KKNT-41 UNDIP Rancangan Kandang Ayam Petelur (Layer) di Desa Rowoboni

Profesi: Mahasiswa Teknik Kimia Institusi: Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Fatimah Nur Zahrani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) sukses melaksanakan program Multidisiplin yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan sanitasi lingkungan di Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru. Program bertajuk "Rancangan Kandang Ayam Petelur (Layer) dan Modul Pemanfaatan Sisa Hasil Peternakan" ini hadir sebagai solusi bagi warga yang ingin memulai usaha peternakan mandiri dengan standar teknis yang baik.

Inovasi Desain Kandang yang Efisien Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memaparkan rancangan desain kandang ayam petelur tipe battery yang telah disesuaikan dengan kondisi iklim dan lahan di Desa Rowoboni. Desain ini menitikberatkan pada aspek: - Sirkulasi Udara (Ventilasi): Memastikan suhu dalam kandang tetap stabil untuk menjaga produktivitas telur. - Sanitasi dan Kebersihan: Struktur alas yang memudahkan pembersihan kotoran secara berkala. - Pemanfaatan Lahan Terbatas: Model vertikal yang efisien untuk skala rumah tangga maupun UMKM. - Modul Edukasi: Dari Limbah Menjadi Berkah Tidak hanya soal infrastruktur, program ini juga membekali warga dengan Modul Pemanfaatan Sisa Hasil Peternakan. Masalah bau dan limbah kotoran ayam yang sering menjadi kendala di pemukiman diubah menjadi peluang ekonomi baru. Dalam modul tersebut, dijelaskan langkah-langkah praktis pengolahan limbah menjadi: - Pupuk Organik Padat: Proses fermentasi kotoran ayam untuk menyuburkan lahan pertanian warga. - Manajemen Pencegahan Penyakit: Panduan menjaga kebersihan lingkungan agar peternakan tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Dukungan Warga dan Harapan ke Depan Kegiatan yang dilaksanakan di balai desa/rumah warga ini mendapat sambutan hangat. Warga terlihat antusias berdiskusi mengenai biaya pembuatan kandang hingga cara pemasaran telur. "Kami berharap dengan adanya rancangan kandang dan modul ini, warga Desa Rowoboni tidak ragu lagi untuk memulai usaha ternak ayam petelur. Selain menambah pendapatan keluarga, pemanfaatan limbahnya juga bisa membantu pertanian di desa kita," ujar mahasiswa pelaksana KKN. Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Rowoboni dapat menjadi desa yang mandiri pangan, khususnya dalam penyediaan protein hewani, sekaligus menjadi contoh desa yang mampu mengelola limbah peternakan dengan bijak
