Konten dari Pengguna

Waspadai Pengaruh Sistem Ventilasi dan Air Conditioner pada Penyebaran COVID-19

Fatimah Alanza Salsabila

Fatimah Alanza Salsabila

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fatimah Alanza Salsabila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Pengaruh aliran udara dari air conditioner pada penyebaran COVID-19 di udara (sumber: WGBH. org)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Pengaruh aliran udara dari air conditioner pada penyebaran COVID-19 di udara (sumber: WGBH. org)

Coronavirus disease (COVID-19) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus corona. Virus ini dapat menyebar melalui droplet, kontak dengan permukaan yang terkontaminasi virus, dan airborne transmission. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (2020), transmisi melalui droplet atau partikel kecil seperti aerosol dihasilkan ketika seorang terinfeksi COVID-19 batuk, berbicara, bernapas, atau bersin. Tetesan droplet tersebut dapat tersuspensi di udara yang mampu bertahan selama beberapa menit hingga beberapa jam. Udara yang terkontaminasi virus itu pun akan terhirup dan menginfeksi orang lain. Mekanisme seperti ini disebut dengan istilah airborne transmission yang berisiko tinggi terjadi pada ruangan tertutup dengan sistem ventilasi yang tidak memadai.

European Centre for Disease Prevention and Control (2020) melakukan survey terkait kluster COVID-19 pada berbagai sektor pekerjaan di 17 negara. Dari seluruh kluster sektor pekerjaan, 427 kluster COVID-19 (95,5%) merupakan pekerjaan di dalam ruangan (indoor) sementara 20 kluster dilaporkan pekerjaan di luar ruangan (outdoor).

Hal tersebut diperjelas oleh Tim Pakar Medis Gugus Tugas Nasional, I Gusti Ngurah Kade Mahardika dilansir dari laman covid.go.idIni (COVID-19) biasanya dalam setting ruangan tertutup, misalnya bis, ruangan yang memiliki Air Conditioner (AC), pusat perdagangan, perkantoran, dan restoran yang memiliki ventilasi buatan atau ber-AC."

Sejalan dengan Mahardika, Anggota Tim Pakar Medis Gugus Tugas Nasional Budiman menambahkan bahwa selain tempat yang tertutup, udara dingin pada ruang tertutup meningkatkan potensi terjadinya penularan COVID-19. Menurutnya karakter virus SARS-CoV-2 akan bertahan lebih lama dalam keadaan yang dingin dan lembab. Akan tetapi apabila dalam kondisi panas dan kering, virus tersebut tidak akan bertahan lama.

Pengaruh sistem ventilasi dan air conditioner pada penyebaran virus dibuktikan oleh penelitian yang diterbitkan CDC (2020) pada 10 kasus COVID-19 yang menimpa 3 keluarga di sebuah restoran Guangzhou, China. Sistem ventilasi restoran tersebut hanya dilengkapi dengan air conditioner tanpa jendela yang terbuka di setiap lantainya. Pada tanggal 24 Januari 2020, 3 keluarga makan dalam waktu bersamaan dengan jarak tiap mejanya sekitar 1 meter. Posisi duduk mereka searah dengan aliran udara yang dihasilkan oleh sistem pendingin udara. Walaupun jarak meja mereka terpisah, pada akhirnya 3 keluarga tersebut terinfeksi COVID-19 sementara pengunjung lain yang duduk di tempat berbeda tidak terinfeksi. Peneliti menyimpulkan penularan tersebut diakibatkan oleh tetesan droplet yang disebar melalui aliran udara yang dihasilkan oleh air conditioner.

Public Health Ontario dalam publikasinya yang berjudul COVID-19: HVAC System in Buildings (2020) menyatakan bahwa kipas angin atau air conditioner dapat memengaruhi penyebaran tetesan droplet di udara. Aliran udara pada area sekitar kepala terutama di zona pernapasan harus dihindari untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Menurut World Health Organization (2020) meningkatkan laju pergantian udara, meningkatkan suplai udara luar melalui ventilasi, dan mengurangi sirkulasi ulang udara dapat menurunkan kontaminan dalam udara termasuk virus. Tetapi saat ini banyak gedung-gedung yang menerapkan sistem ventilasi dengan udara yang disirkulasi ulang tanpa mencampurnya dengan udara luar. Cara ini tidak akan mengurangi risiko COVID-19 sebab kontaminan virus akan tetap berada di dalam ruangan.

Untuk sistem ventilasi, WHO menyarankan untuk tidak mensirkulasi ulang udara, jika ingin mensirkulasi ulang, maka sistem ventilasi harus disertai penggunaan filter seperti HEPA filter yang dapat menyaring partikel mengandung virus dan harus dibersihkan secara teratur. Selain itu suplai udara luar dapat ditingkatkan dengan membuka jendela dan pintu.

United States Environmental Protection Agency (EPA) juga menyarankan agar tingkat ventilasi disesuaikan dengan jumlah orang yang menempati ruangan. Semakin besar jumlah penghuni ruangan maka semakin besar kebutuhan ventilasi.

Sistem ventilasi harus selalu dipastikan beroperasi dengan baik. Periksa filter untuk memastikannya masih dalam masa pakai dan dipasang dengan benar. Dengan praktik penerapan sistem ventilasi yang baik, konsentrasi virus di udara dan dosis virus secara keseluruhan untuk penghuni gedung dapat ditekan.

Sumber:

Centers for Disease Control and Prevention. (2020). How Does The Virus Spread? [online] Available at: <https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/faq.html#Basics> [Accessed 24 November 2020]

Centers for Disease Control and Prevention. (2020). Ventilation in Buildings. [online] Available at: < https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/community/ventilation.html> [Accessed 27 December 2020]

ECDC. (2020). COVID-19 clusters and outbreaks in occupational settings in the EU/EEA and the UK. August, 5–17. https://www.ecdc.europa.eu/en/publications-data/covid-19-clusters-and-outbreaks-occupational-settings-eueea-and-uk

Public Health Ontario. (2020). COVID 19: Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) Systems in Buildings. [online] Available at: < https://www.publichealthontario.ca/-/media/documents/ncov/ipac/2020/09/covid-19-hvac-systems-in-buildings.pdf?la=en> [Accessed 27 December 2020]

Satuan Tugas Penanganan COVID-19. (2020). Penggunaan Masker Jadi Kunci Pencegahan Penularan COVID-19 Melalui Udara Pada Ruang Tertutup. [online] Available at: < https://covid19.go.id/p/berita/penggunaan-masker-jadi-kunci-pencegahan-penularan-covid-19-melalui-udara-pada-ruang-tertutup> [Accessed 27 December 2020]

United States Environmental Protection Agency. (n,d). Ventilation and Coronavirus (COVID-19). [online] Available at: < https://www.epa.gov/coronavirus/ventilation-and-coronavirus-covid-19> [Accessed 27 December 2020]

World Health Organization. (2020). Coronavirus Disease (COVID-19): Ventilation and Air Conditioning in Public Spaces and Buildings. [online] Available at: <Coronavirus disease (COVID-19): Ventilation and air conditioning in public spaces and buildings (who.int)> [Accessed 03 December 2020]