News
·
17 Januari 2021 14:39

Dampak Brexit Bagi Perekonomian dan Investasi di Indonesia

Konten ini diproduksi oleh Fatia Sekar Widyasari
Dampak Brexit Bagi Perekonomian dan Investasi di Indonesia (85926)
pict from : https://actconsulting.co/pengaruh-british-exit-di-tahun-2020-brexit-bagi-indonesia/
Brexit
Pada tahun 2016, Britanaya Raya yang terdiri dari Inggris, Skotlandia, Wales dan Iralandia Utara telah melaksanakan referendum dengan melibatkan masyarakat Inggris, referendum ini dilakukan untuk menyepakati apakah Inggris akan tetap menjadi anggota Uni Eropa atau keluar dari Uni Eropa. Masyarakat Inggris pada saat itu terbagi menjadi 2, ada yang menginginkan Inggris segera keluar dari Uni Eropa kelompok masyarakat ini merupakan pendukung dari partai konservatif yang didukung oleh Boris Johnson yang merupakan perdana menteri Inggris yang selalu mengkampanyekan agar Inggris keluar dari Uni Eropa. Lalu ada juga yang masih menginginkan Inggris agar tetap bertahan menjadi anggota Uni Eropa. Mereka yang menginginkan Inggris keluar dari Uni Eropa beranggapan bahwa banyaknya tenaga kerja dan imigran yang banyak mengambil lapangan pekerjaan sehingga masyarakat lokal justru tidak mendapatkan pekerjaan, serta keanggotaan Inggris di dalam Uni Eropa dianggap telah memperlambat kemajuan ekonomi Inggris. Brexit merupakan langkah yang diambil oleh Inggris setelah banyaknya konflik yang berkepanjangan anatara Inggris dan Uni Eropa. Keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa memberikan dampak yang besar bagi negara-negara yang ada di dunia salah satu dampak yang di rasakan adalah dampak ekonomi, beberapa negara yang bekerjasama dengan Uni Eropa dan Inggris contohnya.
ADVERTISEMENT
Kerjasama antara Uni Eropa dengan Inggris cukup banyak dan menguntungkan kedua belah pihak, kerja sama tersebut Inggris selalu mendapatkan kenaikan yang sangat baik dibandingkan dengan Italia, Perancis dan Jerman, namun setelah keluarnya Inggris dari Uni Eropa, perekonomian juga mulai berdampak bagi kedua belah pihak Negara, Inggris awalnya juga mengalami krisis ekonomi pada awal bergabungnya dengan European Economic Community. Saat Ini Inggris sedang terancam oleh gelombang resesi kedua akibat dampak dari adanya virus corona yang terus bermutasi bersamaan dengan perdagangan Brexit yang mendekati waktu berakhir, Inggris dan Uni Eropa melakukan pembatasan kerjasama dan transportasi yang ketat untuk mengurangi kasus covid di negara mereka. Perjanjian perdagangan pasca Brexit masih belum menemukan hasil akhir yang baik sehingga banyak perusahaan-perusahaan Inggris akan dikenakan tarif tambahan atau tidak. Sebelumnya para negosiator telah mencapai kesepakatan yang berkaitan dengan penyelesaian pemisahan Inggris dengan Uni Eropa seta mencapai kesepakatan pasar tunggal dari Uni Eropa. Kesepakatan tersebut berlaku untuk perizinan perdagangan barang bebas tariff dan kuota setelah tanggal 31 Desember 2020.
ADVERTISEMENT
Setelah adanya perundingan dan referendum Brexit pada tahun 2016, terbentuklah kesepakatan baru untuk bisnis bagi kedua belah pihak negara. Di luar pasar tunggal Uni Eropa, banyak perusahaan jasa keuangan Inggris yang akan kehilangan akses untuk memberikan akses layanan kepada masyarakat, dan harus menunggu sampai Uni Eropa memberikan akses kepada mereka. Adanya kesepakatan tersebut secara tidak langsung memberikan kerugian ekonomi yang dapat langsung dirasakan karena Inggris meninggalkan Uni Eropa, bahkan diperkirakan pertumbuhan perekonomian Inggris akan mengalami beberapa hambatan, serta terjadinya wabah corona ini semakin membuat Inggris sulit untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang semakin maju. Namun bagi Uni Eropa, adanya kesepakatan ini merupakan salah satu hal yang baik untuk menhindari kerusakan hubungan diplomatic antara Uni Eropa dengan Inggris.
ADVERTISEMENT
Setelah adanya referendum Brexit, sangat berdampak pada nilai mata uang Euro dan Poundsterling terhadap US dollar sementara Indonesia jsutru malah mengalami penguatan terhadap nilai US dollar. Kerjasama antara Indonesia dengan Inggris juga masih berjalan dengan baik baik kerjasama dalam bidang perdagangan maupun investasi, menurut data pada International Trade Center nilai perdagangan antara Indonesia dengan Inggris mencapai Rp. 37,52 triliun. Setelah adanya peristiwa brexit keuntungan yang didapatkan semakin mengecil namun tetap mendapatkan keuntungan, Indonesia melakukan kerjasama dengan Inggris seperti mengimpor barang-barang manufaktur seperti mesin-mesin, besi, baja dan Indonesia mengekspor produk hasil kayunya ke Inggris. Inggris juga melakukan investasi di Indonesia, setelah Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) investasi tidak terlalu berdampak bagi para investor yang ingin berinvestasi di Indonesia karena saat ini jumlah investor yang masuk masih terhitung sedikit, sehingga Indonesia masih terus berusaha untuk menarik investor agar berinvestasi di Indonesia. Menteri keuangan Indonesia, Sri Mulyani tetap memberikan instruksi agar kita lebih berwaspada karena saat ini masih banyak kebijakan-kebijakan baru yang akan sepakati oleh Uni Eropa dan Inggris, dan bisa jadi kesepakatan baru tersebut tidak menguntungkan kedua belah pihak sehingga Indonesia memuingkinkan terkena dampaknya.
ADVERTISEMENT
Inggris telah resmi keluar dari Uni Eropa pada tanggal 31 Januari 2020, Inggris akhirnya keluar setelah melakukan referendum sejak tahun 2016, banyak masyarakat Inggris yang memilih untuk keluar dari Uni Eropa. Setelah Inggris keluar dari Uni Eropa, banyak dampak ekonomi yang dirasakan baik bagi Inggris, Uni Eropa dan negara lainnya. Brexit memberikan dampak pada nilai tukar mata uang, selain itu kerjasama antara Inggris dengan Indonesia juga saat ini masih berjalan dengan baik. Setelah Inggris keluar dari Uni Eropa memberikan peluang bagi Indonesia untuk melakukan kerjasama yang lebih banyak dengan Inggris, namun karena masih ada beberapa kebijakan yang masih belum disepakati oleh kedua Negara sehingga Indonesia harus waspada dengan dampak baik atau buruknya yang memungkinkan terjadi. Indonesia saat ini ingin meningkatkan kerjasamanya dengan Inggris dalam bidang investasi, setelah Inggris keluar dari Uni Eropa sector investasi tidak terlalu berdampak bagi hubungan antara Indonesia dengan Inggris hal inilah yang menyebabkan Indonesia ingin meningkatkan kerjasama investasi dengan Inggris, namun butuh waktu bagi Indonesia untuk menarik minat investor di Indonesia terlebih Indonesia merupakan Negara berkembang.Adanya peristiwa Brexit memiliki dampak positif dan negarti bagi Indonesia.
ADVERTISEMENT