Konten dari Pengguna

Mahasiswa Rantau Pilih Bertahan Saat Hari Raya Idul Adha

Fatan Fadillah

Fatan Fadillah

Mahasiswa universitas pamulang

·waktu baca 1 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fatan Fadillah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi libur menjelang hari raya iduladha 1447 hijriah. Foto by Fadil
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi libur menjelang hari raya iduladha 1447 hijriah. Foto by Fadil

Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, banyak mahasiswa perantau yang memilih bertahan ditempat rantau dibanding pulang ke kampung halaman. Faktor biaya, waktu libur yang singkat, hingga kesibukan akademik yang menjadi ulasan utama.

Memasuki 9 Dzulhijjah pada Selasa, 26 Mei 2026, suasana iduladha mulai terasa. Namun dibalik suasana tersebut, banyak perantau yang harus menahan rindu karena belum bisa berkumpul berasama keluarga di kampung halaman.

Salah seorang mahasiswa mengaku keinginan untuk mudik selalu ada setiap momen menjelang lebaran. Tetapi, keadaan membuat dirinya harus tetap bertahan di rantau dan menjalahi iduladha jauh dari keluarga.

Menurutnya, waktu libur yang singkat membuat perjalanan pulang kampungnya terasa kurang efektif. Karena setelah lebaran, aktivitas perkuliahan kembali berjalan seperti biasa.

Kondisi tersebut menjadi gambaran kehidupan anak rantau yang harus bisa bertahan dalam berbagai keadaan. Mereka dituntut harus mampu mrngatur pengeluaran, dan menyeusiankan kebutuhan hidup selama menempuh pendidikan jauh dari keluarga.

Meski tidak dapat merayakan iduladha bersama keluarga, para perantau tetap berharap suasana lebaran tahun ini membawa keberkahan, walaupun dirayakan sederhana ditanah rantau. *(SP)*