Konten dari Pengguna

Efektivitas Foto Thorax Indikasi TBC dalam Radiografi

Fatikha Bella Fahrenzi

Fatikha Bella Fahrenzi

Mahasiswa Teknologi Radiologi Pencitraan Universitas Airlangga

·waktu baca 9 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fatikha Bella Fahrenzi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar Pemosisian Pasien Foto Thorax ( Sumber : Foto Pribadi )
zoom-in-whitePerbesar
Gambar Pemosisian Pasien Foto Thorax ( Sumber : Foto Pribadi )

Oleh :

Amelia Nurul N, Alya Rohmania Dwi A, Devida Rahmawati A, Fatikha Bella F, Pramita Rachmalia D, Serly Erlika Rama D.

Universitas Airlangga, Fakultas Vokasi, Teknologi Radiologi Pencitraan

Radiografi thorax atau rontgen thorax adalah prosedur pemeriksaan radiologi non-invasif yang memanfaatkan radiasi untuk memperoleh gambar organ dan struktur yang terdapat pada rongga dada. Pemeriksaan ini menghasilkan gambaran dari berbagai organ vital dan struktur anatomis yang terdapat di dalam rongga toraks. Melalui teknik pencitraan ini, dokter dapat mengevaluasi kondisi jantung, paru-paru, saluran pernapasan, tulang rusuk, pembuluh darah, hingga kelenjar getah bening tanpa melakukan tindakan invasif yang berisiko bagi pasien. Rontgen dada, atau film, digunakan untuk mengidentifikasi penyakit jantung, paru - paru, saluran udara, pembuluh darah, dan kelenjar getah bening. Rontgen dada juga dapat menampilkan bagian atas tulang belakang, tulang rusuk, tulang selangka, dan dada. Pemeriksaan radiografi thorax merupakan pemeriksaan paling sering dan paling rutin dilakukan di setiap instalasi radiologi khususnya radiodiagnostik (WHO, 2016). Pemeriksaan radiografi thorax merupakan metode diagnostik yang cukup penting untuk mengevaluasi saluran pernafasan, parenkim dan pembuluh darah paru, mediastinum, jantung, pleura dan dinding thorax. Tujuan utama dari pemeriksaan radiografi thorax adalah untuk mengevaluasi kondisi organ dan struktur di dalam rongga dada. Deteksi Masalah Paru-paru Radiografi thorax sangat efektif dalam mendeteksi dan mengevaluasi berbagai kondisi patologis pada paru-paru, seperti, tuberkulosis paru, infeksi.

