Aspek Keselamatan Wisata Air, KKN Standarisasi K3 di Destinasi Tubing Kali Muncu

Profesi: Mahasiswa Teknik Kimia Institusi: Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Fatimah Nur Zahrani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
SEMARANG, 9 Februari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Teknik Geodesi dan Kesehatan Masyarakat KKNT Tim 41 Universitas Diponegoro 2026 melaksanakan program strategis bertajuk "Mitigasi dan Standarisasi K3 di Wisata Tubing Kali Muncul". Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret dalam menciptakan ekosistem wisata minat khusus yang aman, profesional, dan berkelanjutan di kawasan Desa Muncul.
Sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan, Kali Muncul memiliki tantangan risiko fisik yang cukup tinggi. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa KKN menyusun instrumen keselamatan kerja yang komprehensif guna meminimalisir potensi kecelakaan air serta mempercepat penanganan kondisi darurat.

Penyusunan Instrumen Keselamatan Teknis Dalam pelaksanaan program ini, mahasiswa menghasilkan empat luaran utama yang diserahkan langsung kepada pihak pengelola: - Standard Operating Procedure (SOP) Tubing: Panduan baku prosedur keselamatan bagi petugas dan wisatawan.
HIRA-DC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control): Dokumen analisis risiko yang memetakan titik bahaya serta langkah pengendaliannya. - Peta Safety Sign: Panduan visual penempatan rambu-rambu peringatan di sepanjang jalur sungai. - Jalur Evakuasi: Peta rute darurat untuk mempermudah mobilisasi jika terjadi insiden di tengah aliran sungai. Sosialisasi dan Kolaborasi dengan Vendor Program ini melibatkan tiga vendor utama yang beroperasi di wilayah tersebut, yakni Muncul Fun Tubing, Muncul River Tubing, dan Rafting Muncul Tubing. Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa membedah dokumen HIRA-DC bersama para pemandu (guide) untuk memastikan setiap personel memahami protokol keamanan terbaru.
“Wisata alam berbasis adrenalin tidak hanya bicara tentang keseruan, tapi yang paling utama adalah manajemen risiko. Melalui standarisasi K3 ini, kami ingin memastikan setiap pengunjung merasa aman karena dikelola dengan standar teknis yang jelas,” ujar pelaksana program KKN. Pihak pengelola menyambut positif inisiatif ini. Dengan adanya dokumen formal seperti SOP dan jalur evakuasi, para vendor kini memiliki acuan legal-teknis dalam menjalankan operasional harian, yang sekaligus diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata Kali Muncul di mata wisatawan mancanegara maupun domestik. Melalui program ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara mahasiswa, masyarakat, dan pelaku usaha wisata dalam mewujudkan "Safe Tourism" di wilayah Kabupaten Semarang.
