Konten dari Pengguna

Proses Belajar Menjadi Bandar Narkoba

Fathurrohman

Fathurrohmanverified-green

Analis Kejahatan Narkotika, Penulis Cerita Perjalanan, ASN di BNN.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fathurrohman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi narkoba. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi narkoba. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Seseorang tidak bisa langsung menjadi seorang bandar narkoba. Terdapat proses atau tahap tertentu sampai pada tahap seseorang menjadi bandar narkoba. Proses atau tahapan tersebut merupakan proses belajar seseorang sehingga menjadi penjahat karier (criminal career).

Dari bukunya Rashi K. Shukla (Methamphetamine: A Love Story, 2016), seperti yang disebutkan Gisela Bichler (2019), kita dapat melihat empat tahap seseorang untuk menjadi bandar atau pengedar narkoba.

Empat tahap tersebut adalah tahap belajar untuk memulai menggunakan narkoba (learning to use), perubahan perilaku (changing habit), keterlibatan dalam jual beli narkoba (involvement in trade), lalu terlibat dalam jaringan pengedar (retail network).

Tahap memulai menggunakan

Berikut adalah kutipan salah satu dari 33 orang yang dilakukan wawancara oleh Shukla dalam periode risetnya.

“Saya ingin menyebut seseorang bernama ‘Jay.’ Kami terbiasa untuk selalu melakukan pesta di sebuah kota di utara dengan seorang laki-laki bernama ‘XX’, di sebuah rumah trailer, di sana terdapat minuman, obat-obatan, maksud saya semuanya telah tersedia. Seorang laki-laki bernama ‘XX’ selalu membawaku ke sana.

Malam itu ‘XX’ tidak bersama saya dan saya ingin pergi ke rumah trailer tersebut. Saya bodoh, berada di rumah tersebut, saya menghabiskan beberapa batang rokok, sementara orang-orang keluar dan masuk. Lalu saya bertanya kepada ‘Jay’ tentang apa yang mereka lakukan. ‘Jay’ menjawab dengan sebuah tawaran, “Hey, kenapa kamu tidak masuk dan mencoba ini?” Saat itu saya berusia 14 tahun.”

Kutipan tersebut adalah cerita dari seseorang bernama Bryant, dia adalah mantan bandar atau pemilik pabrik narkoba di pedesaan Oklahoma, AS.

Apa yang dijelaskan oleh Bryant tersebut adalah tahap permulaan seseorang mengenal narkoba. Tahap tersebut terjadi secara alamiah. Bryant memulai belajar untuk menggunakan narkoba (learning to use).

Perkenalan awal seseorang terhadap narkoba memang biasanya berasal dari lingkungan, dari temannya secara langsung. Potensi pengaruh pertemanan memang kuat dan saling mempengaruhi. Setelah interaksi yang terus-menerus terhadap narkoba, pada akhirnya Bryant menjadi bandar dan memproduksi narkoba.

Tahap perubahan perilaku

Pada tahap ini, seseorang mulai menggunakan secara aktif, menjadi pecandu aktif. Pada kesempatan yang dimiliki, dia akan mudah untuk menggunakan narkoba, no drugs no happy. Pesta-pesatnya adalah pesta narkoba. Upaya menghilangkan kepenatan dari pekerjaan legalnya adalah narkoba. Tubuhnya telah teradaptasi dengan narkoba.

Pada tahap ini, mereka menjadi pengguna rutin. Secara bertahap, tidak ada lagi perasaan bersalah atau rugi atas uang yang dikeluarkan untuk membelinya. Mereka masuk dalam kelompok pengguna narkoba. Bahkan, tidak jarang mereka mempunyai komunitas pengguna narkoba.

Tahap terlibat dalam jual beli narkoba

Interaksi antara pengguna narkoba dengan penjual di tingkat eceran semakin intens. Bahkan, mereka mempunyai kesempatan untuk hang out antara pengguna dan penjual. Mereka memiliki kesamaan, sebagai pengguna narkoba.

Tawaran untuk turut menjual sering muncul dari pengecer. Alasan permulaan adalah agar dapat memakai narkoba dengan gratis, bahkan mendapatkan uang lebih. Karena hubungan di antara mereka sudah dekat, maka syarat utama dalam keterlibatan seseorang dalam jaringan yaitu kepercayaan telah terbangun.

Pengguna narkoba kini turut serta membantu menjual kepada konsumen di lingkungan tertentu. Pada tahap keterlibatan ini, status pengguna narkoba bergeser menjadi pengecer tingkat jalanan.

Tahap menjadi bagian jaringan peredaran narkoba

Tahap berikutnya adalah terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Seperti pengakuan Allie kepada Shukla.

“Terdapat beberapa kali terjadi di mana saya menjual narkoba kepada orang asing. Mereka adalah teman dari teman. Umumnya mereka adalah laki-laki, usia paling muda 21 tahun, sebab mereka akan menjadi orang-orang yang pergi ke bar dengan saya atau, dan kemudian dengan teman-teman saya, keluarga, dan kemudian mereka akan memiliki orang-orang yang memanggil saya dan saya cukup terlibat. Saya berurusan dengan KKK [Ku Klux Klan], saya berurusan dengan banyak orang.”

Allie adalah mantan bandar dan mengorganisasi koki narkoba. Pada tahap ini, Allie bergeser dari yang awalnya hanya terlibat dalam penjualan di tingkat pengecer kini menjadi pengedar dengan konsumen yang beragam. Mulai menjual narkoba kepada orang-orang asing, bahkan menjadi bandar narkoba secara mandiri.

Tahapan seseorang sehingga menjadi bagian dalam jaringan peredaran narkoba berbeda-beda. Tentu tidak semua pengguna pada akhirnya terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Terdapat dinamisasi situasi yang dapat mempengaruhi seseorang untuk menjadi penjahat karier atau berhenti terlibat lebih jauh.

Jika pada tahap awal, mulai berinteraksi dengan narkoba, dapat dihentikan maka orang-orang tersebut tidak perlu sampai berurusan dengan penegak hukum. Semakin jauh terlibat, maka akan semakin rumit untuk menghentikannya seperti yang dialami oleh Bryant atau Allie dalam cerita di bukunya Shukla tersebut.