Revolusi Industri 4.0 Kapitalisasi Semua
Tulisan dari Fatahussururi Indrajati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada revolusi ekonomi industri yang dipolitisasi ini membuat perusahaan-perusahaan besar dunia masuk ke dalam globalisasi. Perusahaan besar seperti Microsoft, Apple, Meta dan Amazon termasuk perusahaan yang menerapkan kapitalisasi pada ideologi perusahaan. Seperti contohnya Apple yang menjual produknya dengan harga yang tinggi, Apple sempat mengeluarkan produk terbarunya bernama Polishing Cloth yaitu kain lap dengan logo Apple di pojok kanan bawah, dan kain ini dibandrol dengan harga 19 dolar amerika atau sekitar 285 ribu rupiah. Dan Apple masih eksis berkat pelanggan setianya.
Kapitalisasi juga terdapat pada perusahaan besar lainnya. Seperti, beberapa brand telepon genggam saat ini tidak memberikan kepala charger bawaan dari paket penjualan. Berdasarkan data dari The Global E-waste Monitor 2020, menyatakan bahwa limbah elektronik pada tahun 2019 mencapai 53,6 juta ton dan setengahnya dari Asia. Fakta tersebut menandakan bahwa kita tidak bijak mengelola sampah, janji-janji manis perusahaan yang akan mengolah kembali tidak terlaksana dengan baik.
Kapitalisasi dengan Globalisasi
Kapitalisasi in terjadi karena globalisasi yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Globalisasi sendiri adalah bagaimana perusahaan-perusahaan dapat kerja sama bahkan dalam perberbedaan jenis barang. Globalisasi juga diterapkan oleh negara-negara agar negara mereka dapat mendapatkan keuntungan yang maksimal untuk mengembangkan pasar. Pasar bebas dalam dunia ini sangat memudahkan perusahaan dalam menjangkau lebih banyak konsumen dari seluruh penjuru dunia, serta dapat mempekerjakan manusia bahkan pada negara lain.
Kebebasan pasar bebas tidak dipungkiri dari pelanggaran hak asasi manusia. Seperti pada pabrik Apple di China mempekerjakan anak dibawah umur dan dibayar dengan gaji yang rendah. Hal itu adalah salah satu minus dalam globalisasi ini. Contoh lain adalah pada pabrik kain di Bangladesh yang bekerja untuk brand-brand terkenal dari Eropa. Para pekerja tidak dilindungi undang-undang untuk perlakuan buruk kepada para pekerja seperti tidak adanya jaminan kesehatan, gaji yang rendah dan hak cuti.
Revolusi Industri
Revolusi industri 4.0 sudah sangat cocok dengan kehidupan saat ini, yang mana pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia sekarang dapat digantikan oleh robot. Perusahaan seperti Amazon contohnya, mereka menggunakan robot untuk keperluan pemindahan barang pada gudang, sedangkan pembelinya tidak mengenal kelas dan status ekonomi dapat membeli barang tersebut dan tidak terjadi perputaran uang terhadap sumber daya manusia karena semua berhenti pada robot yang dapat dipekerjakan paksa tanpa menuntut balik.
Tetapi hal ini membuat membludaknya sumber daya manusia yang tidak mendapatkan pekerjaan, mungkin saat ini terdapat pilihan pekerjaan lain, tetapi jika di masa depan orang semakin banyak dan SDM tidak dimanfaatkan, akan menjadi krisis ekonomi untuk rakyat kelas bawah. Peristiwa seperti ini belum terjadi karena masih banyaknya pekerjaan lain dan karena pekerjaan yang memakai robot adalah pekerjaan yang sulit dilakukan oleh manusia.
Janji Manis Perusahaan Besar
Kembali ke topik di atas tadi, bahwa perusahaan seperti Apple, Samsung dan lainnya yang tidak menghadirkan menjanjikan bahwa semua orang akan berterima kasih karena semua yang dilakukan untuk menghilangkan charger bawaan adalah yang harus dilakukan. Tetapi faktanya, penjual kepala charger pada masyarakat malah lebih banyak dan orang-orang memilih membeli lagi karena tidak semua telepon genggam dapat diisi dengan daya yang sama.
Janji manis perusahaan-perusahaan besar ini hanya menguntungkan mereka dari penjualan produk terpisah dan penambahan (add-on). Jelas sekali dalam kejadian ini bahwa perusahaan ingin menarik lebih banyak keuntungan dengan embel-embel “Ramah lingkungan”. Padahal yang terbaik untuk paket penjualan komplit lebih baik karena barang dapat disimpan untuk masa depan dan tidak menjadi sampah.
Kesimpulannya, kapitalisasi pada globalisasi ini mempengaruhi perkembangan ekonomi politik global. Pertumbuhan ekonomi dari masa ke masa lebih membaik akibat globalisasi yang dinodai oleh kapitalisasi ini. Globalisasi sendiri nyatanya tidak bisa bekerja maksimal jika tidak diiringi dengan kapitalisasi, karena mereka yang bekerja pada tahap awal produksi (mentah) memang hanya melakukan pekerjaan yang mendasar dan berdasar pada kekuatan (kemampuan mereka). Tetapi, seharusnya para pekerja dilindungi oleh undang-undang untuk menjaga pemberian hak-hak asasinya.
Revolusi Industri 4.0 pun menghiasi kapitalisasi pada abad ini, dampak pada ekonomi global tentu sangat baik dan berjalan mulus, jika ditarik benang merahnya kapitalisasi saat ini adalah masa krisis ekonomi dunia menurut neoliberal, masyarakat kelas bawah adalah yang paling dirugikan dan segelintir orang kalangan atas menikmati hidupnya yang dijamin oleh uang. Dari penulisan esai ini, bagaimana semua masyarakat dapat memperoleh kehidupan yang adil? Apakah neoliberalisme ini harus diakhiri demi mencapai globalisasi baru untuk ekonomi dunia yang lebih adil?