Pada pemeriksaan radiografi thorax ini dapat dimanfaatkan untuk melihat indikasi penyakit dimana penyakit TBC di indonesia berdasarkan data kemenkes pada tahun 2025 menunjukkan target penemuan kasus sebanyak 90% dengan estimasi 981 ribu kasus.Upaya untuk menangani kasus TBC dengan pengobatan adapun indikator keberhasilan yaitu dari angka keberhasilan pengobatan itu sendiri.Maka dari itu diperlukannya pengobatan dan pencegahan dari penyakit tbc itu sendiri.Langkah awal apabila terindikasi terkena penyakit tbc yaitu dengan segera melakukan pengobatan dan pemeriksaan radiografi thorax untuk mengetahui penyakit tersebut sehingga segera dilakukannya upaya pengobatan yang benar.Adapun indikasi klinis dari penyakit TB paru berdasarkan dengan Indikasi klinis dari penyakit TBC berdasarkan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis yaitu diantaranya batuk lebih dari 2 minggu disertai batuk berdahak bercampur dengan darah dan dada terasa nyeri serta sesak napas,Kemudian indikasi lainnya meliputi malaise,penurunan berat badan disertai menurunnya nafsu makan,badan menggigil,demam dan berkeringat di malam hari.Jadi apabila merasakan indikasi tersebut segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Untuk menggambarkan temuan radiografi TBC paru primer pada pasien remaja ditunjukan bahwa TBC paru primer pada siswa SMA remaja biasanya menunjukkan nodul lobus atas, konsolidasi, atau lesi kavitas pada radiografi dada disertai pembesaran kelenjar getah bening mediastinum atau efusi pleura tidak terlihat pada pasien (Koh et al., 2010) . TBC primer dianggap sangat rawan terjadi pada bayi dan anak-anak. Kelainan radiografi TBC primer yang paling umum pada bayi dan anak-anak adalah pembesaran kelenjar getah bening intra-toraks, efusi pleura, dan lesi paru lobus bawah. Tetapi TBC primer tidak menutup kemungkinan juga dapat menyerang orang dewasa. Temuan-temuan ini secara tradisional dianggap sebagai temuan radiografi dada khas dari TBC reaktivasi dengan infeksi jarak jauh. Pada TBC reaktivasi, radiografi dada dianggap menunjukkan bercak dan nodul yang tidak jelas yang terdapat di lobus atas. Tuberkulosis primer pada remaja dan orang dewasa cenderung menggambarkan sebagai lesi parenkim paru di lobus atas atau segmen superior lobus bawah. Selain itu, efusi pleura atau pembesaran kelenjar getah bening mediastinum jarang terjadi. Oleh karena itu, TB primer pada remaja dan dewasa dapat menggambarkan rongga lobus atas tanpa pembesaran kelenjar getah bening mediastinum atau hilus atau efusi pleura, dan dengan demikian menunjukkan temuan radiografi dada khas yang dianggap tradisional dari TB reaktivasi dengan infeksi jarak jauh (Kumar Bhatnagar, 2019).

Gambar citra thorax pada TBC anak cukup bervariasi, tergantung pada tahap penyakit dan respons imun anak. Pada TBC paru primer, kasus yang sering ditemui adalah limfadenopati hilus atau mediastinal. Selain itu, dapat ditemukan konsolidasi atau infiltrat di parenkim paru, baik berupa bercak maupun area padat, yang biasanya terletak di sekitar hilus paru. Pada beberapa kasus, gambaran lain yang sering muncul yaitu, limfadenopati hilar, terlihat pembesaran kelenjar getah bening seperti bayangan bulat atau oval yang lebih padat di daerah hilus paru atau mediastinum. Efusi pleura tampak seperti area putih homogen yang menutupi bagian bawah paru dan menyebabkan batas tepi paru tidak jelas. Gambaran milier, merupakan nodul-nodul (bintik) berukuran kurang dari 3 mm yang tersebar di seluruh lapang paru. Kavitas, adalah ruang kosong berisi udara, tampak seperti area gelap dengan tepi yang jelas. Atelektasis, tampak seperti area putih homogen dengan volume paru mengecil, biasanya berbentuk segmen atau lobus yang kolaps akibat obstruksi bronkus (Kedua, 2022).

Sebuah penelitian di RSUD SMS Wonogiri menunjukkan bahwa temuan radiografi thorax tersering pada anak dengan TBC adalah bercak infiltrat, diikuti limfadenopati dan kelainan lain seperti efusi pleura dan atelektasis. Interpretasi radiografi thorax pada anak harus dilakukan secara hati-hati, karena gambaran radiologis pada anak seringkali tidak spesifik dan dapat menyerupai penyakit paru lain (Bowo et al., n.d.).

