga pelaku melarikan diri,” jelas Adi.

Atas kejadian tersebut, para korban telah melapor ke Polsek Kuta Selatan. Polisi masih melakukan penyelidikan.