Konten dari Pengguna

Peran Orang Tua terhadap Sikap Anak

Fathiya Nurul Khaira

Fathiya Nurul Khaira

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fathiya Nurul Khaira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Photo by Abhi Nikam: https://www.pexels.com/photo/grayscale-photo-a-baby-and-a-person-doing-a-fist-bump-7060508/
zoom-in-whitePerbesar
Photo by Abhi Nikam: https://www.pexels.com/photo/grayscale-photo-a-baby-and-a-person-doing-a-fist-bump-7060508/

Dalam novel "Midah Simanis Bergigi Emas" oleh PRAM, pengaruh orang tua terhadap tokoh Midah sangat berperan dalam pembentukan kepribadian dan sikap Midah kepada keluarganya. Pada awalnya, orang tua Midah sangat peduli terhadap dirinya. Mereka memberikan cinta, perhatian, dan arahan yang memadai, sehingga Midah berkembang menjadi anak yang baik dan tambatan. Perhatian orang tua ini menjadi dasar yang krusial bagi perkembangan karakter Midah yang pada awalnya dipenuhi dengan keceriaan dan kepatuhan.

Akan tetapi, dengan hadirnya adik-adik Midah, perhatian orang tua mulai terpecah dan berkurang secara substansial terhadap Midah. Perhatian mereka yang tertuju pada adik-adiknya yang baru lahir membuat Midah merasa diacuhkan dan tidak mendapat perhatian yang cukup. Keadaan ini mengakibatkan pergeseran dalam ikatan emosional antara Midah dan orang tuanya. Tanpa bimbingan dan perhatian yang cukup, Midah mulai merasakan kebebasan untuk berperilaku tanpa pedoman yang tegas dari orang tua. Kebebasan ini akhirnya mengarah pada perilaku yang lebih menentang dan melawan, karena Midah berusaha mendapatkan perhatian dan pengakuan yang selama ini kurang ia terima.

Minimnya keterlibatan orang tua dalam menjaga keadaan emosional dan psikologis anak mereka berpengaruh cukup signifikan. Anak-anak yang merasa diacuhkan biasanya mengalami kesepian, kebingungan, dan ketidakpastian dalam menetapkan batasan perilaku. Akibatnya, anak itu dapat menunjukkan perilaku negatif seperti menentang, melanggar norma, dan mencari perhatian dengan cara yang tidak pantas. Dalam situasi Midah, sikap perlawanan ini adalah sebuah ungkapan ketidakpuasan dan kebutuhan emosional yang tidak dipenuhi oleh orang tuanya.

Secara lebih luas, kisah ini mengingatkan kita akan signifikansi peran orang tua dalam memberikan perhatian yang tetap kepada setiap anak, bukan hanya saat mereka masih kecil, tetapi juga ketika anggota baru bergabung dalam keluarga. Perhatian dan cinta yang seimbang dapat membantu anak merasa dihargai dan dicintai, sehingga mereka berkembang menjadi individu yang sehat secara emosional dan sosial. Sebaliknya, minimnya perhatian dapat menyebabkan efek buruk yang berujung pada pertikaian dan ketegangan dalam keluarga.

Novel "Midah Simanis Bergigi Emas" dengan jelas menggambarkan peran penting orang tua dalam membentuk sikap dan perilaku anak. Ketiadaan perhatian orang tua kepada Midah setelah kelahiran adik-adiknya menjadi penyebab utama yang membuat Midah lebih mandiri dan menentang, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap dinamika hubungan keluarga secara keseluruhan.