Zakat: Dari Mustahik Menjadi Muzaki - Kisah Perjalanan Inspiratif Penerima Zakat

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin
·waktu baca 11 menit
Tulisan dari Fathir muhammad tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang buruh bangunan asal Jakarta bernama Pak Ali, sempat mengalami masa sulit dalam menjalani kehidupannya, hal ini dikarenakan proyeknya yang terus-menerus sepi peminat. Ia akhirnya menerima bantuan zakat berupa modal yang dipergunakan untuk membuka jasa renovasi rumah kecil-kecilan. Bukan hanya itu, lembaga zakat juga memberikan pelatihan kepadanya tentang bagaimana cara pengelolaan bisnis dan pemasaran.
Siapa sangka, kisah Pak Ali yang berawal dari proyek sepi dan membuka jasa renovasi kecil-kecilan ini mampu sukses dalam jangka waktu tiga tahun. Usaha Pak Ali tersebut berkembang sangat pesat, bahkan dia telah memiliki tim pekerja tetap yang membantunya dalam mengembangkan usahanya tersebut. Dalam perkembangannya, Pak Ali bahkan telah dipercayai dalam menangani proyek-proyek besar. Bahkan beliau tidak pernah membayangkan dapat berada di titik seperti ini. “Dulu saya tidak pernah membayangkan diri saya bisa menjadi muzaki. Tapi sekarang saya bisa berbagi kepada yang membutuhkan” Ujarnya dengan penuh rasa syukur
Kisah inspiratif Pak Ali ini tentunya bukanlah satu-satunya kisah inspiratif dimana zakat mampu memberikan perubahan yang sangat signifkan dalam hidup penerimanya. Di berbagai penjuru negeri bahkan mungkin dunia sekalipun, zakat telah berperan penting sebagai penerang atau cahaya yang menerangi mereka ditengah gelapnya kemiskinan. Zakat bukan hanya dapat dimaknai sebagai salah satu kewajiban agama semata, melainkan zakat juga mampu menjadi instrumen sosial dalam mengangkat kehidupan yang layak bagi banyak orang yang membutuhkan. Artikel ini akan memberikan sedikit gambaran bagaimana zakat mampu mengubah hidup seseorang dan bagaiamana pula peran dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam pengelolaannya, serta peluang dan tantangan yang dihadapi dalam mengoptimalkan dampaknya agar mampu dirasakan oleh masayarakat.
Zakat: Bukan Hanya Sekedar Kewajiban, Harapan bagi yang membutuhkan
Seperti yang diketahui oleh banyak kalangan, bahwa zakat merupakan 2,5% dari pendapatan dan atau harta yang dimiliki oleh seorang muslim. Namun pada hakikatnya, zakat bukanlah hanya sebatas angka 2,5% ataupun kewajiban yang harus dijalankan oleh kaum muslim semata. Jika dilihat dari kacamata Islam, zakat dapat diartikan dan dilihat sebagai bagian dari sistem keadilan sosial dalam Islam. Hal ini dapat dilihat dalam ayat-ayat Al-Qur’an mengenai kewajiban dalam berzakat serta penegasan mengenai zakat hanyalah diperuntukan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) hamba sahaya, orang-orang yang berhutan, untuk jalan Allah, dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah.Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana" (Q.S. At-Taubah: 60).
Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak semua kalangan dapat menerima zakat, namun ada golongan-golongan tertentu yang hanya bisa diberikan dan menerima zakat. Namun, perlu diketahui juga bahwa agama Islam sangatlah menekankan pentingnya berzakat bagi umatnya. Ada beberapa dalil yang mengemukakan tentang zakat itu sendiri. Salah satunya terdapat dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 43 yang artinya:
“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk."
Selain itu, Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, beliau menekankan akan pentingnya kewajiban berzakat bagi kaum muslimin. Dari Ibnu Umar r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Islam itu dibangun atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa di bulan Ramadan." (H.R Bukhari)
Dalil-dalil tersebut memberikan kita gambaran bahwa zakat merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh umat muslim dan merupakan bagian dari sistem keadilan sosial dalam kacamata Islam.
