KKN-T TIM 41 Universitas Diponegoro Wujudkan Masterplan ARUS Rowoboni

Profesi: Mahasiswa Teknik Kimia Institusi: Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Fatimah Nur Zahrani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Berikut kami lampirkan hasilDesa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, menjadi saksi nyata kolaborasi akademik dan pengabdian masyarakat melalui Program Kerja Multidisiplin 2 yang dilaksanakan oleh KKN-T TIM 41 Universitas Diponegoro Tahun 2026. Melalui penyusunan Masterplan “ARUS Rowoboni (Aktivitas Rawa sebagai Upaya Penguatan Ekonomi dan Sustainabilitas Desa Wisata)”, mahasiswa berhasil menghadirkan sebuah konsep pengunan kawasan wisata yang terintegrasi, berbasis potensi lokal, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Program ini dirancang secara sistematis melalui tahapan analisis potensi wilayah, pemetaan sosial budaya, perencanaan tata ruang, hingga penyusunan Detail Engineering Drawing (DED). Fokus utama pengembangan diarahkan pada optimalisasi kawasan rawa, sumber mata air, serta situs budaya sebagai daya tarik wisata unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM dan partisipasi warga desa.
Puncak kegiatan ditandai dengan pemaparan hasil perencanaan di hadapan perangkat desa dan pemangku kepentingan setempat. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Rowoboni menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi, profesionalisme, dan kualitas karya yang dihasilkan oleh mahasiswa KKN-T TIM 41. Masterplan yang disusun dinilai tidak hanya visioner, tetapi juga realistis dan aplikatif sebagai pedoman pembangunan desa di masa depan.
“Program ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya hadir untuk mengabdi, tetapi juga memberikan solusi konkret bagi pembangunan desa. Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan kontribusi Tim KKN Undip,” ungkap Kepala Desa Rowoboni dalam sambutannya.
Melalui konsep ARUS, pengembangan kawasan wisata Rowoboni diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penyediaan fasilitas publik, ruang komunal, jalur akses wisata, serta area UMKM dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal. Di sisi lain, prinsip pelestarian ekosistem rawa tetap menjadi prioritas utama dalam setiap rancangan.
Keberhasilan Program Kerja Multidisiplin 2 ini menjadi cerminan sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berbasis potensi lokal. KKN-T TIM 41 Universitas Diponegoro telah membuktikan bahwa perencanaan yang matang, kolaboratif, dan berorientasi keberlanjutan mampu menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya desa wisata yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dengan tersusunnya Masterplan ARUS Rowoboni, diharapkan Desa Rowoboni dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
