Shikamaru Nara dan Asuma Sarutobi: Relasi Guru dan Murid dalam Anime Naruto

FATA AZMI
Guru Sekolah Dasar, Fasilitator Kelas Peradaban, Mahasiswa Magister Aqidah dan Filsafat Islam Pascasarjana STFI SADRA,
Konten dari Pengguna
26 Maret 2024 12:59 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari FATA AZMI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
sumber : pxfuel.com
zoom-in-whitePerbesar
sumber : pxfuel.com
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Dalam anime Naruto, salah satu aspek yang menarik adalah hubungan antara guru dan murid yang terjalin dalam karakter-karakternya. Lebih dari sekadar proses transfer pengetahuan, hubungan ini juga menjadi wadah untuk pembentukan karakter dan perkembangan pribadi setiap shinobi (ninja). Contoh yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah relasi antara Shikamaru Nara dan Asuma Sarutobi, yang di dalamnya terdapat dinamika yang kompleks dan inspiratif.
ADVERTISEMENT
Shikamaru Nara adalah seorang shinobi jenius. Meskipun demikian, ia cenderung bersikap santai dan malas, lebih suka memainkan shogi (shogi adalah permainan papan strategis yang berasal dari Jepang, sering disebut sebagai catur Jepang) daripada berlatih. Namun, di balik sifat malasnya, tersimpan pikiran yang cemerlang dan potensi yang luar biasa. Shikamaru dikenal sebagai teman dan rekan tim yang setia, selalu siap maju dan melindungi orang-orang yang ia sayangi.
Sementara itu, Asuma Sarutobi adalah seorang Jonin (ninja elit) pemimpin yang berpengalaman dan terampil. Ia dikenal dengan sikap tenang dan sabarnya. Asuma adalah seorang guru yang berdedikasi dan berintegritas, ia percaya pada potensi murid-muridnya dan selalu mendorong mereka untuk mencapai potensi terbaiknya.
Hubungan antara Shikamaru dan Asuma dalam serial Naruto tidak hanya sekadar hubungan antara guru dan murid, tetapi lebih dekat dengan hubungan antara seorang mentor dan sahabat. Bagi Shikamaru, Asuma bukan hanya sosok yang memberikan pelajaran tentang kehidupan shinobi, tetapi juga orang yang menuntun dan mendukungnya secara pribadi untuk hidup dengan penuh makna dan tujuan.
ADVERTISEMENT
Ajaran Asuma Sarutobi
Asuma memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan Shikamaru sebagai shinobi dan sebagai pribadi. Warisan pemikiran Asuma kepada Shikamaru Nara melampaui sekadar keterampilan ninja, tetapi juga mencakup aspek-aspek penting dalam pembentukan karakternya. Asuma mengajarkan Shikamaru untuk memiliki keyakinan diri yang kuat, yang memungkinkannya untuk mengatasi rintangan dengan lebih baik. Dorongan ini membantu Shikamaru untuk tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan penting, bahkan dalam situasi yang sulit sekalipun.
Selain itu, Asuma juga mengajarkan Shikamaru pentingnya menggunakan kecerdasan dengan bijaksana. Ini tidak hanya berkaitan dengan strategi dalam pertempuran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di mana Shikamaru belajar untuk memikirkan langkahnya dengan matang sebelum bertindak.
Dalam perjalanan Shikamaru sebagai murid Asuma, nilai-nilai altruisme dan tanggung jawab terhadap orang lain menjadi bagian penting dari pembelajarannya. Asuma tidak hanya mengajarkan teknik-teknik ninja, tetapi juga menginspirasi Shikamaru untuk menggunakan keahliannya demi kebaikan bersama. Asuma memperkenalkan konsep bahwa menjadi seorang shinobi bukan hanya tentang kemampuan bertarung, tetapi juga tentang bagaimana penggunaan kekuatan tersebut untuk dapat mempengaruhi dunia di sekitarnya. Dengan kata lain, seorang shinobi harus bertanggung jawab atas tindakannya dan memikirkan dampaknya pada orang lain.