Dalam kehidupan nyata, zakat tentunya memberikan peran yang sangat besar dalam menciptakan keseimbangan ekonomi dan sosial antara individu manusia yang satu dan yang lainnya. Zakat hadir sebagai cahaya yang menrangi kehidupan mereka yang membutuhkan. Dalam pelaksanaanya, zakat telah memberikan sejumlah manfaat yang nyata dalam kehidupan umat manusia, seperti:
Membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaannya: Misalnya seorang kepala keluarga yang sempat kehilangan pekerjaannya akibat pandemi Covid 19 2020 silam, sehingga mampu bangkit melalui bantuan zakat produktif. Ataupun seperti kisah dari Pak Ali tadi yang kehilangan pekerjaannya.
Membuka akses pendidikan: Zakat juga menawarkan beasiswa pendidikan kepada ribuan anak yang ingin melanjutkan pendidikannya namun terhalang akan kondisi ekonomi yang terbatas. BAZNAS yang merupakan lembaga penyalur zakat di Indonesia tak jarang menawarkan berbagai beasiswa di jenjang perguruan tinggi, guna menunjang anak-anak bangsa yang memiliki keinginan melanjutkan studi pendidikannya namun terhalang masalah finansial.
Menyehatkan masyarakat: Program zakat juga menawarkan layanan kesehatan gratis bagi kaum dhuafa yang membutuhkan dan tidak mampu membayar layanan rumah sakit. Dalam hal ini, BAZNAS hadir dalam program yang dinamai sebagai Rumah Sehat BAZNAS (RSB), yang menawarkan layanan kesehatan gratis dan berkualitas bagi masyarakat yang kurang mampu (mustahik) ataupun yang membutuhkan.
Mengembalikan martabat dan harapan: Mungkin ini terdengar mengherankan bagi sebagian orang awam, sebab yang terlintas dibenak kita adalah bagaiman mungkin zakat mampu mengembalikan martabat seseorang. Jawabannya tentu sangatlah mampu. Sebab bagi mereka yang merasa tidak memiliki apa-apa lagi dan merasa tidak punya masa depan, dengan melalui zakat semua itu dapat membuka peluang mereka kembali. Contoh kecilnya saja misalnya, seorang anak yang terlahir dalam sebuah keluarga yang jauh dari kata mampu, namun berkesempatan memperoleh biaya pendidikan berupa beasiswa dari BAZNAS maka hal tersebut dapat membuka peluang anak tersebut dalam merintis mimpi dan mengembalikan martabat keluarganya dan memberikan harapan kepada keluarganya.
Jika dilihat dan direnungkan di lubuk hati yang sangat dalam, maka kita akan tersadar bahwa selain memenuhi kewajiban kita sebagai umat muslim, kita juga dapat membantu banyak orang diluar sana yang masih membutuhkan dan penuh akan kekurangan. Lagipula dalam ajaran Islam, berzakat tidaklah meminta hingga sebagian dari harta kita, melainkan hanya dua setengah persen dan tentu itu hanyalah angka yang sedikit. Walaupun demikian, entah mengapa masih saja ada dari kita yang sepertinya tidak terbuka pintu hatinya untuk menunaikan kewajiban tersebut.
Mungkin karena keraguan dalam menyalurkan zakat kepada lembaga zakat, atau ketidakpedulian terhadap hal tersebut. Padahal seperti yang dibahas sebelumnya, Zakat adalah kewajiban dan rukun Islam. Bahkan Rasulullah telah beberapa kali dalam riwayat hadist menegaskan mengenai keutungan dan keutamaan dalam berzakat. Salah satu keutamaan dalam berzakat ada dalam hadits Riwayat Bukhari dan Muslim yang artinya berbunyi:
Dari Abu Ayyub r.a. bahwa ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata:
“Beritahukan kepadaku tentang amal perbuatan yang dapat memasukkan aku ke dalam surga. Lalu beliau bersabda, 'Sembahyanglah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan sambunglah silaturahim.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Dari hadist tersebut kita dapat mengetahui bahwa dengan berzakat atau melaksanakan perintah zakat, itu merupakan salah satu amalan yang dijanjikan oleh baginda Rasulullah sebagai amalan yang dapat mengantarkan kita ke surganya Allah SWT. Jika ditelaah lagi lebih mendalam, kita dapat menyimpulkan bahwa dengan berzakat, selain memberikan keuntungan kepada yang menerima juga memberikan keuntungan dan previlage kepada yang memberi. Yakni dijanjikan surga bagi yang menunaikannya selaras dengan hadist tersebut. Hal ini tentunya selaras dengan pribahasa yang sering kita dengarkan yang mengatakan “Tangan Diatas Lebih Baik Dari Tangan Dibawah”.