Gambar Paru-Paru Pasien Post Primer (Sumber : Freepik)

kesimpulannya, gambaran radiografi thorax pada TBC anak didominasi oleh limfadenopati hilus atau mediastinal dan infiltrat parenkim paru, dengan kemungkinan ditemukannya efusi pleura, atelektasis, atau gambaran milier pada kasus yang lebih berat. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mendukung diagnosis dan pemantauan terapi TBC pada anak

Gambar citra paru-paru individu usia produktif (15-64 tahun) tentu memiliki perbedaan dengan paru-paru normal. Perbedaan antara keduanya cukup mudah untuk dibedakan, lantaran keduanya memiliki ciri khas yang dapat diidentifikasi oleh mata. Paru-paru normal dewasa yang sehat akan memiliki warna gelap bersih tanpa ada bercak atau noda warna apapun. Hal ini menandakan bahwa paru-paru tersebut tidak terisi oleh benda apapun selain hanya udara. Sedangkan pada paru-paru penderita TBC, pada cita rontgennya akan terlihat bayangan awan dan bercak infiltrat, yang merupakan salah satu kelainan radiologi yang sering terlihat pada penderita TBC. Infiltrat adalah gambara seperti bayangan benang-benang halus yang ditemukan pada luass daerah paru-paru. Infiltrat TBC paling sering di temukan di bagian ujung atas paru-paru.

Gambar Paru-Paru Pasien TBC dewasa (Sumber : Freepik)

Bila penyakit ini terus menjangkiti seseorang hingga beberapa waktu lamanya, maka paru-paru akan mengalami fibrosis dengan gambaran radiografi infiltrat pada parenkim sekitar dengan warna yang lebih tajam dari infiltrat. Pada penyakit TB paru yang lebih kronis, akan ditemukan efusi pleura (lapisan pembungkus paru) yang merupakan akumulasi cairan yang berlebihan pada ruang pleura paru. Selanjutnya akan terbentuk rongga yang mana terjadi karena jaringan paru-paru akan rusak yang (biasanya alveoli) atau dikenal dengan nama kavitas. Kavitas pada paru-paru akan terlihat bulat dengan radioluscent (berwarna gelap) tanpa corakan gambar paru. Bila paru-paru seseorang yang telah sampai pada tahap ini, berarti kuman TBC telah menempel pada paru dalam bentuk koloni yang nantinya akan akan membuat lesi mencair dan keluar dari bronkus dan menciptakan rongga kavitas.

Pemeriksaan radiografi foto thorax bila digunakan dengan tepat, akan memegang peran penting dalam mendeteksi penyakit TBC paru secara dini dan diagnosis penyakit paru lainnya. Tuberkulosis sering kali didapatkan pada foto thorax yang awalnya diperiksa untuk kepentingan medical check-up dan pemeriksaan untuk toleransi operasi. Pada pasien dengan sputum BTA positif, foto thorax berperan penting dalam menilai luas lesi serta komplikasi yang terjadi. Tidak hanya itu, radiografi berfungsi sebagai pemantauan progresi dan evaluasi respon pada pengobatan. Pada akhir pengobatan TBC, foto thorax berperan dalam penilaian sekuele di paru serta di pleura. Ada beberapa gambaran radiologi thorax yang khas pada Tuberkulosis paru berfungsi mengetahui lesi khas TBC. Pola kelainan tersebut yaitu kelainan di apek berupa infiltrat, ditemukan kavitas atau ditemukannya nodul retikuler. Selanjutnya, juga sebagai sensitivitas dan spesifisitas foto thorax dalam mendiagnosis TBC yaitu 86% dan 83% apabila ditemukan ketiga pola kelainan diatas. Tuberkulosis paru minimal ditemukan 1 dari 3 pola kelainan diatas. Selain itu, radiografi juga membantu dalam memberikan gambaran klasik TB paru post primer dan penentuan luas/lokasi lesi, yaitu kelainan di apek disebabkan karena tekanan oksigen di apek paru lebih tinggi sehingga bakteri berkembang lebih baik. Efusi Tuberkulosis merupakan akibat dari reaksi hipersensitivitas lambat terhadap antigen-antigen Mycobacterium tuberculose di dalam rongga pleura. Foto thorax menunjukkan efusi unilateral pada 95% kasus. Pada 50% kasus efusi Tuberkulosis disertai infiltrat parenkim. Meski sangat bermanfaat, radiografi tidak dapat berdiri sendiri sebagai penentu diagnosis pasti, karena beberapa gambaran bisa tumpang tindih dengan penyakit paru kronik lain. Oleh sebab itu, hasil radiografi harus dikonfirmasi dengan uji laboratorium seperti pemeriksaan dahak BTA atau tes molekuler jika tersedia.

