Konten dari Pengguna

"Mata di Tanah Melus": Kritik Sosial Peran Orang Tua

Fathiya Nurul Khaira

Fathiya Nurul Khaira

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fathiya Nurul Khaira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Novel "Mata di Tanah Melus" karya Okky Madasari mengandung pesan yang tersembunyi dan sangat signifikan mengenai dinamika keluarga, terutama sebagai peringatan bagi orang tua untuk tidak menempatkan ego pribadi di atas kepentingan rumah tangga. Melalui cerita petualangan Matara, seorang remaja berusia dua belas tahun yang menghadapi dilema internal karena keadaan keluarganya, novel ini menunjukkan bagaimana ego dan ketidakselarasan orang tua dapat mempengaruhi secara negatif anak serta keharmonisan keluarga secara keseluruhan.

Perselisihan keluarga yang dialami Matara terus menghantuinya dalam petualangan, mencerminkan bahwa anak tidak dapat terhindar dari kenyataan dunia dewasa yang seringkali dipenuhi dengan ketegangan dan egoisme. Sikap orang tua yang terlalu mementingkan keinginan dan ego mereka sendiri tanpa memperhatikan perasaan serta kebutuhan anak justru menyebabkan luka emosional dan ketidaknyamanan bagi anak. Hal ini terlihat dengan jelas dalam novel ketika Matara menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian, yang juga mencerminkan ketidakstabilan emosional yang diakibatkan oleh konflik orang tua.

Photo by Arina Krasnikova: https://www.pexels.com/photo/close-up-shot-of-parent-holding-her-child-s-hands-6338763/
zoom-in-whitePerbesar
Photo by Arina Krasnikova: https://www.pexels.com/photo/close-up-shot-of-parent-holding-her-child-s-hands-6338763/

Pesan moral yang bisa diambil adalah betapa pentingnya orang tua menempatkan kepentingan keluarga dan anak di atas kepentingan pribadi untuk menciptakan lingkungan rumah tangga yang harmonis dan mendukung perkembangan anak secara optimal. Ego yang diabaikan akan memberikan kesempatan untuk komunikasi yang baik dan kasih sayang yang ikhlas, sehingga anak merasa aman dan didukung dalam menjalani kehidupan. Novel ini mengingatkan bahwa ketidakmampuan orang tua dalam mengendalikan ego dan konflik internal tidak hanya merugikan diri mereka sendiri, tetapi juga berpengaruh langsung pada masa depan anak serta kualitas hubungan dalam keluarga. Melalui gaya naratif yang memadukan elemen realis dan utopis, Okky Madasari berhasil menghadirkan kritik sosial yang halus tetapi mendalam mengenai signifikansi peran orang tua dalam menciptakan keluarga yang sehat.