Disisi lain, masih adapula umat yang menunda-nunda membayar zakat mereka dan takut sebab ketidak percayaan mereka dalam menyalurkan zakat kepada lembaga zakat yang berwenang. Hal ini tentu bukanlah tanpa sebab, bagi mereka yang masih awam tentunya takut apabila dana yang ia berikan kepada lembaga terkait tidaklah dikelola dengan baik oleh lembaga penyalur zakat tersebut. Namun, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) hadir sebagai lembaga terpercaya dalam menangani dan memastikan kerisauan masyarakat tersebut. Melalui BAZNAS, masyarakat tidak perlu khawatir tentang pengelolaan zakat mereka. Sebab BAZNAS hadir sebagai lembaga terpercaya yang memastikan bahwa zakat yang diberikan akan tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran serta memiliki dampak yang nyata dalam pengelolaannya.
Peran BAZNAS dalam Menyalurkan Zakat
Seperti yang dikatakan sebelumnya, BAZNAS telah memastikan bahwa zakat yang disalurkan oleh masyarakat akan disalurkan dengan baik dan tepat sasaran serta berdampak nyata kepada masyarakat. Hal ini tentunya dapat tergambar dalam berbagai program-program unggulan dari BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, Misalnya:
Program Zakat Produktif: Yang membantu mustahik atau masyarakat kurang mampu untuk memulai usaha kecil. Program ini memiliki tujuan yang sangat mulia dalam membantu para mustahik atau mereka yang kurang mampu dalam meningkatkan ekonomi mereka dan memberikan kesejahteraan serta mampu mengentaskan kemiskinan.
Beasiswa Cendekia Baznas: Program beasiswa yang menyasar kepada mahasiswa yang terkendala finansial ini tentunya membantu mereka yang berprestasi dan ingin melanjutkan atau menggapai cita-cita mereka namun terkendala masalah finansial. Perlu diketahui, beasiswa cendekia BAZNAS ini menyasar kepada mahasiswa Sarjana (S1) dan Diploma-IV (D4).
Layanan Kesehatan Mustahik: Seperti yang kita bahas sebelumnya, tentang bagaimana zakat mampu meningkatkan kesehatan atau menyehatkan masyarakat, salah satunya dengan melalui program BAZNAS yang sebelumnya kita bahas yakni program layanan kesehatan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan atau kurang mampu (mustahik). Program ini oleh BAZNAS diberi nama Rumah Sehat BAZNAS (RSB). Rumah Sehat Baznas (RSB) merupakan program BAZNAS yang diperuntukan bagi masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatannya namun terkendala oleh masalah finansial, dengan memberikan layanan kesehatan secara gratis kepada mereka.
Zakat Untuk Korban Bencana: Badan Amil Zakat Nasional juga terjun lansung dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat korban bencana di tanah air. Dalam berbagai bencana alam yang telah menimpah tanah air, BAZNAS selalu memiliki dan mengambil peran penting dalam memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak bencana.
Seorang yang berprofesi sebagai pedagang menyampaikan rasa terimakasih dan testimoninya kepada BAZNAS Kabupaten Bintan. Ia berkata:
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas bantuan modal usaha dari BAZNAS Bintan Makmur. Dengan bantuan ini, usaha jualan sarapan pagi yang saya rintis bisa berkembang pesat”
Masih banyak lagi sebenarnya program-program unggulan BAZNAS lainnya yang tak kalah hebatnya. Tak jarang BAZNAS juga seringkali terlihat membuka donasi sumbangan kemanusiaan kepada saudara muslim kita di Palestina berupa sedekah. Tentunya semua ini dilakukan oleh BAZNAS demi terjaminnya penyaluran yang tepat sasaran dan berdampak nyata.