REFERENSI

Universitas Andalas. (2016). Penuntun Keterampilan Klinis Pemeriksaan Radiografi Toraks.repository.unand.ac.id.

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar. (2023). Ilmu Radiologi 1.med.unismuh.ac.id.

Jurnal Ilmiah GIGA. (2025). Analisis Optimasi Citra Radiografi Pada Pemeriksaan Thorax Sistem Computed Radiography (CR) Terhadap Entrance Surface Dose (ESD). journal.unas.ac.id.

Universitas Widya Husada Semarang. (2025). Peranan Pemeriksaan Radiologi Thorax Dengan Berbagai Modalitas Untuk Menunjang Diagnosa Penyakit. eprints.uwhs.ac.id

Radiografer Indonesia. (2013). Pemeriksaan Radiografi Thorax. radiologitop.wordpress.com

Journal of Public Health and Community Medicine.(2020).Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Penderita Tuberkulosis dengan Hasil Terapi di Puskesmas Biak Banggai.ejournal.unsrat.ac.id

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019).Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis (Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/755/2019).Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Bowo, E. T., Gunarti2, H., & Moeljono2, E. (n.d.). Skoring Lesi Gambaran Radiologis Foto Toraks dalam Diagnosis Tuberkulosis Anak Scoring Of Chest X-Ray Lesions to Assist Chilhood Tuberculosis Diagnosis. https://doi.org/10.28885/bikkm.vol1.iss2.art9

Kedua, E. (2022). ATLAS RADIOGRAFI TORAKS UNTUK DIAGNOSIS TUBERKULOSIS PADA ANAK Sebuah panduan untuk interpretasi radiografi toraks.

Koh, W. J., Jeong, Y. J., Kwon, O. J., Kim, H. J., Cho, E. H., Lew, W. J., & Lee, K. S. (2010). Chest radiographic findings in primary pulmonary tuberculosis: Observations from high school outbreaks. Korean Journal of Radiology, 11(6), 612–617. https://doi.org/10.3348/kjr.2010.11.6.612

Kumar Bhatnagar, V. (2019). Original Research Chest Radiographic Findings in Primary Pulmonary Tuberculosis. Journal of Advanced Medical and Dental Sciences Research |Vol. https://doi.org/10.21276/jamdsr

Marvellini, Richard Yan and Izaak, Revynca Petronella (2021) GAMBARAN RADIOGRAFI FOTO THORAX PENDERITA TUBERKULOSIS PADA USIA PRODUKTIF DI RSUD PASAR MINGGU (Periode Juli 2016 Sampai Juli 2017). Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya, 9 (1). pp. 1219-1223. ISSN 2723 5890

Majdawati, A. (2010). Uji diagnostik gambaran lesi foto thorax pada penderita dengan klinis tuberkulosis paru. Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 10(2), 180-188.

Bowo, E. T., Gunarti, H., & Moeljono, E. (2023). Skoring Lesi Gambaran Radiologis Foto Toraks dalam Diagnosis Tuberkulosis Anak. Berkala Ilmiah Kedokteran Dan Kesehatan Masyarakat, 1(1), 123–131. https://doi.org/10.28885/bikkm.vol1.iss2.art9

Fahira, A. D., Syahruddin, F. I., Kusumawardhani, S. I., Rahmawati, & Anggita, D. (2024). Gambaran foto thorax pada pasien anak dengan diagnosis tuberkulosis pada tahun 2022-2023. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(1), 9124–9134.