Pipa Diduga Bocor, Semburan Air Hampir 2 Meter Muncul di Tol Dupak Surabaya

Semburan air setinggi hampir dua meter muncul di sisi timur Tol Dupak-Banyu Urip, Jalan Dupak Rukun, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Selasa (13/10).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya menduga semburan tersebut berasal dari pipa milik PT Petrokimia yang mengalami kebocoran.
Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya, Arif Sunandar, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 10.44 WIB. Petugas kemudian langsung menuju lokasi.
“Yang ditemukan bukan semburan lumpur ya, melainkan pipa milik Petrokima yang berdiameter sekitar 800 sentimeter ini pecah dan menyemburkan air, jadi lumayan hampir 2 meter semburannya,” ujar Arif kepada wartawan, Selasa (13/10).
Arif mengatakan semburan mulai mengecil setelah pihak Petrokimia menutup aliran pipa. Petugas bersama pihak terkait kemudian melakukan perbaikan untuk mengurangi debit air yang keluar.
“Untuk perkembangan saat ini semburan ini sudah mengecil, karena memang dari teman-teman Petrokimia ini sedang dilakukan perbaikan bersama dengan teman-teman DSDABM Kota Surabaya, jadi ada penutupan yang saat ini sudah dilakukan, sehingga debit air yang mengalir ke sini sudah semakin kecil dan semburan juga semakin mengecil,” ucapnya.
BPBD dan DSDABM Siapkan Kanalisasi
BPBD Surabaya bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya juga menyiapkan kanalisasi untuk mempersempit area semburan. Petugas berencana membuat pembatas berukuran 3 x 3 meter agar air dapat dikuras sebelum pipa ditambal.
“Jadi yang pertama memang akan dilakukan semacam kanalisasi, ya, kayak mempersempit ruang. Jadi rencana 3 meter kali 3 meter di sekitar ini akan dibendung airnya, sehingga nanti pada saat pengerjaan di dalam bendungan yang 3x3 meter ini nanti air akan dikuras keluar dan pelaksanaan penambalan akan dilakukan,” jelas dia.
Arif belum dapat memastikan penyebab pipa pecah. Namun, di sekitar lokasi terdapat proyek pembangunan bozem atau tempat penampungan air hujan yang dikerjakan DSDABM Surabaya untuk mengurangi risiko banjir.
“Belum tahu sih, tapi kebetulan memang di lokasi ini teman-teman DSABM sedang membikin penampungan air. Jadi semacam storage gitu memanjang di samping tol ini,” kata dia.
Sementara Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan semburan telah mengecil dan hanya menyisakan gelembung-gelembung air. Petugas BPBD dan DSDABM masih melakukan penanganan dengan mengerahkan dua alat berat ekskavator.
“Genangan air yang berada di seputaran tanggul dilakukan penyedotan, yang selanjutnya akan dilakukan pencarian titik pipa yang bocor untuk dikerjakan pada malam hari ini,” kata Irvan.
