Cerita di Balik Lesung Cafe & Resto: Bentuk Harmonisasi Kebudayaan dan Alam

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPNVY
Tulisan dari Fathia Ailsa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lesung Cafe & Resto, tempat dimana anda dapat menikmati kuliner dan indahnya alam Yogyakarta. Lesung menggabungkan konsep budaya dengan keindahan alam yang memiliki cerita menarik di balik pendiriannya.
Lesung terletak di samping Candi Ijo, tepatnya di Lengkong, Sambirejo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Awalnya lokasi tersebut masih berupa hutan dan akses jalannya cukup sulit. Pemilik Lesung, Ibu Sagung Gede Indrawati memutuskan untuk membangun Joglo terlebih dahulu di lokasi tersebut sebagai tempat untuk mengoleksi barang-barang kuno.
Ibu Sagung memiliki hobi mempelajari kebudayaan kuno termasuk mengoleksi barang-barang antik. Pada tahun 2020, beliau bertemu dengan Ferry dan memiliki ide untuk mengembangkan tempat tersebut menjadi Cafe & Resto.
Konsep Lesung Cafe & Resto memadukan keindahan budaya dan alam. Lokasi Lesung tepat berada di perbukitan yaitu Shiva Plateau (Perbukitan Syiwa). Dahulu, Shiva Plateau adalah lembah para dewa dan merupakan pusat kebudayaan Mataram Kuno. Di kompleks perbukitan ini terdapat banyak situs, salah satunya adalah Candi Ijo. Lokasi Lesung merupakan salah satu peninggalan Mataram Kuno yang menjadi pusat kebudayaan dan pusat kerajaan. Lesung tidak ingin meninggalkan budaya tersebut, maka dari itu keindahan alam yang ada diharmonisasikan dengan kebudayaan peninggalan nenek moyang.
Lesung berada di ketinggian dengan pemandangan yang indah. Keistimewaan dari Lesung Cafe & Resto adalah konsep lokasinya yang bersatu dengan kebudayaan dan keindahan alam. Menu yang ada di Lesung menggunakan nama zaman Mataram Kuno, salah satunya adalah Rajaklana. Menu makanan di Lesung Cafe & Resto juga tetap mengusung makanan khas Nusantara.
Zaman pasti berubah, tetapi kita tidak boleh melupakan sejarah dan budaya peninggalan nenek moyang kita. Lesung tidak hanya menjadi tempat untuk bersantai, makan, dan menikmati pemandangan saja, pengunjung juga dapat menyaksikan dan merasakan peninggalan dari kebudayaan kuno yang bermakna.