ADVERTISEMENT
Asuma juga memperkenalkan konsep penting tentang kerja sama tim kepada Shikamaru, sebuah nilai fundamental dalam dunia shinobi. Asuma selalu menekankan bahwa keberhasilan dalam misi tidak dapat dicapai sendirian, melainkan melalui kolaborasi yang solid antar anggota tim serta penghargaan terhadap kontribusi masing-masing individu.
Ketika Shikamaru yang baru diangkat menjadi chunin (shinobi yang memiliki kematangan, kemampuan, dan pengalaman yang cukup untuk menangani misi bertingkat menengah) dipercaya sebagai ketua tim untuk misi memburu rombongan Sasuke yang menuju persembunyian Orochimaru, dia harus membentuk tim dengan anggota yang memiliki kepribadian dan keterampilan yang berbeda. Meskipun hanya memberikan pembekalan singkat, Shikamaru mampu mengatur strategi yang efektif dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan masing-masing anggota.
Setelah misi selesai, meskipun berhasil membawa kembali rekan-rekannya dengan selamat, Shikamaru menyesali cedera yang dialami oleh teman-temannya ia merasa bertanggung jawab atas cedera yang dialami oleh teman-temannya, ini menunjukkan rasa empati dan tanggung jawab yang diajarkan oleh Asuma terpatri dalam jiwa Shikamaru.
ADVERTISEMENT
Dalam hal ini Asuma tidak hanya mengajarkan tentang kerja sama tim dalam konteks misi, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai ini harus diinternalisasi dan dihayati dalam setiap aspek kehidupan seorang shinobi. Melalui pengalamannya, Shikamaru belajar bahwa menjadi seorang pemimpin tim bukan hanya tentang mengatur strategi, tetapi juga tentang memahami dan menghargai setiap individu dalam tim serta bersedia bertanggung jawab atas keputusan dan konsekuensi yang diambil.
Kematian Asuma
Kematian Asuma tidak hanya menjadi titik balik emosional bagi Shikamaru, tetapi juga mengubah dan menguatkan pandangannya terhadap kehidupan dan tanggung jawabnya sebagai seorang shinobi. Kehilangan seorang guru serta sahabat yang begitu dicintai menjadikan Shikamaru terus berkembang. Shikamaru menghormati warisan Asuma dengan cara menerapkan ajaran-ajaran itu dalam setiap langkahnya.
ADVERTISEMENT
Kepercayaan pada diri sendiri yang diajarkan Asuma membantu Shikamaru untuk terus maju, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun. Kecerdasan dalam menghadapi masalah dan pentingnya kerja sama tim juga menjadi pilar-pilar yang menopang perjalanan Shikamaru dalam dunia shinobi. Selain itu, keteguhan dalam menghadapi tantangan menjadi landasan moral yang membimbing Shikamaru dalam mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab. Dengan memegang teguh warisan Asuma, Shikamaru semakin sadar akan hakikatnya sebagai seorang shinobi.
Relasi antara Shikamaru dan Asuma dalam anime Naruto adalah contoh hubungan guru dan murid yang sangat inspiratif. Asuma bukan hanya seorang guru bagi Shikamaru, tetapi juga seorang mentor serta sahabat yang selalu mendukungnya. Mereka saling menghormati dan percaya satu sama lain, dan hubungan ini memberikan inspirasi bagi keduanya untuk tumbuh dan berkembang.
ADVERTISEMENT
Begitulah semestinya relasi guru dan murid, tidak terbatas hanya pada ruang kelas dan sekolah betapa sempitnya jika pendidikan dibatasi hal demikian, dari keduanya kita diajari saling memberdayakan dan menguatkan, dukungan dan binaan menjelma sebagai kekuatan agar tujuan dapat tercapai, Asuma menjadi tontonan sekaligus tuntunan dan Shikamaru menjadi murid yang mewarisi keteguhan gurunya dan menjadikannya shinobi yang mewarisi perjuangan sejati kepada setiap muridnya kelak.