Konten dari Pengguna

Si Anak Kuat: Kuat yang Tumbuh dan Mengakar dari Dalam

Fatikah Ayu

Fatikah Ayu

Mahasiswa s1 Ilmu Komunikasi, Universitas Sebelas Maret

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fatikah Ayu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Novel Si Anak Kuat, Koleksi Pribadi Penulis
zoom-in-whitePerbesar
Novel Si Anak Kuat, Koleksi Pribadi Penulis

Judul : Si Anak Kuat

Penulis : Tere Liye

Tahun terbit : 7 Maret, 2023

Penerbit : PT Sabak Grip Nusantara, Depok, Jawa Barat

Genre : Fiksi Sastra

Jumlah halaman : 427 Halaman

Sinopis

“Kau anak paling kuat di keluarga ini, Amelia. Bukan kuat secara fisik, tapi kuat dari dalam. Kau adalah anak yang paling teguh hatinya, paling kokoh pemahaman baiknya. Kau menyayangi sekitar, dan sungguh-sungguh mau membantu orang lain” Ucap Bapak kepada Amelia, si bungsu yang hadir dengan banyak harapan dan mimpi hebat untuk kampung halamannya.

Buku ini mengisahkan perjalanan mimpi Amelia dengan segala lubang dan rintangannya. Kisah tentang tekat kuat dan tangguh si bugsu untuk mewujudkan mimpi hebat yang ia rajut bersama teman-temannya, menggambarkan kepedulian, teguh hati, dan rasa sayangnya akan sekitar, untuk Mamak, Bapak, Kak Eli, Kak Burlian, Kak Pukat, dan kampung halaman tempat ia lahir dan dibesarkan.

Besarnya kepedulian yang Amelia miliki menumbuhkan mimpi-mimpi yang besar pula untuk kampung halamannya. Ia dengan berani mengambil langkah untuk memulai proyek pembibitan kopi dan menggerakkan warga sekitar. Namun, jalan yang ia lalui tentu tidak selalu mulus. Amelia harus menghadapi kegagalan, kesedihan, dan pilihan-pilihan sulit, sampai akhirnya ia meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu di tempat yang jauh, dengan restu Mamak yang meyakininya sebagai Amelia si anak kuat.

Melalui kisah Amelia, novel ini menunjukkan bahwa kekuatan sejati bukan soal fisik, melainkan keteguhan hati yang sukar akan keputusasaan dan kepedulian pada sesama sebagai wujud cinta yang dalam.

Akar Kuat Terpupuk dari Dalam

Amelia bukan tidak pernah mengeluh, bukan tidak pernah lelah, bukan tidak pernah lemah, tapi ia memiliki akar kuat yang terpupuk subur dari dalam, dari kepercayaan Mamak yang meyakini ia sebagai anak kuat, dari kepercayaan Bapak yang meyakini ia sebagai anak bungsu yang kokoh pemahaman baiknya. Kepercayaan-kepercayaan itu memupuk kepribadian Amelia hingga hatinya teguh, menyuburkan kepeduliannya akan sekitar, dan menumbuhkan mimpi-mimpi hebat di dalam dirinya.

Restu Mamak untuk Amelia menuntut ilmu jauh dari kampung halamannya dibekali kepercayaan memberi pesan yang sangat dalam tentang rasa percaya orang tua terhadap anaknnya. Kepribadian Amelia yang dikisahkan sukar menyerah seakan menyampaikan kepada pembaca bahwa keberanian untuk menghadapi rintangan akan membuahkan hasil yang lebih memuaskan dibandingkan memilih jalan pintas untuk menyerah.

Kelebihan

Novel Si Anak Kuat mengangkat nilai kejujuran, kerja keras, kepedulian, dan keberanian bermimpi, dibalut dengan tema keluarga dan kehidupan kampung yang dekat dengan pembaca sehingga pesan mudah diterima. Tokoh Amelia dalam cerita digambarkan sebagai sosok yang menginspirasi. Ia berani menunjukkan bahwa tidak ada batasan umur yang terlalu kecil dan terlalu besar untuk berbuat sesuatu bagi lingkungannya. Novel ini cocok untuk pembaca remaja maupun dewasa dengan penggunaan Bahasa yang ringan.

Kekurangan

Buku ini memiliki cukup tebal dan memliki alur yang berjalan perlahan sehingga bagi sebagian pembaca cerita terasa cukup panjang. Karakter-karakter yang diceritakan dibuat serba baik dan bijak membuat cerita ini terasa terlalu ideal.

Kesimpulan

Melalui novel Si Anak Kuat kita belajar bahwa kekuatan sejati tidak dapat diukur dari fisik atau posisi dalam keluarga, tetapi dari keteguhan hati dan kepedulian pada sesama. Melalui Amelia, Tere Liye menunjukkan bahwa kepercayaan orang tua bisa menumbuhkan keberanian seorang anak untuk bermimpi dan berbuat sesuatu bagi kampung halamannya. Meski alurnya berjalan perlahan dan tokohnya terasa terlalu ideal, pesan novel ini tetap hangat dan mudah diterima. Buku ini layak dibaca oleh remaja maupun dewasa, terutama mereka yang mencari kisah yang menginspirasi.