Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 Β© PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Dari Jakarta ke Tokyo, Inilah Cara Unik TKI Mengusir Rindu di Hari Raya
2 April 2025 14:31 WIB
Β·
waktu baca 3 menitTulisan dari Fathimah putri Amanah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Hari Raya Idulfitri adalah momen yang paling ditunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia. Namun, berbeda halnya bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di Jepang. Di negeri sakura, suasana lebaran terasa jauh berbeda dibandingkan dengan di Tanah Air.
ADVERTISEMENT
Lebaran yang Sepi di Negeri Sakura
Bagi sebagian besar TKI di Jepang, hari raya tidak berarti libur dan berkumpul dengan keluarga. Mengingat mayoritas penduduk Jepang bukan pemeluk agama Islam, beberapa perusahaan tetap mengharuskan para pekerjanya masuk seperti biasa. Hal ini membuat banyak TKI harus menjalani rutinitas kerja di saat umat Muslim di Indonesia merayakan kemenangan dengan penuh suka cita.
"Rasanya campur aduk, biasanya kalau di Indonesia pasti kumpul keluarga, makan ketupat, dan saling bermaafan. Tapi di sini tetap kerja seperti biasa," ujar Imas, salah satu TKI di Tokyo.
Suasana di jalanan Tokyo pun tidak berubah. Tidak ada gema takbir yang menggema atau orang-orang berbusana muslim berbondong-bondong menuju masjid. Semuanya berjalan normal, seakan-akan tidak ada momen istimewa. Bagi para TKI, hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi kerinduan akan kampung halaman.
ADVERTISEMENT
Mengusir Rindu dengan Kebersamaan
Meski begitu, para TKI tidak kehabisan akal untuk tetap merasakan hangatnya momen lebaran. Biasanya, pada H+2 atau beberapa hari setelah lebaran, mereka menyempatkan diri untuk berkumpul dan merayakannya dengan cara sederhana namun penuh makna.
Para TKI yang bekerja di wilayah Tokyo dan sekitarnya akan saling menghubungi dan merencanakan pertemuan. Mereka berjalan-jalan ke taman kota atau mengadakan makan bersama di tempat tinggal salah satu rekan. Menu khas Indonesia seperti opor ayam, rendang, dan ketupat pun tetap hadir meskipun dengan bahan seadanya.
"Setidaknya dengan kumpul bareng dan makan makanan Indonesia, rasa rindunya sedikit terobati. Meskipun tidak semeriah di kampung, tapi kebersamaan ini membuat kami merasa lebih kuat," kata Nining, seorang TKI lainnya.
ADVERTISEMENT
Solidaritas di Tanah Rantau
Keberadaan komunitas TKI di Jepang menjadi penopang utama dalam menjaga semangat di perantauan. Kebersamaan dan kekompakan antarpekerja menjadi kunci dalam menghadapi rindu kampung halaman. Melalui kebiasaan berkumpul ini, mereka tidak hanya berbagi makanan tetapi juga berbagi cerita dan tawa.
Lebaran jauh dari kampung halaman bukan hal yang mudah, tetapi para TKI di Jepang terus berusaha menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan. Bagi mereka, kebersamaan di perantauan adalah kekuatan untuk tetap bertahan dan menjalani kehidupan dengan penuh harapan.
Meski jauh dari keluarga, solidaritas antar sesama perantau menjadi penguat yang tidak tergantikan. Bagi para TKI di Jepang, inilah cara unik mereka mengusir rindu di hari raya.