Budaya Baca Rendah, Mahasiswa Undip Kenalkan Perpustakaan Digital Pada Guru SMP

Fateh Fatmaningsih
Mahasiswa Universitas Diponegoro Antropologi Sosial
Konten dari Pengguna
18 Februari 2023 15:00 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Fateh Fatmaningsih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Buku adalah jendela dunia. Siapa yang tak tahu pepatah tersebut, sebuah pepatah yang sangat terkenal dan memiliki makna mendalam. Dengan membaca buku, kita akan tahu sisi-sisi lain dunia yang belum kita tahu. Selain itu, baik disadari maupun tidak disadari pengetahuan yang kita peroleh dari membaca buku akan memengaruhi pola pikir kita. Pola pikir inilah yang menjadi dasar kita memutuskan suatu hal dan bagaimana kita bertingkah laku. Berdasarkan hal tersebut, tak heran jika budaya membaca buku menjadi salah satu tolak ukur kemajuan dan peradaban suatu bangsa.
ADVERTISEMENT
Pada tahun 2016, Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) merilis hasil survei Program for International Student Assessment (PISA) dan menyatakan bahwa minat buku masyarakat Indonesia hanya 0,001% yang artinya hanya satu dari seribu orang yang memiliki minat terhadap buku. Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah kegiatan membaca yang belum menjadi kebiasaan dan budaya masyarakat kita. Budaya dengar dan tuturlah yang sudah mengakar pada masyarakat Indonesia. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju, masyarakat mulai mengenal budaya nonton dan semakin menggeser budaya baca.
Pada tahun 2022, pengguna smartphone di Indonesia menduduki posisi 4 di dunia dengan jumlah pengguna yaitu 201,8 juta pengguna dari 273,87 total penduduk Indonesia. Banyaknya pengguna smartphone ini bisa menjadi ancaman sekaligus peluang terhadap minat baca masyarakat Indonesia. Ancamannya tentu saja smartphone semakin menjauhkan masyarakat dari buku karena smartphone jauh lebih menarik dan menghibur. Di sisi lain, smartphone juga bisa menjadi peluang untuk mendekatkan buku pada masyarakat karena saat ini banyak aplikasi perpustakaan digital yang bisa digunakan dan memiliki berbagai kelebihan dibandingkan perpustakaan offline. Perpustakaan digital mampu menjangkau lebih banyak orang karena bisa dimiliki siapapun yang memiliki smartphone dan bisa membaca buku dengan jauh lebih mudah.
ADVERTISEMENT
Hal inilah yang menjadi dasar Fateh Fatmaningsih (21), mahasiswi KKN Tim I Universitas Diponegoro Tahun 2022/2023 melaksanakan program kerja monodisiplin “Membentuk Budaya Baca Dengan iPusnas Dalam Upaya Peningkatan Minat Baca Siswa SMP N 3 Karangdowo”. Kurangnya minat para siswa SMP N 3 Karangdowo terhadap perpustakaan di sekolahnya menjadi alasan khusus Fateh menjalankan program kerja monodisiplinnya di SMP N 3 Karangdowo. Dengan bimbingan Dr.rer.nat. Ir. Thomas Triadi Putranto., ST., M.Eng., IPU, program ini berhasil dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Januari 2023 pukul 11.00 di ruang guru SMP N 3 Karangdowo. Walaupun tujuan utamanya adalah peningkatan minat baca siswa, tetapi Fateh memilih untuk membagikan ilmunya kepada para guru agar keberjalanan program kerja ini bisa lebih maksimal. Hal ini dikarenakan Fateh bisa membantu dan mendampingi langsung setiap guru dalam mencoba menggunakan iPusnas dan mereka bisa lebih leluasa menanyakan hal-hal yang ingin diketahui. Pemahaman para guru inilah yang diharapkan bisa diteruskan kepada para siswa SMP N 3 Karangdowo dan dapat meningkatkan minat baca mereka.
ADVERTISEMENT
Kegiatan ini dimulai dengan penyampaian materi tentang pentingnya membaca buku dan kondisi literasi di Indonesia saat ini. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan perpustakaan digital, khususnya aplikasi iPusnas, dan mencoba mengaplikasikannya langsung di smartphone masing-masing. Fateh dibantu dengan teman-teman KKN Tim I Undip Tahun 2022/2023 mendampingi para guru SMP N 3 Karangdowo dalam penginstalan dan mencoba menggunakan aplikasi iPusnas, khususnya dalam mencari buku, meminjamnya, dan cara mengembalikan buku yang sudah dipinjam. Selain itu, juga disampaikan cara mengenalkan aplikasi iPusnas pada siswa-siswa agar mereka tertarik untuk membaca buku, khususnya dengan menggunakan aplikasi iPusnas. Terakhir, juga dibagikan leaflet yang berisi informasi penggunaan aplikasi iPusnas dan poster untuk menarik perhatian siswa.
“Bahagia sekali melihat para guru SMP N 3 Karangdowo sangat berantusias dalam penginstalan dan mencoba menggunakan aplikasi iPusnas. Mereka langsung mencari buku yang diinginkan di kolom pencarian dan meminjamnya. Saya berharap pengetahuan yang saya bagikan ini bisa sedikit membantu para guru dan siswa dalam meningkatkan minat baca mereka meskipun hanya 1% -nya.” Ujar Fateh (28/01/2023).
ADVERTISEMENT
#undip
#lppmundip
#p2kknundip
#kknundiptim1
Pendampingan pada guru SMP N 3 Karangdowo terkait penginstalan dan penggunaan aplikasi iPusnas
Pendampingan pada guru SMP N 3 Karangdowo terkait penginstalan dan penggunaan aplikasi iPusnas
Mahasiswa KKN TIM I UNDIP Tahun 2022 / 2023 kenalkan perpustakaan digital pada guru SMP N 3 Karangdowo