Tantangan dan Solusi dalam Optimalisasi Zakat
Seperti yang kita bahas sebelumnya, kita dapat melihat dengan jelas mengenai bagaiamana zakat yang ternyata sangat memiliki potensi yang sangat besar kepada mereka saudara-saudara kita yang membutuhkan. Namun meski memiliki potensi yang sangatlah besar, perlu juga diketahui bahwa berbagai tantangan tetap saja ada dalam hal optimalisasi zakat itu sendiri, Misalnya:
Kurangnya kesadaran masyarakat: Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menyalurkan zakat kepada lembaga resmi masih terkadang terjadi di sekitar kita. Banyak dari mereka yang belum memahami bagaimana kelebihan dalam menyalurkan zakat kepada lembaga resmi dalam hal ini Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Distribusi Yang Belum Merata: Memanglah dalam segala hal pasti ada kekurangan dan kelebihan yang menyertainya. Misalnya saja dalam hal ini, ya mungkin saja beberapa daerah terpencil masih sulit dalam mendapatkan akses zakat. Namun, yang perlu digaris bawahi bahwa hal tersebut bukanlah berarti bahwa BAZNAS diam saja dalam menghadapi hal tersebut. Dalam perjalanannya BAZNAS terus berupaya dan berusaha agar pelosok-pelosok bahkan di wilayah terpencil sekalipun dimaksimalkan agar dapat memperoleh zakat. Contohnya banyak di daerah saya di Kabupaten Soppeng.
Meski demikian, hal tersebut tentunya selalu menjadi catatan penting bagi BAZNAS dalam mewujudkan pemerataan zakat kepada mereka yang kurang mampu atau disebut sebagai mustahik. Baznas dalam perjalannya terus berupaya membantu mereka dengan memberikan modal usaha dan berbagai kebutuhan lainya serta berupaya menjangkau mereka yang berada di wilayah terpencil. Adapun solusi dalam menangani tantangan tadi tentunya ada beberapa cara, diantaranya:
Sosialisasi dan edukasi: Masyarakat harus terus diberikan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya dan bagaimana keutamaan yang didapatkan dari berzakat melalu lembaga resmi dalam hal ini BAZNAS. Sosialisasi ini tentunya juga tidak lupa dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bagaimana dampak yang diperoleh dari menjalankan ibadah zakat.
Mengoptimalkan distribusi ke daerah terpencil: Seperti yang diketahui, daerah terpencil sangatlah sulit mendapatkan beberapa akses, yang kadang membuat kehidupan mereka terasa sulit dan terasa terbelakang. Namun, BAZNAS terus berupaya agar dapat menjangkau mereka yang berada di daerah terpencil tersebut agar dapat mewujudkan kemerataan zakat kepada para mustahik di tanah air.
Saatnya Berbagi Cahaya Zakat
Zakat bukanlah hanya sekedar kewajiban yang harus dipenuhi oleh kaum muslimin, tetapi juga merupakan kesempatan untuk memberikan dorongan serta perubahan sosial dan ekonomi bagi seseorang diluar sana. Bagi mereka yang berada di titik terendah, cahaya zakat dapat menjadi jalan keluar mereka dari gelapnya kemiskinan dan membuka pintu bagi masa depan yang lebih baik.
Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi dan terpercaya seperti BAZNAS, kita dapat memastikan bahwa bantuan tersebut akan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan dan memberikan dampak jangka panjang yang dapat bernilai sebagai amal jariah yang dapat bermanfaat bagi kita di hari kemudian kelak.
“Surga adalah untuk mereka yang bertutur halus, menyebarkan salam Islam, memberi makan orang-orang dan bermalam dengan memanjatkan doa secara sukarela ketika orang-orang sedang terlelap.” (HR. At-Tirmidzi).
Maka dari itu, mari saatnya kita menjadi bagian dari perubahan dengan menyalurkan zakat dan menjadi cahaya bagi sesama.
Sumber: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). https://baznas.go.id/ dan https://www.indonesiana.id/read/179660/dari-mustahik-menjadi-muzaki-kisah-perjalanan-inspiratif-penerima-zakat
