Konten dari Pengguna

Mencari Makna dan Tujuan Hidup

Fathiya Nurul Khaira

Fathiya Nurul Khaira

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fathiya Nurul Khaira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Photo by Arsonela K: https://www.pexels.com/photo/open-book-of-poetry-in-french-16063642/
zoom-in-whitePerbesar
Photo by Arsonela K: https://www.pexels.com/photo/open-book-of-poetry-in-french-16063642/

"Tiga Kartu Pos" merupakan puisi karya Sapardi Joko Damono, seorang penyair kenamaan Indonesia yang terkenal dengan berbagai puisinya yang sangat populer dengan menggunakan kata-kata yang sederhana. Puisi ini ditulis pada tahun 1975 dengan tema ketuhanan dan termasuk dalam manuskrip kumpulan puisi "Hujan Bulan Juni". Dapat dilakukan analisis dengan memahami tema, struktur, dan gaya bahasa penyair.

Tiga Lembar Kartu Pos

soalnya kau tak pernah tegas menjelaskan keadaanmu,

tak pernah tegas mengakui bahwa harus menyelesaikan

perkaramu dengan-Ku

suratmu dulu itu entah dimana, tidak di antara

bintang-bintang, tidak di celah awan, tidak di sela-sela sayap

malaikat

Masih Kuingat benar: alamat-Ku kau tulis dengan sangat

tergesa, Kubayangkan tanganmu gemetar tanda bahwa ada

yang ingin lekas-lekas kau sampaikan pada-Ku

Lembar Kartu Pos (2)

kau dimana kini? Sebenarnya saja: pernahkah kau tulis

surat itu? Pernahkah sekujur tubuhmu mendadak dingin

ketika kau lihat bayang-bayang-Ku yang tertinggal di

kamarmu?

Mungkin Aku keliru, mungkin selama ini kau tak pernah

merasa memelihara hubungan dengan-Ku, tak pernah ingat

akan percakapan Kita yang panjang perihal topeng

yang tergantung di dinding itu

Bagaimanapun Aku ingin tahu dimana kau kini

Lembar Kartu Pos (3)

anakmu yang tinggal itu menulis surat, katanya antara

lain, “...alamat-Mu kudapati di tong sampah, di antara

surat-surat yang dibuang Ayah; hanya sekali ia pernah

menyebut-nyebut nama-Mu, yakni ketika aku meraung

karena dihalanginya mengenakan topeng yang ...”

rupanya ia ingin mengajak-Ku bercakap tentang mengapa

Aku sengaja memberimu hadiah topeng di hari ulang

tahunmu dulu itu

siasatnya pasti siasatmu juga; menatap tajam sambil

menuduh bahwa kunfayakun-Ku sia-sia belaka

Puisi “Tiga Kartu Pos” dapat dipahami sebagai gambaran seseorang yang hidupnya penuh dengan perubahan dan kehilangan. Puisi ini menggambarkan seseorang yang mengalami perubahan dan kehilangan dalam hidup serta berusaha menemukan makna dan tujuan hidup.

Puisi ini terdiri atas tiga bagian yang masing-masing bagian memuat tiga baris puisi. Struktur ini menunjukkan bagaimana puisi menggunakan pola yang konsisten dan teratur untuk menyampaikan tema dan gagasan yang ingin diungkapkan penyair. Sama halnya dengan gaya bahasa yang digunakan dalam puisi ini, penyair juga menggunakan bahasa yang indah dan kreatif untuk mengungkapkan tema dan gagasan yang ingin diungkapkannya.

Dalam puisi ini juga, kita melihat penggunaan metafora dan simbolisme untuk mewakili tema dan ide yang diungkapkan. Puisi ini juga mempunyai struktur yang konsisten dan teratur untuk menyampaikan tema dan gagasan yang disampaikan. Gaya bahasa yang digunakan dalam puisi ini menunjukkan bagaimana penyair menggunakan bahasa yang indah dan kreatif dalam mengungkapkan tema dan gagasan yang diungkapkan.