Ambisi Kekuasaan Orochimaru dalam Segel Kutukan

FATA AZMI
Guru Sekolah Dasar, Fasilitator Kelas Peradaban, Mahasiswa Magister Aqidah dan Filsafat Islam Pascasarjana STFI SADRA,
Konten dari Pengguna
21 Februari 2024 18:30 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari FATA AZMI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Orochimaru. Foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Orochimaru. Foto: Pixabay.com
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Di balik kokohnya tembok Konohagakure, tersimpan cerita tragis tentang ambisi gelap akan kekuasaan. Orochimaru, salah satu Sannin legendaris Konohagakure, terobsesi dengan kekuatan dan keabadian. Obsesi ini mendorongnya melakukan penelitian terlarang, termasuk eksperimen pada manusia. Dalam pencariannya, Orochimaru berhasil menciptakan segel kutukan, sebuah jutsu terlarang yang menjanjikan kekuatan luar biasa namun dengan harga yang sangat mengerikan.
ADVERTISEMENT
Kekuatan yang ditawarkan oleh segel Orochimaru membawa konsekuensi bagi siapa pun yang menggunakannya. Selain memberikan kekuatan yang besar, segel itu juga mengambil kendali atas diri penggunanya, menyebabkan mereka merasakan rasa sakit yang tak tertahankan, bahkan hingga menghadapi kematian.
Bayangan dendam menyelimuti Sasuke Uchiha. Satu-satunya yang tersisa dari Klan Uchiha yang terbantai, dia dihantui oleh kenangan pahit dan amarah yang membara. Sasuke diselimuti oleh dendam atas pembantaian Klan Uchiha oleh kakaknya sendiri, Itachi Uchiha, Sasuke menjalani perjalanan gelapnya dalam pencarian kekuatan. Sampai ia bertemu Orochimaru, yang menawarkan kekuatan untuk membalaskan dendamnya, Sasuke tergoda oleh janji tersebut dan menerima Segel Kutukan.
Dampaknya segera terasa meskipun memperoleh kekuatan yang luar biasa, Sasuke mulai berubah secara perlahan. Kekejaman dan ketidakpedulian mulai menguasainya, sementara kendali atas dirinya sendiri semakin memudar mengisyaratkan bahwa pengaruh Orochimaru telah mulai merajalela.
ADVERTISEMENT
Namun, dalam bayang-bayang kegelapan itu, ada sosok lain yang memainkan peran penting yaitu kakaknya, Itachi Uchiha. Sosok yang terbungkus dalam jubah hitam pengkhianat dibenci dan dikutuk sebagai pembunuh kejam Klan Uchiha, Itachi membawa beban rahasia yang terlalu berat untuk ditanggungnya sendiri memaksanya untuk menempuh jalan penuh penderitaan. Meskipun harus menjalani hidup sebagai penjahat di mata dunia, ia memiliki tekad yang kuat untuk melindungi Sasuke, bahkan jika itu berarti ia harus mengorbankan segalanya termasuk nyawanya.

Itachi vs Sasuke

Puncaknya terjadi pertempuran antara Itachi dan Sasuke dalam konfrontasi dramatis dimana Sasuke ingin membalas semua dendamnya. Dengan kekuatan Mangekyou Sharingan (dōjutsu tingkat lanjut yang dibangkitkan oleh beberapa anggota klan Uchiha), Itachi memasuki Tsukuyomi. Tsukuyomi menciptakan dimensi dunia maya di dalam pikiran target, di mana pengguna memiliki kontrol penuh terhadap waktu, ruang, dan apa pun yang terjadi di dalamnya, menunjukkan kepada Sasuke pemandangan pahit dari masa lalu Klan Uchiha dan alasan di balik aksinya yang brutal dalam menghabiskan klannya.
ADVERTISEMENT
Dalam ilusi Tsukuyomi yang diciptakan oleh Itachi, Sasuke terpaksa menghadapi ketakutan terdalamnya dan mengalami penderitaan yang tak terbayangkan. Namun, disitu Itachi sadar bahwa hanya dengan menghadapi dan mengatasi ketakutannya, Sasuke akan mampu membangkitkan Mangekyou Sharingan dan mencapai tingkat kekuatan yang lebih tinggi dan akhirnya memberinya kekuatan untuk membebaskan diri dari belenggu kutukan Orochimaru.
Itachi, dalam momen terakhirnya, tidak hanya mengungkapkan rahasia di balik aksi-aksinya yang tragis, tetapi juga memberikan kekuatan dan keberanian pada Sasuke untuk melangkah maju tanpa beban masa lalunya. Dengan mengorbankan dirinya sendiri, Itachi memberikan Sasuke kesempatan untuk hidup bebas dan menemukan jalan hidupnya sendiri, yang tidak lagi dikuasai oleh dendam atau kutukan masa lalu terlebih oleh kutukan orochimaru yang sarat dengan ambisi kekuasaan.
ADVERTISEMENT
Kisah antara Sasuke, Itachi dan Orochimaru membawa kita pada perjalanan tentang pengorbanan, penyesalan, dan pertarungan batin antara ambisi kekuasaan, kekuatan dan tanggung jawab. Mereka adalah simbol dari konflik batin yang dihadapi banyak orang hari ini di mana ambisi kekuasaan dapat melegalkan segala cara dalam mendapatkannya.
Sasuke, yang awalnya dipenuhi oleh dendam dan ambisi, belajar dari kakaknya, Itachi, bahwa kekuatan sejati tidak hanya datang dari kekuatan fisik, tetapi juga dari kebijaksanaan dan pengorbanan. Inilah yang harus menjadi pelajaran mahal bagi kita, kekuasaan adalah harmonisasi antara kekuatan dengan kebijaksanaan bukan saling menggunting dalam lipatan. Sementara Itachi, dengan segala kekuatan dan pengetahuannya, menemukan bahwa pengorbanan sejati adalah mengorbankan dirinya sendiri demi kebaikan yang lebih besar bukan tersandera dengan kepentingan pribadi atau golongan.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, Orochimaru adalah cerminan dari bahaya ambisi yang tak terkendali. Keinginannya yang tidak pernah puas akan kekuasaan membawanya pada jalur kegelapan, di mana hanya kelemahan yang tersisa. Ini mengisyaratkan bahwa ambisi yang diluar nalar sehat akan menghantarkan kepada kemunduran peradaban manusia.
Cuplikan kisah ini secara garis besar mengajarkan kita bahwa dalam perjalanan hidup, kita harus berani menghadapi bayangan masa lalu dan menatap hari esok dengan penuh persiapan, menemukan keseimbangan dalam hidup, dan harus siap melepaskan segala segel atau ikatan yang mereduksi hidup kita.