Jerman Melestarikan 'Kutukan' Juara Piala Dunia
Tulisan dari Fathru Qalbie Septizar Akbar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sepakbola tidak hanya menghadirkan 90 menit pertandingan di lapangan hijau, namun banyak didalamnya hal yang membumbui sisi lain dari olahraga ini. Selain drama dalam pertandingan maupun diluar pertandingan, sepakbola memiliki tren yang dilakukan oleh suatu tim atau secara berturut-turut yang menghasilkan dampak yang sama atau biasa disebut dengan kutukan. Kutukan biasanya terdapat pada sistem kehidupan sebab-akibat jika seseorang melakukan sesuatu akan otomatis akan memetik sesuatu di kemudian hari.
Kutukan dalam sepakbola tidak begitu saja terjadi, suatu hal yang terjadi atau dilakukan oleh suatu tim atau pemain yang secara berturut-turut baru menimbulkan istilah kutukan. Kutukan dalam sepakbola juga bukan lah hal yang tidak bisa dipecahkan, sering kutukan dalam sepakbola yang akhirnya bisa dihancurkan oleh suatu tim seperti Real Madrid yang mampu memenangkan Liga Champion secara berturut-turut, bahkan mereka dapat memenangkannya sebanyak 3 kali. Hal ini terbukti jika kutukan dalam sepakbola tidak sama dengan kutukan dalam kehidupan.
Kutukan juga hadir dalam piala dunia, yang terbaru adalah kutukan yang berjalan sejak tahun 2010 atau 3 edisi piala dunia terakhir dimana negara yang berhasil memenangkan piala dunia akan kalah di fase grup pada piala dunia edisi berikutnya. Kutukan ini berawal pada tahun 2010 dimana Italia sang juara bertahan yang gagal di fase grup, dilanjutkan Spanyol yang juga terhempas di fase grup piala dunia 2014. Hal ini terjadi lagi di piala dunia 2018 ketika Jerman harus mengemas koper mereka lebih awal karena hanya finish di peringkat ke-3 fase grup setelah Korea Selatan yang menendang mereka dengan skor 2-0.
Dengan ini Jerman berhasil melestarikan kutukan yang harusnya mereka mampu pecahkan, namun sepertinya mereka lebih memilih untuk memanaskan tradisi seperti ini. Patut ditunggu siapakah yang akan melestarikan kutukan di edisi selanjutnya alias negara yang akan memenangkan Piala Dunia 2018, apakah Brazil, Argentina, Spanyol, atau Inggris? yang pasti mereka harus mewaspadai kutukan seperti ini.

